Kisah Taro – Cemburu Membawa Sensasi Kenikmatan Luar Biasa

TAROSLOT Cemburu Membawa Sensasi Kenikmatan Luar Biasa, Namaku Dirly. Usiaku 28 tahun. Aku akan menceritakan tentang kisah kehidupanku yang kemudian mengubah pola pikirku dalam memahami cinta dan nafsu.

Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu saat aku mempunyai seorang pacar yang sedang mengerjakan skripsi guna menyelesaikan studi S1-nya. Sebagai seorang pacar aku selalu mencoba menemaninya mengerjakan skripsi namun di sisi lain sebagai seorang karyawan aku pun harus mengutamakan pekerjaanku. Kisah ini terjadi pada 28 Juli 2004 di suatu senja di kota K.

“Hallo Dirly.. ‘Met sore” Riana pacarku meneleponku.

O ya, sebagai gambaran, aku mempunyai pacar yang sangat cantik, wajahnya hampir mirip artis yang sering tampil di layar televisi, bodynya sexy, montok, serta ukuran BH-nya 36 B.

“Hallo juga Riana, lagi dimana nih?”
“Aku di rumah, eh kamu ada acara nggak?”
“kalau ya kenapa dan kalau nggak kenapa”
“Eku mau minta tolong dong, ortuku kan lagi pergi ke Jakarta. Di rumah aku sendirian, aku mau garap skripsi. Mau nggak nemenin aku?”
“Kapan?”
“Setahun lagi.. Gimana sih ya sore ini dong”
“Yah kalau sore ini aku nggak bisa, aku udah janjian ama temen bisnisku untuk merancang pembuatan proposal proyek”
“Ya udah kalau nggak bisa aku minta temenin temen kampusku aja biar sekalian busa diskusi”

Aku kemudian bergegas untuk pergi dengan teman bisnisku, sebenarnya ingin sekali aku menemani Riana, namun apa boleh buat karena aku berpikir bisnis ini kan juga untuk masa depan kami berdua, jadi nggak mungkin aku batalkan. Sementara Riana kemudian mengajak temennya Rico yang memang sudah kukenal untuk menemaninya mengerjakan skripsi. Rico ini adalah sahabat Riana, teman sekampusnya. Kalau kulihat dari tatapan matanya aku tahu betul kalau Rico itu naksir kepada Riana, apalagi memang Riana orangnya sangat friendly dan cantik lagi sehingga siapapun lelaki pasti tak akan menolaknya ketika diajak menemani.

Acara dengan rekan bisnisku ternyata tidak berlangsung lama, karena ternyata ia ada saudaranya yang meninggal sehingga harus segera pergi. Di satu sisi aku girang juga karena aku segera dapat menemani kekasihku Riana. Segera kupacu mobilku menuju ke rumahnya. Sengaja aku tidak meneleponnya karena aku akan memberi kejutan kalau aku bisa menemaninya. Terbayang wajahnya yang cantik, aku ingin memeluknya dan segera berduaan dengannya. Tiba-tiba di tengah jalan aku teringat kalau ia tadi sudah menelepon temannya Rico. Entah mengapa tiba tiba aku jadi cemburu membayangkan mereka lagi berduaan dan bercanda ria. Padahal aku biasanya tidak merasakan ini karena aku paham betul siapa Rico.

Pukul 20.00 tepat sampailah aku di rumah Riana. Sayup-sayup kudengar orang tertawa-tawa dari dalam, sepertinya mereka tidak menyadari ada orang yang datang. Kuurungkan niatku untuk menekan bel, aku ingin tahu apa yang sedang mereka lakukan, sehingga aku mencoba mengintip dari jendela kaca. Kulihat mereka lagi bercanda, apalagi Rico orangnya memang pintar melawak. Ada perasaan cemburu dalam dadaku melihat keasyikan mereka berdua. Sesekali kulihat Riana mencubit Rico karena saking gemasnya. Aku betul-betul tak tahan melihatnya. Langsung kubuka pintu depan rumahnya, hingga membuat mereka terkejut.

“E Dirly..” Serempak mereka mengucapkan itu melihat kedatanganku.
“Katanya garap skripsi kok malah asyik berduaan gitu?” bentakku ke Riana, karena cemburukku yang tidak terkontrol.
“Iya.. Kita kan lagi istirahat dulu” jawab Riana sambil tergagap. Kulihat Rico hanya diam saja mematung. Nampaknya ia tidak mau terlalu ikut campur karena “internal” kami.
“Kok nggak ada buku-bukunya?” tanyaku dengan kesal.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Tanpa menunggu jawaban kemudian aku keluar sembari membanting pintu menuju mobilku yang kuparkir di halaman. Aku sendiri tidak paham kenapa aku bisa secemburu ini padahal aku juga sudah kenal baik dengan Rico dan aku pun paham meski pun kadang Riana agak sedikit genit namun dia tidak mungkin melakukan hal yanhg aneh-aneh dan melebihi batas.

Aku masuk ke mobilku dan kustarter mobilku, tiba-tiba Riana keluar dari rumah dan berteriak-teriak memanggil namaku.

“Dirly.. Dirly..” Ia langsung masuk ke mobillku.
“Kamu kenapa sih Dirly kok nggak biasanya kamu begitu?”
“Gak usah banyak tanya, kan udah jelas kamu ini nggak tahu diri, aku lagi susah-susah untuk berusaha mengerjakan bisnis untuk masa depan kita berdua tapi kamu malah enak-enakan, bermesra-mesraan dengan Rico”
“Kamu jangan salah paham Dirly.. Kok tega kamu menganggap aku serendah itu, aku kan hanya minta tolong sama rico apalagi dia yang lebih paham masalah skripsi ini.. Kamu jahat Dirly” Riana mencoba menjelaskan sambil menangis.

Melihatnya menangis aku menjadi iba, teringat aku akan kebaikannya, lucunya, keceriannya, bibir seksinya.
Sejenak aku diam, kemudian kurengkuh badannya dalam pelukanku.

“Tapi kamu nggak selingkuh kan sayang?”

Riana menggeleng, kuseka air matanya, kuelus pipinya kemudian kukecup bibirnya. Ia membalas, lidah kami saling bertautan.

“Uhh.., ogh..” ia melenguh ketika sambil kucium bibirnya tangan bergerilya ke payudaranya.
“Uhh Dirly.. Aku sayang kamu” ciuman lidahnya makin panas dalam mulutku, sementara tanganku terus bergerilya pada dua buah dadanya yang montok.

Aku tahu betul kalau Riana ini paling tidak tahan ketika dadanya di sentuh, apalagi kalau putingnya di pegang pasti langsung mengeras bagaikan tersengan listrik 3000 volt.

“Ahh.. Uh.. Dirly.. Aku nggak tahan, kita lanjutin di kamar yuk.. Gak enak kalau kelihatan orang”

Wajah Riana memerah, nampak sekali kalau ia menahan gairah yang luar biasa. Tanpa banyak bicara langsung kupapah Riana sambil terus berangkulan menuju kamarnya. Kulihat di ruang tengah Rico tak ada, mungkin ia sedang di belakang. Tapi kami tak ambil pusing, langsung kubawa Riana ke kamarnya. Tanpa sempat menutup pintu sehingga agak terbuka sedikit. Kurebahkan tubuh Riana di kasur, kuciumi bibirnya, pipinya dan tak ingun kulepaskan.

“Ohh.. Dirly.. Uh.. Nikmat sekali” Riana terus menggelinjang ketika kubuka bajunya.

Tersembul di depan mukaku dua buah gunung yang masih terbungkus kain meski tidak menutupi semuanya. Putih bersih begitu indah dan menggairahkan. Kuciumi kembali ‘buah’ yang masih tertutup itu.

“Uh.. Ogh.. Uh.. Ogh..”

Desahan suara Riana semakin menggairahkan aku untuk terus memainkan payudaranya. Perlahan kubuka kait tali BH nya dari belakang, sedikit demi sedikit kutarik semua BH nya.

“Oh..”

Lenguhan Riana semakin kencang. Sejenak kupandangi dua buah gunung yang sudah tak berkain lagi, tampak putingnya yang kecoklatan mengeras tegak seolah memanggilku untuk segera menjilatnya

“Kok dipandangi aja sih.. Cium dong”.

Riana memintaku seakan tak sabar untuk segera memintaku melumat habis putingnya. Kudekatkan perlahan kepalaku di dadanya. Kujilat-jilat kulit di sekitar putingnya sembari menggodanya untuk memberikan sensasi yang luar biasa.

“Oh.. Oh, ogh,” Riana merintih ketika lidahku tepat berada di putingnya. Kubasahi putingnya dengan ludahku.
“Aughh.. Ohh.. Ogh..” Rintihan dan lenguhannya makin keras saat kutarik putingnya dengan mulutku..
“Ohh.. Ambil semua Dirly.. Ambil semua.. Aku milikmu Dirly” napas risa semakin tak beraturan menggelinjang ke kanan ke kiri bagai cacing kepanasan.

Sementara itu akibat kelalaian kami tak menutup pintu, sepasang mata terus mengamati aktivitas yang aku dan Riana lakukan. Di luar sepengetahuanku, Rico ternyata mengintip perbuatan kami. Memang bukan sepenuhnya dia yang salah tapi juga karena keteledoran kami yang karena terlalu asyik tidak sempat menutup pintu.

Aku terus mencumbu Riana, kujilat perutnya dan terus kebawah. Pelan namun pasti kubuka celana jeans Riana, tangannya secara refleks juga ikut membantu menurunkan celananya. Terlepaslah celana jeans biru Riana, kini yang tertinggal hanyalah celana dalam warna pink yang di dalamnya tampak gundukan hitam yang ditumbuhi rambut ynag cukup lebat.

“Oh.. Rico..” Teriak tertahan Riana yang makin terangsang, sambil menggigit bibir menahan gelora nafsu yang kian panas.
“CD-mu lepas sekalian yah?”
“Ehm..” Ungkap Riana sembari menggangguk, seakan tak mampu lagi untuk mengeluarkan kata-kata.

Kini Riana telah telanjang bulat di depanku, bodynya betul-betul menggairahkan membuat ‘adik’ kecilku yang masih tersimpan di celana berontak meminta untuk keluar ikut bergabung.

“Kamu lepasin juga dong pakaianmu.. Kan nggak adil kamu masih lengkap aku dah telanjang bulat gini”

Tanpa banyak bicara kulepaskan seluruh pakaianku, hingga keluarlah senjataku yang telah berdiri tegak dan bersiap menjemput mangsanya. Kutundukkan kepalaku untuk menciumi gundukan bukit kecil Riana yang ditumbuhi hutan hitam yang lebat.

“Ohh.. Uhh.. Ugh” teriakan Riana makin tak beraturan, apalagi saat kutemukan benda kecil bagai kacang berwarna merah dan basah. Sejenak kupandangi kemudian kembali kusapu dengan lidahku meminum sari-sari kacang itu dengan nikmatnya.
“Ah.. Dirly.. Kamu pintar sekali, terusin Dirly.. Terusin” sambil menggelinjang tangan Riana mencari-cari sesuatu. Ups.. Akhirnya ia dapatkan juga tongkatku yang sudah tegak.
“Oh.. Oh..” aku pun mendesah geli ketika tongkatku dipegang tangan halusnya, perlahan tongkatku dikocoknya.
“Uh.. Uh..” Aku semakin tak tahan merasakan sensasi yang begitu nikmat.

Tiba-tiba Riana bergerak memutar tubuhnya hingga mulutnya persis berada di ‘adik’ kecilku seolah ia mau berdiskusi lebih jauh dengan ‘adik’ku yang gagah. Sedangkan mulutku juga tepat berada di bukit yang di tengahnya terdapat lorong ditutup kacang. Kami bermain dengan gaya 69.

“Oh.. Uhh.. Ogh..”
“Ah.. Uh.. Slurp.. Slurp..” Bunyi gesekan mulut dan tongkat serta mulut dan gua makin keras terdengar. Kami asyik dengan mainan kami masing-masing hingga berlangsung sekitar 20 menit.
“Dirly.. Aku nggak tahan lagi, masukin dong tongkatmu ke guaku” Rengek Riana sambil terus berdiskusi dengan tongkatku, dijilatnya tongkatku hingga licin, bahkan sesekali telornya pun ia cicipi juga.
“Dirly.. Please.. Cepetan donk.. Aku nggak tahan lagi..”
“He eh..” Jawabku sambil terus menikmati kacangnya..
Beberapa saat kemudian kuputar badanku pada posisi semula. Riana mengangkangkan kakinya hingga gundukan bukit itu nampak jelas sekali. Hutannya yang hitam dan rimbun membuat pemandangan tampak begitu indah, begitu pula ‘kacang basahnya’ yang melambai-lambai. Wajahnya yang merah, bibirnya yang seksi menahan gairah semakin menambah kecantikannya malam ini.

“Cepetan dong Dirly..” Perlahan namun pasti kugerakkan tongkatku menuju gua yang lebat itu
“Ouhh..” Riana merintih saat kepala tongkatku mulai masuk kemulut gua yang sudah basah dan licin.
“Ah.. Ouh.. Ohh.”
“Oh.. Oh.. Uhh..”

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Desahannya dan desahanku bersahutan tatkala pelan-pelan batang tongkatku masuk ke dalam gua. Sejenak tongkat itu kutarik keluar kemudian kumasukkan lagi dengan sangat perlahan.

“Ahh.. Ouhh.. Nikmat sekali Dirly.. Ohh”
“Aku sayang kamu Riana”
“Aku juga Dirly.. Oh nikmat sekali.. Ohh”

Tongkatku terus bersenam maju mundur di dalam gua Riana. Sementara itu mulutku juga terus bergerilya di gunung kembar Riana.

“Ahh.. Dirly.. Oh.. Terus Dirly.. Dalem lagi.. Ohh” Riana terus menggelinjang ke sana ke mari, pantatnya juga terus bergoyang bagaikan Inul di atas panggung.
“Oh.. Oh.. Aku tak tahan lagi Dirly.. Tongkatmu enak sekali, aku hampir sampai.. Terus Dirly lebih keras lagi.. Ohh”
“Ahh.. Uhh.. Uh.. Aku juga hampir keluar sayang, dikeluarkan dimana? Di luar apa di dalam?”

Tiba-tiba ada sesuatu lahar panas yang akan segera muntah dari tongkat kenikmatanku.

“Di dalam aja biar nikmat.. Oh.. Uh..” Cret.. Cret.. Crett.. Keluarlah lahar panas dari tongkatku.
“Ohh.. Aku sampai..” Pada saat yang bersamaan Riana juga sampai pada puncaknya.
“Uhh.. Ogh..”

Lolongan panjang kami mengakhiri pertempuran pertama yang luar biasa nikmatnya. Perlahan nafas kami teratur kembali seperti turun dari puncak kenikmatan yang sensasional.

Prakk.. Tiba-tiba terdengar suara vas bunga tersenggol, aku dan Riana saling berpandangan, terkejut sekaligus sadar kalau Rico masih ada di ruang tengah.

“Riana.. Rico kan belum pulang?”
“Belum.. Kamu sih terlalu bernafsu..”
“Habis kamu juga sih.. Terlalu menggairahkan he he..”
“Jangan-jangan dia lihat kita?”
“Biarin aja deh, kan malah lebih sensasional”
“Dasar Gabrut kamu..”
“Eh Riana, aku punya ide”

Tiba tiba muncul dalam benakku untuk mengajak Rico ikut serta dalam permainan kami, seolah aku sudah lupa kalau tadi sempat merasa cemburu dengan keberadaannya.

“Ide apaan?”
“Gimana kalau Rico kita ajak sekalian main dengan kita”
“Maksudmu?”
“Kita ajak dia untuk bercinta bersama, kan lebih asyiik.. Pasti jauh lebih nikmat”
“Ah gila kamu.. Gak mau emangnya aku cewek apaan..”
“Bukan begitu, pasti lebih sensasional. Percayalah ini tidak akan mempengaruhi hubungan kita. It’s just sex not love. Aku juga tetap mencintaimu”

Sejenak Riana berpikir, mungkin ia menganggap ideku sangat gila, tapi entah kenapa tiba-tiba bulunya merinding dan tampak wajahnya bergairah, mungkin ia membayangkan permainan tersebut. Namun ia juga tidak mau kalau tampak menggebu menginginkan permainan itu karena bagaimana pun kami memang saling mencintai.

“Apa kamu serius Dirly?”
“Serius” aku coba meyakinkan Riana.
“Kamu nggak cemburu kalau aku main seks juga dengan Rico?”
“Ya enggaklah kan aku yang minta, asalkan ada aku”
“Kamu nggak ngambek lagi kayak tadi saat liat aku hanya bercanda dengan Rico”
“Enggak.. Percayalah.. Ini mungkin malah akan membuat hubungan kita semakin dewasa”
“Terserah kamulah” Riana akhirnya pasrah, yang penting tak mengubah apapun pada hubungan kami, karena tiba-tiba ia pun mulai bergairah.
“Ok kalau gitu aku akan bicara ama Rico”

Aku segera turun dari ranjang, kupakai celanaku kemudian aku keluar dari kamar. Kulihat Rico lagi merokok di ruang tengah, dari wajahnya nampak ia sangat gelisah melihat permainan tadi, mungkin ia juga sangat terangsang tapi tak ada pelampiasan. Kaget ia ketika melihatku melangkah ke arahnya.

“Eh Dirly..”
“Ric.. Sori ya perlakuanku tadi, aku agak emosi karena badanku lagi capek, pikiranku juga stress akibat kerjaan”
“Gak pa-pa kok Dirly.. Aku paham, biasalah dalam setiap berhubungan, cemburu itu kan tanda sayang” ungkapnya sok bijak dan arif.
“Sori juga tadi kamu kami tinggal sendirian di ruang tengah”
“Gak pa-pa kok”
“Tapi tadi kamu lihat kan aku ngapain dengan Riana?”
“Enggak.. Aku nggak.. Tahu..” Katanya agak gugup.
“Gak usah bohong Ric.. Aku nggak pa-pa kok, kita kan udah sama-sama dewasa, malah kalau kamu mau boleh kok kalau kamu ikutan”
“Maksudmu?”
“Iya kalau kamu mau, kamu boleh kok ikutan”
“Ikutan apaan?”
“Ikutan bermain seperti yang kamu lihat tadi”
“Apa aku nggak salah denger?
“Enggak.. Tadi aku juga udah bicarakan ama Riana, Riana juga setuju kok, itung-itung ini sebagai tanda maaf kami berdua, lagian kamu kan juga udah lihat semuanya”

Rico tercenung, mungkin ia tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar, ia seolah sedang bermimpi. Tapi aku segera menyadarkannya.

“Yuk kita ke kamar.. Kasihan Riana dah menunggu lama” kutarik tangan Rico untuk ikut ke kamar Riana.

Begitu masuk kamar, nampaklah Riana sedang telentang di tempat tidur sambil diselimuti sedikit di bagian bawah perutnya. Rico melongo melihat pemandangan yang luar biasa, paha yang putih mulus, dada yang indah membusung, pemandangan yang mungkin selama ini hanya ia bayangkan saat melakukan onani karena aku pun tahu kalau memang sudah sejak lama ia sangat tertarik dan bernafsu ketika melihat Riana. Namun sejauh ini ia cukup tahu diri karena Riana sudah ada yang punya. Tapi kini Rico melihat Riana yang betul-betul dalam posisi menantang, atas ajakanku sendiri yang merupakan pacarnya Riana.

“Kok diem Ric, kenapa?” Sapa Riana memecahkan kesunyian.

Kulihat sebenarnya Riana agak gugup dipandangi seperti itu. Apalagi kini di depannya ada dua lelaki yang selama ini memang dekat dengannya yang satu sahabatnya yang satu adalah pacarnya. Atau mungkin ia juga membayangkan sebentar lagi kedua orang dekatnya itu akan menjamah tubuhnya dan memberikan kenikmatan kepadanya. Kulihat pancaran wajahnya sangat bergairah. Sedangkan aku sendiri juga tidak tahu kenapa, saat ini sama sekali tidak ada rasa cemburu sedikit pun, malah yang justru aku sangat terangsang menghadapi permainan yang akan segera kami mulai.

“Yuk Ric kita mulai pestanya” Kuajak Rico segera mendekat ke Riana.

Kulepas semua baju yang ada di tubuhku, juga kuminta hal yang sama dengan Rico. Kini kami bertiga dalam keadaan yang sama-sama telanjang. Kulirik tongkat Rico yang sudah tegak, dari sisi ukuran memang tak jauh beda. Namun masing-masing punya kekhasan tersendiri. Punyanya agak melengkung sedangkan punyaku menjulang dengan kokohnya.

Aku memulai duluan dengan merundukkan kepalaku pada bagian bawah perut Riana. Hutannya yang lebat kuciumi dengan seksama.

“Ouh.. Ouh..” Riana merintih kenikmatan.

Rico pun tidak mau ketinggalan, ia mengambil bagian pada wajah Riana. Ia ciumi bibir Riana dengan lembutnya. Bibir sensual yang selama ini hanya ada dalam bayangannya.

“Ouh.. Ogh.. Uh..” Riana tak tahan menahan sensasi serangan bawah atas, tubuhnya menggeliat ke sana ke mari, pantatnya bergoyang bagai tampah yang sedang diputar-putar.

Sambil terus beradu bibir dengan Riana, tangan Rico bergerilya ke dalam payudara Riana yang ranum.

“Ouh.. Ou..” sensasi yang Riana rasakan makin menjadi-jadi.
“Hh.. Uh..” Desah nafas kami makin tak beraturan.

Sambil terus kujilati ‘kacang basah’ Riana, kulihat Rico mengubah posisi. Tongkatnya yang melengkung itu ia sodorkan ke mulut Riana. Dan Riana pun menyambutnya dengan antusias.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

“Ouhh.. Ups..” Pelan dan pasti tongkat Rico keluar masuk dari mulut Riana.. Terkadang Riana melahapnya hingga hampir mengenai telurnya.
“Ohh..” Kudengar erangan Rico menahan kenikmatan dari mulut yang selama ini ia bayangkan. Sementara aku sendiri juga mengubah posisi, tongkatku yang sudah tegak kucoba untuk kumasukkan ke dalam tempat ‘kacang basah’ Riana.
“Aauuww.. Ohh.. Auww” Riana berteriak tertahan menahan kenikmatan tongkatku, namun tertahan suaranya oleh tongkat Rico yang sedang maju mundur.

Kulihat wajah pacarku ini benar-benar cantik dan menggairahkan dengan dua buah tongkat yang sedang memasuki lubang atas dan bawahnya. Kugerakkan tongkatku maju mundur mengikuti gerakan Rico yang juga maju mundur dalam mulut Riana.

“Ohh.. Ua.. Uuaoww” berbagai suara-suara tertahan serta desahan nafas memecah kesunyian malam itu.

Setelah berlangsung selama 10 menit, kemudian Rico menoleh ke arahku, meski ia tak bicara tapi aku mengerti kalau ia minta ijin kepadaku untuk tukar posisi, karena ia ingin merasakan juga nikmatnya ‘kacang basah’ Riana. Kami pun bertukar tempat. Tongkat Rico di bawah, sedangkan tongkatku di mulut Riana.

“Ouhh.. Ohh..” Tongkatku maju mundur dalam mulut Riana, kadang kepalanya ia jilat, kadang batangnya bahkan kadang seluruhnya ia telan.
“Ouhh enak sekali Ris.. Punya kamu masih seret.. Ohh” Terdengar Rico meracau merasakan nikmatnya gua Riana.
“Ris, kamu makin cantik sekali, dengan wajah penuh permen gitu.. Ohh” matanya melotot kugodain seperti itu, tapi makin tambah nikmat.
“Ohh Ris.. Dada kamu montok sekali.. Ohh”
“Ahh.. Kamu menggairahkan sekali Ris..”
“Auh.. Ohh” sensasi yang kami rasakan makin menjadi.

Mata Riana berkejap-kejap tanda ia sudah mau mencapai orgasme, aku hapal betul tanda-tanda ini karena aku sering bermain cinta dengan Riana.

“Ohh.. Ohh..” Di saat yang sama akupun juga merasakan hal serupa, akhirnya kutumpahkan seluruh lahar panasku kemulutnya. Crutt.. Crutt..
“Ups.. Ohh..”

Mulut Riana belepotan oleh cairan lahar panasku. Sebagian ia telan karena ia mempercayai akan membuatnya awet muda. Sedangkan Rico masih terus memompa, tapi kulihat ia pun hampir mengeluarkan lahar panasnya.

“Ohh.. Huu.. Ohhghh..”

Cret.. Cret.. Crret.. Tumpahlah lahar panas Rico yang ia keluarkan di perut Riana, sengaja ia tidak mau mengeluarkan di dalam karena takut resiko pada kehamilan Riana, meski sebenarnya Riana sudah meminum obat anti hamil.

Kami bertiga kemudian tergeletak lemas, namun puas setelah mencapai puncak bersama-sama. Karena Riana di rumah sendirian, maka semalam kami terus berpesta. Kadang aku dengan Riana, kadang Rico dengan Riana, kadang juga bertiga. Tapi yang pasti aku tidak dengan Rico karena aku masih waras bukan gay. Dan kulihat Riana sangat menyukai permainan ini.

Sejak saat itu hubunganku dengan Riana semakin mesra, tanpa ada rasa cemburu tapi semakin cinta. Dan rencananya kami juga akan segera menikah.

Kisah Taro – Putus Cinta Membawa Kenikmatan

TAROSLOT Putus Cinta Membawa Kenikmatan, Nama saya Beno (Bukan nama sebenarnya), saya asli anak kampung lahir di lereng pegunungan Bandung Barat (Jawa Barat). Kisah nyata ini berawal sejak saya masuk PSD1 (Pendidikan Setara Diploma) di Bandung, nama gadis itu Siti (Bukan nama sebenarnya), kelahiran PB (RIAU) yang dikirim orangtuanya ke Bandung untuk menuntut ilmu. Singkat cerita setelah kenal selama kurang-lebih tiga bulan, saya dengan Siti pulang dari kuliah bareng seperti biasanya. Sebelum pulang Siti meminta saya untuk mencium keningnya (Jelas saya lakukan, saya cinta). Tiba-tiba setelah saya melangkahkan kaki beberapa langkah, tiba-tiba Siti memanggilku,

“Beno.. kesini bentar”, langkahku terhenti dan membalikan badan untuk menghampirinya. Serta dia berbisik,

“Kedalam aja dulu yuk.., di dalam nggak ada siapa-siapa”, saya berhenti sejenak lalu masuk. Di rumahnya hanya bertiga (Kakaknya, Siti, dan Adiknya). Kemudian saya dipersilakan duduk kemudian Siti berkata, “Sebentar yah saya ganti baju dulu.” 3 menit kemudian Siti datang dengan membawa air minum dan duduk di samping saya. Kemudian dengan sedikit keberanian saya mencium bibir Siti, dia hanya tertunduk malu sambil berkata “Ich.. Beno jangan gitu ach..” dan pipinya memerah menambah kecantikannya. Saya bilang, “Siti.. kamu cantik deh kalau pipi kamu merah..” lalu Siti menyubit pas di kemaluan, saya sedikit teriak“Aduh.. sakit donk.” Kemudian Siti langsung memegang kemaluan saya dan berkata,“Coba saya lihat..” sambil membuka resleting celana saya.“Jangan ach malu..” kata saya. Tanpa memikirkan hal apapun saya merelakan kemaluanku dilihat sama Siti, Siti bilang “Bagus yah.. gede dan rada bengkok.” Saya bilang

“Siti.. kamu mau?” tanpa menjawab ia hanya merebahkan badannya di kursi panjang tempat saya duduk, tanpa berpikir panjang saya lalu menindih dia, saya ciumi dia, saya buka kancing bajunya dan saya buka juga BH-nya. Susunya masih kecil seukuran dengan kepalan tangan. Saya julurkan lidah saya diputar ke kiri dan kanan, ke atas dan ke bawah untuk memainkan puting yang masih kecil. Payudaranya semakin lama semakin mengeras dan kepala saya semakin ditekan ke payudaranya, sambil memanggil-manggil nama saya “Terus.. Ben, terus Ben.., nikmat.. sekali Ben” dan terdengar desahan kecil

“aacchh..” barengan itu pula saya ingin ke belakang, rasanya kepingin pipis, sambil mengangkat kepala dari payudaranya. Saya bertanya berbisik “Ech.. kamar kecilnya dimana”, dia menjawab sambil mengangkat tangannya menunjukan arah,

“Masuk ke situ.. lurus lalu belok kanan”, tanpa berpikir panjang saya langsung lari ke kamar kecil dan keluarlah “cairan perjaka” yang pertama. Tanpa sepengetahuan saya Siti ternyata mengikuti dari belakang, lalu masuk ke kamar kecil itu dan bertanya sambil melihat kemaluank Ben.. kamu kok tiba-tiba lari, kenapa?” Aku hanya terdiam dan aku tak tahu apa yang terjadi, badanku terasa lemas seperti yang sudah menempuh perjalanan jauh. Kemudian Siti membuka baju dan BH-nya yang sudah terlepas tadi. “Mandi ah..” Siti bilang, tanpa rasa malu dia membuka seluruh pakaiannya di depan saya dan di gantungkannya di paku dinding kamar mandi. Kemudian saya berpikir “Apa yang sedang saya lakukan?”, Siti dengan tiba-tiba sangat bernafsu menciumi bibir dan leher saya, serta tangannya yang terampil mengocok kemaluan saya yang dari tadi nongol dari resleting yang belum saya tutup sampai terasa ngilu. Tangan Siti yang sebelah kiri memegang pundak saya dan tangan yang sebelahnya lagi tangan kanan menuntun kemaluan saya yang tadi dikocok-kocok untuk dimasukan ke dalam vaginanya. Siti berbisik, “Ben.. kok nggak masuk-masuk..”, saya bilang

“Nggak tahu atuh, saya nggak bisa memasukannya, kayaknya terlalu sempit nih..” Lalu Siti berbisik,

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

“Kita pindah aja yuk kekamar, biar nggak susah”, sebelum kaki melangkah kami dikejutkan oleh bunyi bel pintu depan “Ding-Dong” (Waduh kagetnya minta ampun, jantung rasanya nggak karuan). Kami berdua saling bertatapan sejenak, kemudian dengan spontan Siti meraih baju, BH serta CD-nya yang digantung di paku, saya langsung lari ke depan untuk membuka pintu, ternyata yang dateng orangtuanya dari Riau (kakaknya ternyata jemput orangtuanya dari Airport)

Pas buka pintu langsung kakaknya bertanya, “Dimana si Siti, kok nge-bel dari tadi nggak di buka-buka pintunya, lagi pada ngapain sih kalian?” Saya menjawab “Dari tadi Siti ada dibelakang, saya disini.. lalu Siti teriak meminta agar saya membukakan pintunya, maafkan saya kak.., karena saya selaku tamu di sini tidak ada hak untuk membuka pintu tanpa seizin tuan rumah. Dan saya kira tadi bukan kakak, jadi tidak saya buka.” Kemudian sambil masuk ke dalam kakaknya bergumam,

“Ah.. dasar kamu pintar cari alasan.” Setelah itu orangtuanya Siti berbincang-bincang dengan saya (Interogasi), tanya asal-usul, orangtua, pekerjaan orangtua, rumah, pokoknya segalanya. Dan saya jelaskan semuanya, saya di Bandung ini sejak masuk SMP (yah.. inilah nasib anak kampung). Kemudian terdengar suara ibunya memarahi Siti, “Ngapain kamu pacaran sama anak kampung gitu.., mau diberi makan apa kamu sama dia, pokoknya Mama nggak setuju kamu berhubungan sama dia.”

Beberapa menit kemudian Siti datang dengan mata berkaca-kaca, merah tanda mau menangis dan ia meminta saya untuk meninggalkan rumah itu. Tidak banyak berkata saya langsung pulang tanpa pamit dan saya mengerti, serta mendengar apa yang ibunya bilang. Waktu itu menjelang pukul 18:00, aku pulang ke rumah dengan 1001 pikiran dan pertanyaan, mengapa hal ini terjadi pada saya? Di tempat tidur kira-kira pukul 19:25 saya melamun memikirkan apa yang sudah saya alami siang tadi.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Tiba-tiba terdengar ketukan pintu sambil mengucapkan “salam”, dalam pikiranku “perasaan saya hafal suara itu” pas saya buka ternyata Siti datang dengan wajah dan rambut lusuh dibasahi dengan keringat dan air mata, kemudian tanpa banyak bicara saya peluk, saya cium keningnya dan saya minta untuk menceritakan kenapa bisa begini. Sambil tersedu-sedu Siti menjelaskan semuanya, bahwa setelah saya pulang Siti bertengkar hebat dengan orangtuanya, lantas ia minta izin untuk tidur di rumah temannya yang bernama Wiwik (bukan nama sebenarnya, yang sudah ia hubungi).

Film Bokep – Jika ortunya telepon bilangin Siti ada disini, tapi sudah tidur, padahal sebenarnya Siti ke rumah saya “Dengan dalih nginap dirumah Wiwik.” Kemudian saya siapkan air hangat, saya bikin nasi goreng dan saya siapkan juga baju piyama (maklum saat itu ortu masih di kampung dan rumah itu hanya cukup buat sendiri, jadi apa-apa melakukan sendiri). Kemudian kami makan nasi goreng yang saya buat, lalu Siti mengeluarkan air mata lagi. Saya bilang, “Sudah dong ah.., jangan nangis lagi..” lalu Siti berkata

“Ben.., saya minta maaf atas omongan dan perlakuan orang tua saya terhadap kamu tadi siang. Saya bilang, “Walaupun saya marah sama orang tua kamu, tapi kalau melihat kamu senyum saya nggak bisa marah lho..” sambil sedikit merayu. Sampailah pada pukul 21:00, kita berdua pergi ke kamar rasanya lelah sekali, saat itu Dunia Dalam Berita, Siti meminta saya untuk memeluknya dan berkata “Ben.. apa yang bisa membuat kamu percaya bahwa saya betul-betul sayang sepenuhnya sama kamu”, lalu saya berkata berikanlah “kesucian” kamu, setelah kau berikan baru saya akan percaya.

(Perlu pembaca ketahui, bahwa saya belum pernah mencium “bau” wanita sebelumnya, mungkin karena saya tertutup atau karena saya masuk STM (Sekolah Teknik Menengah)dan teman-teman saya tidak ada perempuannya, hanya omong yang besar yang ada kalau membicarakan masalah wanita). Tapi setelah permintaan itu Siti hanya berdiam saja, tanpa banyak komentar saya pegang payudaranya, kemudian saya buka kancing baju piyamanya serta celana dan CD-nya. Siti seolah-olah pasrah dengan apa yang saya lakukan, kemudian saya mengulangi yang siang tadi saya lakukan.

Saya hisap puting payudaranya, kemudian saya mainkan dengan lidah, lalu menyusuri leher, perut, tali pusar terus sampai bawah ke “hutan homogen” yang belum begitu banyak tumbuh bulu. Dia tertawa manja sambil memanggil, “Ben.. jangan geli Ben.., ih.. Beno.. kamu apa-apaan geli ah..” Saya berhenti sejenak dan saya tatap matanya yang penuh gairah, lalu saya berkata “Tapi kamu suka kan..” ia cuma mengangguk sambil tersenyum. Lantas saya lebih gila, saya jilati daging yang ada di dalam bibir memek yang sempit itu, Siti semakin ganas dan liar, dengan keras ia mendorong-dorong kepala saya ke lubang memek sambil menikmati jilatan lidahk

Lalu Siti memintaku untuk memasukan penisku ke dalam memeknya, kemudian aku membuka celana dan CD, aku berikan penis yang lumayan gede dan agak bengkok ketangan Siti lalu di masukannya penisku ke vaginanya. Mulanya susah masuk, tapi atas kegigihan dan bantuan tangan Siti akhirnya bisa masuk “Blessh” terdengar sedikit rintihan Siti

– Sakit Ben.., sakit.” Saya berpikir “Baru saja 1/2 yang masuk sudah begini.., bagaimana kalau semuanya masuk”, kemudian aku perlahan-lahan menaik-turunkan pinggangku berkali-kali, sambil memasukan penis saya lebih dalam lagi, tidak terdengar rintihan hanya bisikan-bisikan mesra yang meminta agar saya memperdalam tusukan kontolku, saking begitu nikmatnya Siti memejamkan kedua matanya dan meminta lebih dalam lagi “Ben.., terus Ben.., lebih dalam lagi.., terus..” beberapa saat kemudian terasa badan saya mengejang dan saya memeluk tubuh Siti, tiba-tiba mata Siti terbuka dan bertanya, “Ada apa Ben.., kok kamu berhenti.. eh.. apa ini, kok terasa seperti ada yang menembak didalam memek ku gung”, lalu dia berkata lagi

“Ben.., tapi nikmat terusin dong.., ayo dong..” Kemudian saya coba untuk mengangkat penis saya tapi terasa ngilu sekali sampai saya nyengir. Siti bertanya, “Ben.. kenapa, sakit?” Aku jawab,

“Tidak..” Dan aku mulai menaik-turunkan pinggang untuk melanjutkan permainan walaupun ada rasa ngilu. Beberapa menit Siti meminta mempercepat tempo gerakan “Cepatin dikit..” sambil memegang pantatku dan akhirnya ia mengejang kurang lebih 6 detik sambil memeluk erat badan saya dan melepaskan nafas yang sepertinya tertahan dari tadi, perasaan lemas dan ada sesuatu yang sepertinya membuat aku menyesal, tapi apa yah (saya berpikir) apakah karena saya telah melakukan ini atau ada perasaan takut?

Akhirnya kami tertidur lelap, pagi harinya setelah kami mandi kemudian sarapan dan bersiap-siap berangkat ke kampus, Siti memberitahukan bahwa dirinya telah dijodohkan oleh ortunya di Riau dengan anak pengusaha. Katanya “Ben.., aku betul-betul minta maaf ya, bukan maksud Siti mau menyakiti kamu, karena setelah kuliah kita nanti selesai, mungkin kita tidak akan bertemu lagi sebab, aku harus kembali ke Riau dan menikah dengan lelaki pilihan ortu Siti.

” Waktu itu juga aku seperti tidak ada tenaga, lemas, menyesal campur marah. Saya menangis dan berkata, “Mengapa.., Siti.., mengapa kau lakukan ini semua, kalau seandainya aku tahu kamu sudah dijodohkan dengan pilihan ortu kamu, aku tidak akan menyentuh bahkan tidur dan melakukan di luar batas-batas kewajaran dengan kamu? lantas apa yang harus aku lakukan.” Dia menjawab dengan berlinang air mata “Ben.., aku sayang sama kamu.., aku rela Kegadisanku diberikan kepadamu dan aku bangga bisa memberikan sesuatu yang berharga pada diri aku dan berarti untuk orang yang aku sayangi dan cintai, aku mohon setelah kejadian ini kamu harus bisa melupakan aku, waktu semalam aku kan bertanya, apa yang membuat kamu percaya bahwa aku sayang sama kamu, kamu kan yang mengiginkan semua ini?” Aku bantah,

“Tapi kenapa kamu tidak bilang bahwa kamu sudah dijodohkan dengan orang kaya pilihan ortu kamu?” Ia jawab lagi, “Pokoknya kamu tenang saja Ben.., dan aku juga sekarang akan berusaha untuk melupakan kamu kok..? izinkanlah aku untuk pergi. Aku mau pulang sekarang”, aku tidak menjawab, ia mencium bibir saya dan berkata “Aku sayang kamu kok” aku bentak Siti.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

“Jika kamu sayang.., tinggalah bersama aku.” Siti tersenyum manja dan berkata,

“Jika aku menikah dengan kamu.., kamu mau memberi makan apa..” Rupanya Siti memancing supaya aku benci dan kesal terhadap dia, tapi aku nggak bisa marah, hanya menangis, lalu ia duduk dan berkata la “Maafkan aku Ben.., bukan itu masalahnya.., bukan kamu nggak bisa memberi makan dan aku yakin serta percaya kamu bisa membahagiakanku, tapi yang jadi tujuan utama hidup aku, aku hanya ingin membahagiakan orang tuaku, biarlah aku berkorban, walaupun kita melanjutkan hubungan kita ini dan tanpa restu orang tua.., pasti kita tidak akan bahagia. Sejak itu saya sadar, hatinya memang suci, ingin membahagiakan kedua orang tuanya dan menikah dengan “lelaki kaya” serta ia rela berkorban walau harus kehilangan “mahkotanya” demi seseorang yang sayanginya. Para pembaca sekalian.., itulah kisah nyata yang menimpa saya sebagai anak kampung.. Cerita ini dulu saya alami 4 tahun yang lalu.

‘kemarin bulan September 1999, saya dengar dari teman bahwa dia melahirkan seorang bayi perempuan dan kenangan saya sewaktu bersamanya terbayang kembali. Ingin saya menengok Siti, tapi saya takut merusak kebahagiaan rumah tangga mereka. Saya merasa bersalah, merasa dibohongi, saya merasa ditipu. Mungkin setelah saya berbagi kisah nyata ini, beban dan rasa bersalah saya bisa sedikit berkurang.

Kisah Taro – Setubuhi ABG Doyan Mabok

TAROSLOT Setubuhi ABG Doyan Mabok, Kisah sex kali ini adalah cerita sex yang benar terjadi apa adanya, aku alami sendiri dengan tetanggaku yang masih SMA. Sementara saat itu umurku sudah 35 tahunan sudah dibilang om om. Tapi aku gak mau kalah sama anak muda jaman sekarang. Penampilanku masih maudis dengan dirunjang tinggiku sekitar 170cm dengan badan putih bersih terawat dan face yang tidak menua karena aku sering minum jamu tradisional.

Ohh ya tak lupa aku perkenalkan sosok tetanggaku yang masih belia tersebut. Aku sering memanggilnya Tantri. Dia gadis yang berparas cantik. Dia memiliki perawakan tinggi sekitar 167cm dan berat badan sekitar 50kg. disamping itu sia juga mempunyai rambut yang bagus,panjang, lurus, hitam aku sangat menyukainya. Yang tak kalah payudaranya lumayan besar kutafsir sekitar 34B. meskipun pantatnya kurang menarik agak sedikit kerempeng tapi dengan hanya memandang wajahnya saja setiap orang pasti akan tertarik padanya.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Sudah seringkali aku menggodanya, mencoba ngajak jalan dia tapi selalu Tantri menolak (tanpa sepengatuhan istriku). Penolakan itu semakin membuat aku penasaran dan semakin bernafsu untuk bias mendapatkan tubuh seksinya itu. Mulai dari aku kirim bunga, aku kirim coklat, dan lain-lainnya dengan aku menyuruh temanku. Aku terus berfikir apa yang bias membuat Tantri mau jalan denganku.

Sampai suatu saat aku iseng-iseng jemput Tantri. Pukul 13.30 tepat aku nyampai di depan sekolah nya,pas aku liat dah ada sebagian sudah pada kluar dari sekolahanya nya, gak sampai 15 menit aku nungguin Tantri, akhir nya aku liat Tantri berjalan menghampiri aku.

“Tumben om jemput Tantri atau gak sengaja lewat trus mampir om” kata Tantri nyamperin. “Enggak kok, om sengaja jemput Tantri om mau ajakin Tantri jalan-jalan ke malioboro Tantri mau kan”?? “Tapi Tantri masih pake seragam sekolah om, takut ntar klau ada pak guru atau bu guru yang liat di mall”. “Aahh…Tantri tenang aja nih kan dah jam pulang sekolah biarin aja kalau ada pak guru atau bu guru yang liat kita jalan2 diluar” jawabku santai.

Akhirnya Tantri mau aku ajakin jalan-jalan ke malioboro, setelah sampai di ramai malioboro Tantri minta di beliin jaket sama celana buat ganti seragam sekolah nya. Sambil nunggu Tantri beli jaket ma celana aku nongkrong di area permainan. Setelah kurang lebih 20 menitan aku nungguin Tantri beli jaket ma celana, Tantri nyamperin aku yg baru asyik nongkrong. “Om uangnya mana Tantri udah dapetin jaket ma celananya cuma tinggal ngebayar di cassir aja” kata Tantri sambil ajak aku ke Kasir tempet di beli jaket ma celana, brapa mbak total semua nya sapa aku ke mbak-mbak yang jaga di Kasir.

Totalnya semua habis Rp.200,000 kata mbak-mbak nya dengan gaya acuh tak acuh. Setelah aku bayar di Kasir langsung aku ajak Tantri makan di rumah makan yang ada di sebelah took. Sampai di rumah makan aku suruh sekalian Tantri ganti baju seragam sekolahnya dengan jaket ma celana yang baru aja dia beli, di kamar mandi rumah makan itu. busyeettt pas aku liat Tantri dah selesai ganti baju, tampak lah kecantikan dan kepolosan seorang abg yang sangat cantik dan benar2 seksi.

Habis makan terus aku ajakin ke warnet, mau nengokin forum cerita dewasa. Pas nyampe di depan warnet aku tanyain Tantri “kamu minum gak nich”, “Vodka sama calpico aja om yang segar kata Tantri” biasa lah Tantri tuh suka nya minum kayak gitu cuma ma aku doank, kalau sama org lain gak mau gak tau knap. Ya dah sekarang Tantri login dulu di net,om nyari minuman nya dulu. Okey om kata Tantri…

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Setelah kurang lebih 5 menitan aku ke fortran net sambil aku bawa Vodka pesanan Tantri. Ternyata sewaktu aku tinggal nyari minum Tantri sedang dowload bokep yang aduhai, loh kok cepet bgt om beli minum nya kata Tantri kaget sewaktu aku datengin di bok net. Iya nich,kebetulan warung nya yang jualan minuman baru sepi jadi langsung di layani.

Singkat cerita Vodka+calpico dah aku abisin berdua sama Tantri, aku liat Tantri sudah mulai mabok kebanyakan minum. “Om dowloatan Tantri tadi dah selesai belom ya”kata Tantri dengan genit nya.

Oww,kayak nya dah selesai sambil aku liatin emang dowload nya dah selesai. langsung aku play aja tuh bokep hentai yang tadi di dowload ma Tantri,, busyyeettt,bagus juga nich anak milih film bokep yang bagus walaupun bokep hentai. om,klau di kayak gitu kan nikmat gak seh kata Tantri sambil nunjukin jari nya ke arah layar maunitor, di layar maunitor tampak cartoon naruto dan sakura yang lagi becinta/making love. wah klau cuma liat doank gak nikmat ,nikmatan klau praktek langsung aja kata aku yang sudah agak mabok tapi Tantri takut,cewek nya kan teriak-teriak kayak nya sakit gitu om,balas Tantri.

Tuh teriak-teriak keenakan bukan nya teriak kesakitan kata aku. sambil liat bokep pelan-pelan tangan aku masukin ke dalam jaket Tantri,pelan tapi pasti akhir nya tangan aku menyentuh buah dada Tantri yang masih tertutup dengan jaket,aku remas-remas buah dada nya kadang-kadang aku pelintir puting nya. occhhhh,,,oochhh,,om geli,desah Tantri sewaktu puting susu nya aku pelintir,bosan dengan buah dada nya perlahan aku arahin tangan aku ke daerah selangkangan Tantri,pelan tapi pasti sampai juga tangan aku di selangkangan nya,aku gesek-gesekin tangan aku di luar selangkangan walau masih terbungkus celana tampak nya Tantri mulai terbawa birahi nya. eh,pas asyik-asyik nya aku mencumbui Tantri.

Tiba2 lampu di net nya padam sekilas terlintas dalam pikiran aku,nih waktu pas bgt buat nerusin lebih hot lagi,tapi lebih baik sekarang aku ajakin Tantri chek in di hotel aja. Yuk pindah ke hotel aja yang lebih nyaman ya Tantri,kata aku sambil ajakin Tantri kluar dari net, langsung aja aku cabut ke hotel yang dah biasa aku pake buat eksekusi.

Sampai di kamar hotel tanpa basa basi lagi aku tindih Tantri yang tergeletak di atas ranjang hotel, aku bukain semua pakaian nya hinggal bugil. aku jilatin buah dada nya sambil jari aku gesekin ke memiaw nya. ooouuugghh,,,oouuugghhh,,ommm,desah Tantri sewaktu jari aku masukin ke memiaw nya yang masih sempittt. ooccchh,oocchh,,,nikmatt om,memiaw Tantri di apain kok rasanya nikmat banget om,oochhh,,occhhh,,,ouuuchh ka,gantian dunk oralin Penis om,dah gak tahan nih pengen ngerasain emutan Tantri yang nikmat,kata aku sambil naik ke atas tubuh Tantri.

Sambil aku arahin Penis aku ke mulut nya yang mungil, perlahan Tantri menjilatin Penis aku dari batang nya dari bawah ke atas,dan mulai memasukkan Penis aku ke mulut nya yang mungil,oochhh nikmat bgt ketika Penis aku di sedot pake mulut mungil nya Tantri,aku pegangin kepala Tantri sambil aku kocokin Penis aku ke dalam mulut nya.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Kurang lebih 30 menitan berlalu aku merasa sudah mau mencapai klimaks dan “oooohhh…oohhh….sedott yang kenceng….om dah mau nyampe” sambil penisku aku masukin lebih dalam ke mulut nya. “Crooot…croot…croott…sperma aku berhamburan masuk ke mulut mungil nya, aku tahan kepala Tantri saat aku klimaks.

Kisah Seks Ngentot Abg Doyan Mabok – Sesudah semprotan terakhir aku cabut Penis aku pelan-pelan dari mulut Tantri, tampak sebagian sperma aku yang gak sempat di telan Tantri meleleh membasahi bibir mungil Tantri, aku suruh Tantri ngejilatin sisa sperma yang masih menempel di Penis aku sampai bersih.

Setelah itu kita mandi dan saling berpakian. Sejenak kami beristirahat setelah kecapekan akibat pertempuran yang baru saja terjadi. Dan sambil menunggu Tantri benar-benar sadar dari maboknya dan barulah aku mengantarkannya pulang. Tapi aku mengantarkannya tidak sampai depan rumahnya

Kisah Taro – Berselingkuh Dengan Anak Abangku

TAROSLOT Kisah Taro – Berselingkuh Dengan Anak Abangku, Saya ibu rumah tangga berumur 30 tahun yang sehari-sehari mempunyai kegiatan terkait dengan kegiatan sosial yang kadang-kadang menyelenggarakan kegiatan di luar rumah, termasuk rapat-rapatnya. Suami bekerja di pemerintahan. Anak kami dua yang tertua berumur 16 tahun. Saya sewaktu masih muda kadang-kadang ikut sebagai peragawati dan kadang-kadang juga foto model, dengan tinggi badan 160 cm. Dengan bagian-bagian tubuh depan dan belakang termasuk bagus. Berat badan sekitar 45 kg.

Orang bilang saya punya penampilan yang menarik dan seksi terutama juga bibir saya. Apa yang saya akan ceritakan adalah pengalaman saya yang menarik yang telah menjadikan hidup saya terpuaskan lahiriah dan batiniah. Dan telah memperkuat kehidupan perkawinan kami.

Ceritanya berawal pada suatu peringatan ulang tahun suami kakak saya kurang lebih dua tahun yang lalu, dimana banyak sudara-saudara yang membantu dalam persiapannya. Ikut pula membantu keponakan saya Dika, anak kakak saya yang lain lagi.

Dika berumur 23 tahunan, masih kuliah, berperawakan tegap atletis tinggi kurang lebih 170 Cm. Tampangnya cakep dengan rambut hitam bergelombang. Termasuk seksi juga. Genit juga. Suka mencuri-curi memandangi saya, seperti mau menelan.

Kalau bertatap pandang matanya sepertinya tersenyum. Kurang ajar juga pikiran saya, tetapi terus terang saya juga senang. Anaknya simpatik sih. Kadang-kadang ada juga pikiran, enak barangkali kalau mencium Dika atau memeluknya/dipeluk. Kelihatannya ada setrum dan chemistry di antara kami.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Sore itu kakak meminta saya untuk mengambilkan kue tart, karena tidak ada yang bisa dimintai tolong. Karena tidak ada yang lain juga terpaksa Dika yang mengantarkan dengan mobilnya. Apa yang terjadi adalah ketika secara bersama Dika dan saya memungut dompet saya yang terjatuh di garasi. Dika memegang tangan saya menarik dan mencium pipi saya dengan senyum.

Saya tidak bereaksi tetapi juga tidak marah tetapi berusaha memberikan kesan kalau saya juga senang. Sikap saya yang tidak menentang membuatnya kemudian mengulangi ciumannya dalam mobil ketika berhenti di lampu merah. Kali ini ciumannya di mulut sambil menekankan tangannya pada paha. Dika mencium dengan melumat dan memainkan lidahnya.

Meski ini bukan pengalaman saya pertama untuk dicium tetapi saya tergetar seluruh tubuh dan merasakan ada rasa menggelitik dan mengalir di kemaluan saya. Selintas terjadi pertempuran antara ya dan tidak, antara pertahanan kejujuran terhadap suami melawan spontanitas keindahan kemunculan gairah, dan nampaknya kejujuran akan terkalahkan.

Getaran terus menggebu sampai kesadaran muncul dengan reaksi mendorong sambil menggumam, “Jangan di sini, jangan di sini, dilihat orang.” Terus terang keinginan sangat besar untuk tidak menghentikannya, tetapi memang tempatnya tidak tepat. Babak awal telah terbuka, dan cerita tidak ingin terputus dan babak berikut perlu dipanggungkan secara berkelanjutan.

Sepanjang proses pengambilan kue tart Dika pada kesempatan yang memungkinkan selalu mencuri untuk mencium dan sesekali membisikkan kata-kata, “You are beautiful,” dan terakhir menjelang sampai kembali ke rumah dia bisikkan,

“I want you,” sambil mencium telinga saya. Sekali lagi saya tergetar sampai ke bawah. Melirik ke arah dia sambil senyum. Saya harap Dika bisa menangkap senyum saya dan pandangan mata saya sebagai tanda “OK”. Kami diam.

Sesampai di pagar rumah saya bisikkan pada Dika, “Telepon saya besok pagi.” Pesta ulang tahun berjalan dengan lancar. Dika tetap mencuri-curi pandang pada setiap kesempatan. Akhirnya semua pulang, saya pun pulang, bersama suami, dengan berbagai perasaan seperti gadis yang jatuh cinta.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Malam hari menjelang tidur pikiran tidak bisa terlepas dari Dika. Gelitik dan kelembaban terasa disela-sela paha. Karena pikiran dipenuhi Dika mata pun tidak bisa terpejam. Mengharap pagi hari lekas datang. Gila kalau dipikir, kok bisa tergoda, hanyut.

Keesokan harinya pagi-pagi Dika sudah menelepon. Untung bukan suami yang mengangkat. Singkatnya siang itu Dika dan saya lunch, menikmati keberduaan dan kedekatan yang merangsang. Kami meninggalkan dengan Dika memegang inisiatip yang kemudian berakhir di salah satu motel di timur Jakarta, tanpa ada sikap keberatan atau protes dari saya.

Tanpa menunggu pintu kamar motel tertutup rapat, sambil berdiri saya telah berada dipelukan Dika, melumat mulut dengan ciuman yang berapi-api. Tangannya menjelajah keseluruh bagian tubuh saya. Ke bawah rok menekan pantat saya dan menekankan badannya dan burungnya.

Saya menyerah, tangan saya pun jadi ikut menjelajah ke burungnya yang telah sangat keras. Meremasnya dari luar dengan keinginan yang makin menggebu untuk membukanya. “Gila nih, gila nih!” terngiang di benak, tetapi tak mampu menyetop gairah yang sudah memuncak ini.

Setelah memastikan bahwa tidak akan ada gangguan dari room service Dika menggiring saya ke tempat tidur tanpa melepaskan pelukannya. Pelan-pelan dia tidurkan saya dan secara lembut mulai menciumi dari telinga leher mulut, sambil kancing bacu dibuka, dan terus menciumi buah dada saya secara bergantian kanan kiri, BH dilepas, dihisapnya puting dan dijilatnya secara halus. Seluruh badan terasa kena setrum, terangsang.

Kewanitaan saya terasa basah karena memang saya mempunyai kekhasan produksi cairan kewanitaan yang banyak. Dika pun memulai membuka satu persatu bajunya, masih tertinggal CD-nya. Secara pelahan Dika membuka bagian bawah rok sambil tak hentinya menciumi seluruh bagian yang terbuka.

Perut saya dia ciumi bermesra-mesra. Tangannya menjalar juga keseluruh badan dan mendekap pada kewanitaan saya yang telah membasahi CD, sambil mulut Dika mendesah penuh gairah. Saya sudah tak bisa menahan kenikmatan yang rasanya sudah lama tak saya alami lagi.

Tangan Dika mulai dimasukkan ke dalam CD menulusuri kewanitaan saya dengan menggerakkan jarinya. Gila setengah mati rasanya. Mau teriak rasanya. Dika secara halus dan pandai memainkan seluruh badan dan bagian-bagian peka saya. Kewanitaan saya mulai banjir merespon pada rangsangan yang selangit. Gila benar rasanya.

Dika berlanjut dengan membuka CD dan memulai mengkonsentrasikan perhatiannya pada kewanitaan saya. Diciumnya secara perlahan dengan memainkan lidahnya dari atas ke bawah. Paha saya ditegakkan dan dibukanya lebar-lebar.

Diciumnya bibir kemaluan dengan bibirnya secara penuh, dihisapnya secara berkali-kali sambil lidahnya memasuki celah-celah kemaluan saya. Aduh gila rasanya selangit. Ganti dia hisap klitoris secara halus. Dihisapnya, terus. Sampai saya tidak tahan dan sampailah saya pada puncak. Terasa cairan mengalir.

Disertai dengan teriakan ringan tangan memeras rambut Dika. Ini menjadikan Dika lebih lagi menggumuli lubang kemaluan saya. Dia benamkan dan usapkan seluruh wajahnya pada kemaluan saya yang basah dengan desahan kepuasan.

Saya sudah tidak bisa lagi menguasai diri dan terasa selalu tercapai puncak-puncak yang nikmat. Gila benar. Belum pernah saya dibeginikan. Pintar sekali si Dika ini, sepertinya pengalamannya sudah banyak. Saya hanya bisa menggerakkan kepala ke kanan kiri dengan mata terpajam mulut terbuka, dengan suara mendesah keenakan. Gila benar. Selangit.

Kini giliran saya. Dika saya tarik ke atas. Kini batang kemaluannya terasa menekan paha saya. Dika saya balikkan dan batang kemaluannya saya genggam. Wah besar juga dan kencang lagi, sudah basah pula. Langsung saya hisap dengan gairah.

Lidah saya permainkan di ujung kemaluannya sambil dikeluar-masukkan. Dika mengerang. Setelah kurang lebih sepuluh menit Dika melepaskannya. Dia lebih menghendaki keluar di liang kemaluan saya. Kini dia di atas saya lagi dengan posisi batang kemaluan di depan lubang kemaluan.

Dengan ujungnya digerak-gerakkan di bibir kemaluan ke atas ke bawah. Enak sekali. Mabok benar. Kemudian secara perlahan masuklah batang kemaluan ke lubang kemaluan saya dan terus menekan sampai terasa penuh sekali, dan terasa sampai di dasar rahim.

Gila rasanya benar-benar selangit. Tidak pernah rasanya seenak seperti ini. Dika menekan terus sambil menggoyang-goyangkan pantatnya. Gila! Enak benar! Terus dia putar-putar sambil keluar masuk. Sampai saya lebih dulu tidak tahan dan sampai di puncak, keluar dengan meledak-ledak terasa melayang kehilangan nafas sampai terasa hampa saking nikmatnya. Kemaluan saya terasa basah sekali. Dika masih terus memompa dan belum mau menyelesaikan cepat-cepat.

Batang kemaluannya masih diputar dengan keluar masuk di lubang kemaluan, sehingga saya pun tidak tahan keluar lagi, yang ketiga atau yang keenam dengan yang keluar karena dihisap tadi. Gila benar! Seluruh badan basah rasanya. Sprei sudah basah betul dari cairan kewanitaan saya.

Dika masih terus menekan, memutar, menggaruk-garuk dan mencium sekali-sekali. Ciumannya di telinga bersamaan dengan tekanan batang kemaluan di dalam lubang kemaluan saya sungguh membuat seluruh badan menggigil nikmat dan membuat saya keluar secara dahsyat. Kemaluan saya terangkat menyongsong tekanan batang kemaluan Dika. Gila benar, sungguh nikmat tiada tandingan. Akhirnya Dika mulai menggerang-ngerang berbisik mau keluar.

Dengan tekanan yang mantap keluarlah dia dengan semprotan yang keras ke dalam liang kemaluan saya. Hangat, banyak dan terasa mesra dan memuaskan. Oh Tuhan, sungguh tak ada tandingannya. Dia remas badan saya dengan menekankan bibirnya pada bibir saya.

Hampir habis nafas. Kehangatan semprotan Dika menggelitik lagi kemaluan saya sehingga orgasme saya pun keluar lagi yang kedelapan menyusul semprotan Dika. Kami bersama-sama keluar dengan nikmat sekali. Sesaat terasa pingsan kami. Setelah selesai terasa kepuasan yang menyeluruh terasakan di badan.

Pikiran terasa terlepas dari semua masalah dan hanya keindahanlah yang ada. Kami masih berpelukan menikmati tanpa kata-kata, sambil memulihkan kembali energi yang telah tercurahkan secara intensif. Kami tertidur sejenak. Siuman setelah sepuluh menit dengan perasaan yang lega, dan puas.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Meski demikian rasa mengelitik, gatal-gatal kecil masih terasa di kemaluan saya, seolah belum puas dengan kenikmatan yang begitu hebat. Tangan saya mendekap batang kemaluan Dika mengusap-usapnya sayang. Ingin rasanya batang kemaluan Dika memenuhi lagi di lubang kemaluan saya.

Bibir tidak bisa menahan, saya tarik batang kemaluan Dika dan mulai meluncur ke bawah dan menghisapnya lagi dengan kasih sayang, diliputi bau campuran antara cairan saya dan mani yang terasa sedap. Kemaluan Dika terasa sangat lunak tidak segagah tadi. Serasa menghisap marshmallow.

Tetapi hal itu tidak berlangsung lama karena secara perlahan batang kemaluannya mulai membengkak dan menyesaki mulut. Sekali lagi kewanitaan saya tergelitik. Tanpa bertanya saya bangkit jongkok di atas Dika dan memasukkan Dika pelan-pelan. Seluruhnya masuk terasa sampai di ujung perut dan mulai menggelitik G-spot.

Ganti saya pompa ambil kadang merunduk memeluk Dika dan menciumnya. Kadang sambil duduk menikmati penuhnya di kemaluan saya. Rasanya enak sekali karena saya yang mencari posisi yang terenak untuk saya. Setelah beberapa waktu merasakan kenikmatan yang masih datar, kenikmatan mulai memuncak lagi dan terus memuncak sampai akhirnya sampai puncak tertinggi. Meledak-ledak lagi orgasme dengan teriakan-teriakan nikmat. Yang ternyata diikuti oleh Dika dengan semprotan kedua.

Tangannya memeluk erat-erat dengan gerangan pula. Gila enaknya sungguh sesuatu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Ini kali rasanya surga dunia. Kalau bisa maunya seharian begini terus rasanya. Gila! Gila benar, sungguh nikmat memuaskan.

Tetapi kami harus pulang. Saya kembali ke rumah, ke suami dan keluarga saya. Dengan suatu pengalaman yang tak terlupakan selama hidup. Sepanjang jalan kami diam tetapi tangan saling memegang. Malamnya menjelang tidur, sekali lagi kemaluan saya menggelitik dengan ingatan pengalaman siang tadi tidak bisa hilang. Ini memang pembawaan saya yang orang barangkali mengatakannya sebagai maniak seks, histeris, multi orgasme, kelaparan terus. Sekali terbuka lebar dan dirangsang maunya terus dipenuhi oleh pemuas seks.

Sejauh ini dengan suami tidak pernah tercapai apa yang Dika si pemuas seks bisa lakukan. Kepuasan dengan suami sama-sama tercapai tetapi kepuasan yang tidak mendalam seperti Dika si pemuas seks. Suami yang lekas selesai menjadikan “bakat” saya tidak berkembang. Sekarang yang ada hanya suami di samping saya.

Saya merengek minta pada suami dengan tangan meraba burungnya dan memijat-mijatnya halus. Dia tertawa sambil mengejek, “Gatel nih ya.” Dalam hati saya bilang memang gatal. Saya mencoba menikmati penetrasi kemaluannya dengan membayangkan kemaluan Dika. Kewanitaan saya, saya goyangkan mencari spot yang nikmat sambil mendekap. Dia menekan menarik beritme sampai kemudian saya mencapai puncak dulu diikuti dengan semprotan maninya. Selesailah sudah.

Kemaluan saya masih ingin sebetulnya, tetapi dia biasanya sudah tidak bisa lagi. Jadinya tanganlah yang bergerak “Self Service”. Memang penyakit saya (atau karunia) ya itu. Sekali sudah diobok-obok tidak bisa berhenti. Saya tidur dengan nyenyak malam itu.

Seperti yang bisa diduga pertemuan saya dengan Dika si pemuas seks berlanjut. Semua fantasi seks dan impian-impian tak ada yang tidak kami wujudkan. Sungguh sangat-sangat nikmat. Teknik kami makin sempurna dan Dika si pemuas seks bisa membuat saya orgasme sampai tiga belas kali.

Pada kesempatan lain akan saya ceritakan pengalaman-pengalaman kami yang aduhai. Semoga saya tidak jatuh cinta dan menghendaki hubungan yang lebih dalam, dan mengacaukan rumah tangga saya yang sudah ada. Saya hanya mau pemuas seks darinya.

Sama seperti Dika si pemuas seks juga. Sehingga dari luar, partner seks saya resmi adalah suami. Dibalik itu Dika lah yang menjadi pemuas seks dan fantasi saya dan ini telah berjalan selama dua tahunan. Dua kali dalam seminggu paling sedikit. Suami tetap dilayani seminggu sekali, kadang sepuluh harian sekali. Saya merasa bahagia dengan pengaturan sedemikian. Keluarga tetap tidak terganggu.

Hubungan dengan anak-anak dan suami tetap seperti biasa, bahkan kehidupan seks dengan suami menjadi lebih baik. Ternyata selingkuh dengan pemuas seks ada manfaat dan kebaikannya juga.

Kisah Taro – Dipuaskan Oleh Kekasih Hatiku

TAROSLOT Dipuaskan Oleh Kekasih Hatiku, Waktu aq masih duduk dibangku SMA dan bangku kuliah aq suka sekali sama yang namanya jalan-jalan atau traveling, hampir setiap ada liburan sekolah aq menghabiskan waktu liburanku bersama-sama teman have fun, seperti mendaki gunung, atau dengan modal pas-passan kami berkeliling dari satu daerah ke daerah lain di pulau jawa dan sumatra, pokoknya ada saja guna refreshing dari segala macam keruwetan di Jakarta.

Sejak aq menikah dan memiliki seorang anak aq lebih banyak di rumah karena pada awalnya aq berfikir bahwa keluarga yang utama, kesenangan diri bisa nomor 50 maksudnya bisa urusan belakang. Namun kenyataanya aq malah terpuruk dengan keadaan yang akhirnya aq membuat keputusan bahwa aq harus medapat kesempatan pribadi untuk bersenang-senang dengan caraku sendiri dan akhirnya….

Aq berkenalan dengan seorang perempuan seperti biasanya melalui chat di sosmed dan terjadilah saling kirim dan balas, saling sms dan telepon yang akhirnya kami buat janji untuk ketemuan di suatu tempat yang ternyata di rumah kostnya.

Ada hal yang sempat membuatku ragu waktu aq menelponnya, mengatakan bahwa usiaku hampir setengah abad dan apa dia tetap mau bertemu dan menjalin persahabatan denganku dan jawabanya,

“Nggak masalah buatku, kan kata orang life begin at forty dan aq lebih suka berteman dengan orang yang lebih tua dariku, nanti aja deh ceritanya kalau kita udah ketemu”

Pada hari yang sudah ditentukan aq sepulang dari dinas luar kota langsung menuju ke rumah kostnya setelah aq menghubunginya lewat telepon, kupikir ini adalah awal perkenalanku dengan seorang perempuan sejak aq menikah dan cara berkenalan yang aneh dan tidak biasa menurutku.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Aq bawakan dia oleh-oleh kue dari Sakura Anpan dan setangkai White Rose Dan pada saat dia menemuiku aq sperti mimpi karena dia bertubuh sedang, dengan tinggi badan kira-kira 155cm dengan perawakan semok yang membuatku menelan ludah, pantanya padat bulat, pinggulnya ramping dengan perut rata dan payudaranya.. wow montokk! untuk seorang perempuan dengan tinggi badan 155 cm dan merupakan kegemaranku, perempuan dengan payudara besar.

“Well, inilah sy Hendrawan, seperti yang kamu lihat, berkacamata minus, rambut sudah mulai beruban, usiaku 51 thn dan ini oleh-oleh untuk anda” sahutku sambil menyerahkan oleh-oleh kepadanya.

“Aduhhh, makasih banget, anda baik sekali membawakanku kue dan.. hmm, ini bunga kesukaanku, dan inilah sy Irawati, kamu boleh pangil sy Ira, usiaku.. perlu nggak sih kamu tau?” senyumnya sungguh manis dan matanya yang agak sipit tapi lucu. Aq hanya tersenyum sambhil menganggukan kepalaku. Tahun ini genap 26 thn” jawabnya lagi dengan tatapan matanya yang tajam menatapku,

“Sekarang sudah tau kan…? gimana? dan dengan kaca mata itu anda malah keliatan masih muda 10 thn dari usia anda sekarang” sahutnya.

Aq terperangah sejenak, separuh usiaku, tapi keliatan muda katanya? berarti aq belum terlalu tua yah.

Kami ngobrol sejenak, saling memperkenalkan diri lebih lanjut, kuperlihatkan foto keluargaku dan dia memberi komentar tentang foto anak perempuanku.

“Cantik sekali yah putrimu” katanya, kemudian dia mengajakku keluar jalan-jalan.

Kami berdua pergi ke sebuah mall yang ada di daerah jakarta utara. Selama kami jalan-jalan, Ira tak henti-hentinya menceritakan tentang dirinya dan banyak bertanya tentang diriku.

Sikap Ira begitu ceria, bebas dari beban seakan-akan sudah mengenalku bertahun-tahun. Di sebuah restourant seafood kami mampir dan makan sambil ngobrol-ngobrol dengan suasana yang lebih enjoy.

“Ra, kamu sadar nggak sih, bahwa di depanmu ini seorang pria yang sudah berumur setengah abad” tanyaku masih bingung dengan sikap Ira yang ceria dan enjoy.

“Terus kalau kamu 50 thn, kenapa, apa aq nggak boleh senang dengan laki-laki yang usianya hampir sepruh usiaku, gitu yah? kalau aq sendiri senang, kamu nggak suka?” jawabnya sambil tersnyum manis. “Aq mau jujur sama kamu, aq pernah berhubungan (pacaran) dengan seorang laki-laki lebih tua 10 thn dariku sewaktu aq masih duduk di bangku SMA di Kota S, kami putus berpisah padahal selama pacaran aq dan dia sudah seperti suami-stri dan…” aq mengangkat tanganku menghentikan dia untuk melanjutkan ceritanya yang aq sudah dapat menebak kemana arahnya.

“Ok.. ok Ra, stop.. stop.. jangan dilanjutkan lagi, aq nggak mau dengar lanjutannya karena ini hari adalah pertemuan kita yang pertama dan aq ingin pada saat ini kita ada dalam keadaan senang dong yaah..” sahutku sambil memegang kedua tanganya yang halus itu.

Sejenak matanya terlihat berkaca-kaca sepertinya menahan haru.

“Aq tak menyangka bahwa hari ini aq bisa berkenalan dengan seorang pria yang mau mengerti dengan keadaanku yang sebenarnya dan aq suka kamu mas…” jawabnya lagi sendu.

Hari pertama perkenalan di lewati dengan jalan-jalan dan Ira tanpa malu-malu merangkul pinggulku sambil kadang-kadang menyederkan kepalanya ke dadaku.

Hubunganku dengan Ira berlangsung kira-kira 2 buln, baik lewat telepon maupun chat, jalan-jalan dan nonton film yang akhirnya bibir mungilnya kucium di dalam gedung bioskop pada saat film di putar.

Dia pun membalas dengan ciuman-ciuman yang panas disertai desahan-desahan yang merangsang sambil mengarahkan tanganku ke buah dadanya yang montok dan masih terbungkus BH. Kuremas dengan lembut buah dadanya disertai gigitan-gigitan lembut dibibir mungilnya. Dia mendesah mesra, tanganya menjalar ke arah pangkal pahaku sambil mengelus-ngelusnya, aq menggelinjang karena takut keliatan penonton yang lain. Demikian dengan hari-hari berikutnya kami lewati dengan mencuri-curi kesempatan berciuman sambil saling memegang-megang di luar pakaian masing-masing.

Suatu hari aq pulang dari dinas luar kota, aq tak tahan untuk bercumbu dengannya, lalu aq langsung menuju hotel di daerah jakarta selatan, pesan kamar dan sambil santai di ranjang kutelpon Ira di kantornya.

“Hallo honey.. apa kabar?” sahutku ingin membuatnya surprise.

“Haloo.. Hai sayang, kamudimana.. aq kangen banget sama kamuu!” jawabnya manja

“Aq juga kangen banget sama akmu.. kamu pulang jam berapa, aq tunggu di hotel xxx, mau kan kamu menemaniku sebelum aq pulang kerumah?” tanyaku dengan hati-hati taku dia menolak.

“Mau dong.. aq kangen kamuuu, aq pulang sekitar jam 6 sore terus aq langsung ke sana yaa… tunggu aq yah…” sahutnya lagi.

Aq mandi dan hanya belilitkan handuk aq rebahan di ranjang sambil menonton tv, karena saking lelahnya aq jatuh tertidur tanpa sadar dengan tubuh masih terbungkus handuk.

Aq mulai sadar tatkala bibirku, hidungku terasa ada sentuhan yang menggelitik dengan halus serta sentuhan lembut di pangkal pahaku yang masih terlilit handuk. Aq membuka mataku perlahan, terlihat wajah manis dihadapanku.

Ira ku yang manis tengah mengecup bibirku sambil mempermainkan lidahnya serta menggigit pelan hidungku dengan mesranya. Aq bergerak dan dia menghentikan gigitannya sambil menatapku mesra.

“Hai sayang, kasihaannn… capek banget yaa… sampai ketiduran nungguin aq yaa.. ” katanya lagi sambil meremas lembut kemaluanku yang sejak tadi sudah tegang mengeras di balik handuk dan ternyata handukku disingkapnya dan tanganya yang halus itu meremas dan mengelus lembut kemaluanku yang sudah tegang mengeras.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

“Oghhhh sayangg, kamu kok nakal nggak bilang-bilang sudah masuk dan foreplay tanpa ijinku, hmmm?” tanyaku sembari memeluk pinggangnya yang ramping dan tanganku yang lain bergerak ke arah buah dadanya yang montok di balik bajunya.

Ira mencoba menghindari tanganku yang ke arah payudaranya, tetapi tanganku yang lain memelukk pinggangnya sehingga tak berhasil melepaskan irinya dari pelukanku.

“Honey… aq mandi dulu yah… bau nih, bau keringat dan bau pabrik kaos kaki” katanya sambil mencium keningku dan mencoba menghindari bertambah eratnya pelukanku.

“Nggak usah mandi, aq suka banget bau keringatmu,, sedap-sedap gimana gitu….”jawabku menggoda sambil coba meremas buah dadanya yang montok it.

“Janji deh… habis mandi, kamu bebas mau ngapain aja aq…” jawabnya lahi, kali ini kulepaskan pelukanku dan membiarkan dia pergi mandi.

Tak lama kemudian Ira keluar dari kamar mandi hanya terbungkus lilitan handuk menutupi tubuhnya yang semok dan menggemaskan itu.

Aq masih berbaring dengan santai di ranjang, sementara Ira mendekatiku sambil tetap menatapku dengan matanya yang lucu tapi tajam itu.

Dia menaiki ranjang dan merebahkan tubuhnya disampingku. Kami saling menatap dan tanganku mengusap kedua pipinya dan dia melakukan hal yang sama.

Kucium bibir mungil itu, dia membalas dengan mesra, tangan kami pun mulai saling mengelus dengan halus. Kubuka lilitan handuk dari tubuhku dan dengan setengah memaksa kubuka juga handuk yang membungkus tubuh semok itu dan akhirnya…

Kupeluk Ira dengan mesra tanpa sehelai benang pun yang menghalangi tubuh kami berdua. Kami berciuman dari kening, hidung, mata, pipi, bibir.

Tanganku mengelus buah dadanya yang montok dan kenyal itu serta puting susunya yang berwarna merah muda. Dia mendesah lembut, terdengar di telingaku menikmati sentuhan tanganku.

Kini bibirku bergeser turun ke lehernya, ke dadanya yang dibusungkan sehingga memudahkan bibirku mengecupbuah dadanya yang montok dan kenyal itu serta menjilati puting susunya yang menggairahkan. Kuhisap dengan penuh nafsu kedua puting susu itu sambil sesekali menggigit kecil dan jeritan tertahan keluar dari mulut Ira

“Aaghhh masshhh,, terusshh iseppp masshhh… aahhhhhh…”

Sementara mulutku memainkan kedua buah dadanya yang montok itu, tanganku bergerak kebawah keantara pangkal paha Ira yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan lebat itu.

Ira menjambak-jambak rambutku dengan ganasnya karena permainan lidahku di putingnya membuat dia mendesah nikmat serta merta mengangkangkan lebar pahanya sehingga tanganku serta jariku leluasa mengelus memeknya yang mulai basah itu.

Puas menciumi buah dada montok itu perlahan-lahan turun keperutnya yang rata, turun lagi sampai ke pangkal pahanya yang ditumbuhi bulu-bulu lebat nan halus itu.

“Mass.. aaahhh.. teruss masshhh.. terussshhhh!” desahnya manja dan pahanya mulai menjepit perlahan kepalaku.

Kucium lembut pucuk memeknya, dia menggelinjang sambil mendesah pelan. Kemudian lidahku mulai memainkan klitnya disertai ciuman dan gigitan kecil pada labianya.

“Auwhh.. maashhh, kamu hebat.. kamu hebat.. masshhh.. ooogghhhh..” jeritnya pelan, tanganku memilin kedua putingnya dengan lembut.

“Massshhh.. aq nggak kuattt masshh,, ayo mashhh…” katanya sambil menarik tanganku dan memeluk kepalaku dan mecium bibirku dengan liarnya.

Batang kemaluanku sudah tegang mengeras sejak aq beroral sex. Dengan pelan kugesek-gesekkan ke bibir memek Ira sambil menatap wajahnya.

“Iraa sayangg,, masukkin sekarang yah.. aq juga nggak tahan…” kataku sambil menempelkan ujung kemaluanku ke lubang memek Ira.

Dia mengangguk sambil tersenyum, aq mengangkangkan lebar kedua pahanya dan batang kemaluanku kutekankan sehingga masuk perlahan-lahan ke dalam lubang memeknya yang sudah basah oleh cairan kenikmatanya.

“Oogghhh sungguh nikmatt…” terasa lubang kehangatan yang serta meremas batang kemaluanku. Kutekan terus sehingga amblas dimana biji pelerku menempel erat pada bagian bawah memeknya.

“Aaagghh masshhh.. benar-benar nikmat batang kemaluanmy ini.. ayoo masshhh…: desah nikmat terdengar.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Aq mulai menggerakkan pantatku keluar masuk dengan pelan, makin lama makin cepat dan aq mulai merasa ngilu di ujung kemaluanku smentara Ira juga tidak kalah dengan gerakkan pinggulnya yang kelihatannya menikmati batang kemaluanku keluar masuk memeknya yang terasa mulai licin akibat cairan kenikmatanya yang keluar membasahi batang kemaluanku itu.

Aq menciumi bibir mungilnya itu dengan tidak kalah ganasnya sambil memeluk tubuh semok Ira dengan buah dada yang montok itu.

“Iraa.. ogghh.. sayannggg, aq mau keluaarrrr… gilaaa sungguh nikmat…” dengausku dengan nafas yang tak beraturan.

“Aq juga masshh.. aq juga mau keluaarr… aahhh.. eemmhhh… nnggg…” heritnya tertahan.

Tiba-tiba kedua paha mulusnya menjepit kuat pinggangku dan dengan liar dia mencium bibir bawahku yang membuatku kelabakan antar menahan sakit digigit dengan nikmatnya remasan lubang memek Ira, akhirnya aq tak tahan lagi dan kutekan batang kemaluanku dalam-dalam dan…

“Creett.. creettt.. creetttt…” dengan rasa ngilu diujung lubang kemaluanku kusemburkan pejuhku di dalam memeknya sambil kami berpagut kuat.

“Maasshhh.. aq keluaarrr masss… aaahhhh.. eemmfff..” jeritnya sambil memeluk kepalaku.

Kami berdua terdiam sejenak menikmati orgasme bersama sambil saling berpagut, berpelukan. Kemudian kami saling melepaskan diri dan saling memandang dengan mesra.

“Mass, aq sayang kamu, aq cinta kamu, aq belum pernah merasa puas sepuas hari ini” bisiknya lembut

“Aq juga sayang, puas dengan remasan itumu itu” jawabku pelan.

“Itunya apa sih mas.. coba bilang yang benar, ayo mass… bilang dong” katanya menggoda.

“Ahh itu lho sayang.. yangh dibawah itu” jawabku lagi balas menggoda.

“Iihh masss, aq kan jadi maluu…” katanya sambil mencium bibirku.

“Malu sama siapa sayang? kan kita cuma berdua di kamar ini..” aq mencoba bangun tapi jepitan kedua pahanya dieratkan di pinggangku.

“Jangan di cabut dulu dong, aq masih ingin menikmati batangmu ada di dalam memekku dan aq mau lagi tapi aq mau di atas dan mas di bawah, boleh kan mass…?” katanya sambil tersenyum.

“Tentu boleh sayang, hanya saja kamu harus menunggu dengan sabar karena laki-laki kalau habis orgasme harus mengambil ancang-ancang untuk memulihkan tenaga barunya setelah kurang 1-1,5 jam untuk bisa horny lagi yah sayangg…” jawabku sambil menglus pipinya.

Akhirnya kami saling melepaskan dan bangkit menuju kamar mandi. Kami mandi besama saling menyabuni, kira-kira satu jam kami salng menyirami tubuh kami.

Gairahku bangkit lagi dan kami bersetubuh di kamar mandi dan kali ini kami melakukan di atas closed dengan posisi duduk di atas closed dan Ira berada di atasku.

Kuciumi secara bergantian buah dadanya hungga membuatnya dengan ganas menggerakkan pantatnya naik turun saat batang kemaluanku melakukan penetrasi ke dalam memeknya, persetubuhan kami berakhir dengan dia orgasme dua kali dan aq hanya sekali. Setelah kami membersihkan tubuh kami kuantar Irawati pulang.

Kami sering melakuakn persetubuhan hampir setiap kali aq pulang dari tugas luar kota dan hubungan kami masih berlanjut sampai saat ini.

Kisah Taro – Kenikmatan Kuluman Di Kursi Salon

TAROSLOT Kenikmatan Kuluman Di Kursi Salon, Waktu itu lebih tepatnya di hari akhir pekan ini, aku dan sepakat untuk ketemuan dengan seseoang di sebuag salon Y pada pukul 01:00 siang. Seketika aku pun segera pergi bergegas ke salon itu bermaksud untuk memangkas rambutku. Setelah beberapa waktu, akhrnya aku-pun sampai disalon itu. Saat itu aku melihat jam tanganku menunjukan pukul 1 kurang 5 menit, dan saat itu juga aku memutuskan untuk masuk kesalon itu.

Sewajarnya salon, saat itu suasana di salon itu terasa normal sekali dan tidak tidak ada hal yang ganjil sedikit-pun. Ketika aku masuk, saat itu aku-pun menuju pada receptionis. Disana aku-pun mengatakan bahwa aku berniat untuk pangkas rambut. Dari balik meja receptionis itu seorang wanita cantik berkata padaku, agar aku menunggu sejenak karena saat itu pekerja salon sedang sibuk melayani para pelangganya.

Saat itu sembari menunggu antrian, aku-pun mencoba untuk melihat-lihat suasana salon itu dan sembari mencari temanku yang sebelumnya sudah berjanjian denganku. Namun saat itu temanku tidak ada. Kuakui bahwa hampir semua wanita yang bekerja di salon ini rata-rata cantik, putih dan mempunyai body yang sexy. Ditambah lagi rata-rata mereka masih muda, kalau aku perkirakan umurnya sekitar 20-27 tahun.

Melihat para wanita salon itu aku jadi teringat dengan omongan temanku, bahwa para wanita salon ini bisa diajak kencan. Berhubung aku aku baru pertama kali ke salon itu ragu, karena salon itu benar-benar seperti salon biasa tidak nampak jika ada ++ nya. Kira-kira setelah beberapa waktu aku menungguantrian, pada akhirnya aku mendapat gilirianku. Saat itu reception berkata bahwa sekarang giliranku untuk pangkas rambut.

Receptionis itu saat itu menunjuk kekursi yang kosong dan aku bergegas menuju ke kursi itu. kemudian setelah aku duduk, tidak lama kemudian seorang wanita salon yang muda nan cantik datang kearahku dan memegang rambutku,

“ Mau model Mas, potong rambutnya ?, ” ucapnya sembari melihatku lewat cermin, dengan masih tetap memegang rambutku.
“ Eummm apa yah Mba’, apa aja deh Mba” yang penting rapi, ” ucapku sekena-nya.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Lalu layaknya di salon pada umumnya, aku-pun kemudian diberi penutup badan untuk agar rambut yang dipangkas tidak mengenai bajuku. Pada awalnya suasana terasa kaku, namun saat itu aku mencoba untuk mencairkan suasana agar terasa relax,

“ Ngomong-ngomong, udah berapa lama Mba’ kerja di sini?, ” tanyaku basa-basi. Agen Bola

“ Baru kog Mas, baru 5 bulan, ngomong-ngomong Mas baru pertama kali ya cukur di sini?, ” ucapnya sembari memangkas rambutku.

“ Iya nih Mba’, kebetulan saya kemarin lewat dan melihat ada salon, ya udah deh akhirnya saya mau coba cukur di sini, lagian saya juga lagi janjian sama temen buwat ketemu disini Mba’, Eh… malah sampai sekarang belum datang juga ?, ” jawabku.

“ Ouhhh… ” jawabnya singkat dan berkesan cuek.
Tidak lama setelah itu pada akhirnya temanku-pun datang juga,

“ Woy… ” suara temanku semabri menepuk pundakku dari belakang.

“ Lama banget sih loe, kemana aja loe ?, ” tanyaku.

“ Sory bray, tadi di jalan macet, yaudah gue pangkas rambut dulu yah bray… ” jawabnya sambil berlalu.

Temanku-pun berlalu begitu saja. Saat itu-pun pangkas rambut sembari mengobrol. Singkat cerita dari obrolan-obrolan itu kami-pun mulai relax. Dari obrolan kami, aku mengetahui bahwa dia bernama Mhila, dan dia berusia baru berusia 21 tahun. Mhila tinggal di kost-kostsan sekitar salon itu. Kini akupun sudah selesai, kemudian aku-pun memberikan tips sekedarnya, sembari aku menanyakan apakah dia mau aku ajak keluar.

Saat itu Mhila-pun menyetujui dan dia menulis nomor handphone-nya pada selembar kertas kecil. Setelah selsai aku tidak pulang begitu saja, saat itu aku masih mnunggu Roni temanku tadi. Sembari menunggu Roni, aku-pun mengobrol dengan Mhila, saat itu aku sempat diperkenalkan oleh beberapa teman-temanya. Teman Mhila juga memang cantik, namun menurutku Mhila-lah yang paling cantik.

Singkat cerita pada akhirnya kami-pun ketemuan pada hari Senin di tempat yang sudah kami sepakati sebelumnya. Setelah makan siang, kami nonton bioskop.Saat itu Mhila terlihat cantik sekali.Dalam hati aku berkata, cantik sekali Mhila hari ini. Saat itu cindy yang mengenakan kaos ketat berwarna biru muda ditambah dengan rompi yang dikancingkan dan dipadu dengan celana jeans ketat serta sandal yang tebal. Kami serius mengikuti alur cerita film itu, hingga akhirnya semua penonton dikagetkan oleh suatu adegan.

Mhila tampak kaget, terlihat dari bergetarnya tubuh dia. Entah ada setan apa, secara reflek aku memegang tangan kanannya. Lama sekali aku memegang tangannya dengan sesekali meremasnya dan dia diam saja. Singkat cerita, aku mengantarkan dia pulang ke kostnya, di tengah jalan Mhila memohon kepadaku untuk tidak langsung pulang tapi putar-putar dulu. Kukabulkan permintaannya karena aku sendiri sedang bebas.

Lalu aku memutuskan untuk naik tol dan putar-putar kota Jakarta. Sambil menikmati musik, kami saling berdiam diri, hingga akhirnya Mhila mengatakan, Prediksi Bola Akurat

“ Eummm… Van, aku mau ngomong sesuatu sama kamu, memang semua ini terlalu cepat, namu aku harus mengatakan hali ini ke kamu, Eeee… aku suka sama kamu Van… ” ucapnya lirih.

Saat itu aku merasa seperti tersambar petir mendengar ucapnya itu, dan secara refleks aku-punmenengok kearah-nya. Ketika itu nampaknya raut mukanya sangat serius dengan apa yang barusan dia katakan sembari matanya menatap tajam padaku,

“ Apa kamu sudah yakin dengan omonganmu yang barusan, Cin?, ” tanyaku sambil kembali konsentrasi ke jalan.

“ Aku nggak tau kenapa, aku merasa kalau kamu itu beda sama cowok-cowok yang pernah aku kenal sebelumnya, kamu itu baik, dan kayaknya kamu itu care banget sama cewek. Aku nggak mau kalau setelah aku pulang ini, kita nggak bisa ketemu lagi, Van. Aku nggak mau kehilangan kamu, ” ucap-nya panjang lebar.

“ Eummm… kalau aku boleh jujur sih, aku juga suka sama kamu, Cin… tapi langkah baiknya jika kita saling mengenal lebih dalam lagi baru nanti kita pacaran?, ” jawabku tegas.

“ Baiklah kalau itu mau kamu Van, Eummm… aku boleh cium kamu nggak, ini bukti bahwa aku nggak main-main sama omonganku yang barusan Van ?, ” ucapnya dengan wajah serius.

Wah rasanya seperti mau mati, jantungku mau copot, nafas jadi sesak. Edan ini anak, seperti benar-benar! Sekali lagi, aku menengok ke kiri melihat wajahnya yang bulat dengan bola mata yang berwarna coklat, dia menatapku tajam dan serius sekali,

“ Emmm… Sekarang Cin ?, ” tanyaku sambil menatapnya.

Saat itu dia hanya menganguk dan,

“ Okey, sekarang kamu boleh cium aku, ” ucapku sembari kembali ke jalanan.

Beberapa detik kemudian Mhila-pun beranjak dari tempat duduknya dan mengambil posisi untuk memberi sebuah cium di pipi kiriku. Diberilah sebuah ciuman di pipi kiriku sambil memeluk. Lama sekali dia mencium dan ditempelkannya buah dada-nya di lengan kiriku. Beuhhh, empuk sekali kawan, mak nyosss. Buah dada-nya yang cukup menantang itu sedang menekan lengan kiriku. Edan, enak sekali, aku jadi sangek gilak.

Sebagai laki-laki normal secara otomatis batang kejantananku pun menegang. Dengan pelan sekali, Mhila berbisik,
“ Van, aku suka sama kamu, ” ucapnya sembari dia kembali mencium pipiku dan tetap menekankan buah dada-nya pada lengan kiriku. Konsentrasiku buyar, sepertinya aku benar-benar sudah horny dengan perlakuan Mhila, dan beberapa kendaraan yang melaluiku melihat ke arahku menembus kaca filmku yang hanya 40%. Lalu,

“ Kamu horny ya, Van?, ” ucapnya lirih.

Saat itu aku tidak menjawab, dan tangan kirinya saat itu mulai meraba tubuhku dan mengarah ke bawah, saat itu aku sudah benar-benar horny. Sekali lagi Mhila berbisik,

“ Van, aku tahu kamu horny, boleh nggak aku lihat punya kamu ? emmm… punya kamu besar yah!, ” ucapnya.

Saat itu aku hanya mengangguk saja, akhirnya dibukalah celana panjangku dengan tangan kirinya, seperti dia agak kesulitan pada saat ingin membuka ikat pinggangku sebab dia hanya menggunakan satu tangan. Aku bantu dia membuka ikat pinggang setelah itu aku kembali memegang setir mobil. Dielus-elus batang kejantananku yang sudah keras dari luar. Tidak lama kemudian ditelusupkan telapak kirinya ke dalam dan digenggamlah kejantananku.
“ Oughhhhh… ” desahku pelan.

Sedikit demi sedikit wajahnya bergerak. Pertama, ia cium bibirku dari sebelah kiri lalu turun ke bawah. Lalu dia-pun mencium leherku, saat itu dia sempat berhenti di bagian dadaku, mungkin dia menikmati aroma parfumku. Lalu dia-pun semakin turun ke bawah. Beberapa kali Mhila melakukan gerakan mengocok kejantananku. Pertama-tama dijilatinya pangkal batang kejantananku lalu berpindah naik ke atas.

Kini ujung lidahnya sudah berada pada bagian buah zakarku. Salah satu tangannya menyelinap di antara belahan pantatku, menyentuh anusku, dan merabanya. Mhila melanjutkan perjalanan lidahnya, naik semakin ke atas, perlahan-lahan. Setiap gerakan nyaris dalam beberapa detik, teramat perlahan. Melewati bagian tengah, naik lagi. Ke bagian leher batangku. Kedua tanganku tak kusadari sudah mencengkeram setir mobil. Ujung lidahnya naik lebih ke atas lagi.

Pelan-pelan setiap jilatannya kurasakan bagaikan kenikmatan yang tak pernah usai, begitu nikmat, begitu perlahan. Setiap kali kutundukkan wajahku melihat apa yang dilakukannya setiap kali itu pula kulihat Mhila masih tetap menjilati kejantananku dengan penuh nafsu. Sesaat Mhila kulihat melepas tangannya dari kejantananku dan menyibakkan rambutnya ke samping. Kini jemarinya kembali menarik bagian bawah batang kejantananku dan memiringkan kepalanya.

Mhila kemudian mulai menurunkan wajahnya mendekati kepala kejantananku, dan kini mulailah merekahkan kedua bibirnya dengan perlahan lalu dia mulai memasukkan kepala kejantananku ke dalam mulutnya tanpa tersentuh sedikitpun oleh giginya. Kemudian dia-pun mulai menggerakan secara perlahan semakin jauh hingga di bagian tengah batang kejantananku. Saat itulah kurasakan kepala kejantananku menyentuh bagian lidahnya.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Tubuhku bergetar sesaat dan terdengar suara khas dari mulut Mhila. Kedua bibirnya sesaat kemudian merapat. Kurasakan kehangatan yang luar biasa nikmatnya mengguyur sekujur tubuhku. Perlahan-lahan kemudian kepala Mhila mulai naik. Bersamaan dengan itu pula kurasakan tangannya menarik turun bagian bawah batang tubuh kejantananku hingga ketika bibir dan lidahnya mencapai di bagian kepala, kurasakan bagian kepala itu semakin sensitif.

Begitu sensitifnya hingga bisa kurasakan kenikmatan hisapan dan jilatan Mhila begitu merasuk dan menggelitik seluruh urat-urat syaraf yang ada di sana. Kuraba punggungnya dengan tangan kiriku, kuelus dengan lembut lalu mengarah ke bawah. Kudapatkan buah dada sebelah kanan, aku buka telapak tanganku mengikuti bentuk buah dada-nya yang bulat, kemudian aku meremas-nya dengan lembut.

Lalu aku buka satu persatu kancing rompinya, dan kembali aku membuka tepak tangan mengikuti bentuk buah dada-nya. Sambil tetap mengkulum, tangan kanannya bergerak menyentuh tanganku, ia tarik baju ketatnya dari selipan celana panjangnya. Dipegangnya tanganku dan diarahkannya ke dalam. Di balik baju ketatnya, aku meremas-remas buah dada-nya yang masih terbungkus BRA.

Kmeudian aku-pun mulai meremas satu persatu buah dada-nya sambil mendesah menikmati kuluman pada kejantananku. Kuremas agak kuat dan Mhila pun berhenti mengkulum sekian detik lamanya. Kuelus-elus kulit dadanya yang agak menyembul dari BRA-nya dengan sesekali menyelipkan salah satu jariku di antara buah dada-nya yang kenyal,
“ Sssssss… Aghhhhh…. ” desahku nikmatku merasakn kuluman Mhila yang makin cepat.

Aku turunkan BRA-nya yang menutupi buah dada sebelah kanan, aku dapat meraih putingnya yang sudah mengeras. Kupilin dengan lembut,

“ Oughhhhh… Sssss… ” desahnya melepas kuluman dan terdengar suara akibat melepaskan bibirnya dari kejantananku.

Menjilat, menghisap, naik turun. Ia begitu menikmatinya. Begitu seterusnya berulang-ulang. Aku tak mampu lagi melihat ke bawah. Tubuhku semakin lama semakin melengkung ke belakang kepalaku sudah terdongak ke atas. Kupejamkan mataku. Mhila begitu luar biasa melakukannya. Tak sekalipun kurasakan giginya menyentuh kulit kejantananku. Gila, belum pernah aku dihisap seperti ini, pikirku.

Pikiranku sudah melayang-layang jauh entah ke mana. Tak kusadari lagi sekelilingku oleh gelombang kenikmatan yang mendera seluruh urat syaraf di tubuhku yang semakin tinggi. Aku berhenti sejenak meraba buah dada-nya. Kutengok ke bawah, tangan kanannya menggenggam dengan erat persis di bagian leher batang kejantananku, dan dia terlihat tersenyum kepadaku,

“ Kamu luar biasa Cin… Oughhhhh… ” bisikku sambil menggeleng-gelengkan kepala terkagum-kagum oleh kehebatannya.
Saaat itu Mhila hanya tersenyum manis dan berkesan manja,

“ Cin, bisa keluar aku kalau kamu kayak gini terus, ” bisikku lagi merasakan genggaman tangannya yang tak kunjung mengendur pada kejantananku. Mhila hanya tersenyum,

“ Kalau kamu udah nggak pengen keluar, keluarin aja, nggak usah ditahan-tahan, ” jawabnya.
Lalu setelah itu Mhila menjulurkan lidahnya keluar dan mengenai ujung batang kejantananku. Rupanya dia mengerti aku sedang berjuang untuk menahan orgasme-ku,

“ Ssss… Oughhhhh… ” racauku sedikit keras menahan rasa ngilu bercampur nikmat.

Bukan kepalang nikmat yang kurasakan, tubuhnya bergerak tidak karuan, seiring dengan gerakan kepalanya yang naik turun, kedua tangannya tak henti-henti meraba dadaku, terkadang dia memilin kedua puting susuku dengan jarinya. Terkadang dia juga melepaskan kuluman untuk mengambil nafas sejenak lalu melanjutkannya lagi. Semakin lama gerakannya makin cepat. Aku sudah berusaha semaksimal untuk menahan orgasme.

Saat itu aku mengalihkan perhatianku dari buah dada-nya. Aku meraba ke arah bawah. Kubuka kancing celananya. Agak lama kucoba membuka dan akhirnya terlepas juga. Pelan-pelan kuselipkan tangan kiriku di balik celana dalamnya. Aku dapat rasakan rambut kewanitaan-nya tipis. Mungkin dipelihara, pikirku dalam hati. Kuteruskan agak ke bawah. Mhila mengubah posisinya, dengan merenggangkan kedua kakinya.

Hal ini memudah aku dapat menyentuh kewanitaan-nya. Beberapa saat telunjukku bermain-main di bagian atas kewanitaan-nya. Aku naik-turunkan jari telunjukku. 5, nikmat sekali rasanya, pikirku. Sesekali kumasukkan telunjukku ke dalam liang senggama-nya. Mulailah aku menjelajahi setiap sudut liang senggama Mhila. Aku temukan sebuah kelentit di dalamnya, lalu aku umainkan clitoris itu dengan telunjukku.

Oughhhhh, pegal juga rasanya tangan kiriku. Sejenak kukeluarkan jariku dari dalam. Lalu aku menikmati setiap kuluman Mhila. Rasanya sudah beberapa tetes air maniku keluar. Aku benar-benar dibuat mabuk kepayang olehnya. Kembali kumasukkan jariku, kali ini dua jari, jari telunjuk dan jari tengahku. Pada saat aku memasukkan kedua jariku, Mhila tampak melengkuh dan mendesah pelan.

Semakin lama semakin cepat aku mengeluar-masukkan kedua jariku di liang senggama-nya dan Mhila beberapa menghentikan kuluman pada batang kejantananku sambil tetap memegang batang kejantananku. Entah sudah berapa orang yang melihat kegiatan kami terutama para supir atau kenek truk yang kami lewati, namun aku tidak peduli. Kenikmatan yang kurasakan saat itu benar-benar membiusku sehingga aku sudah melupakan segala sesuatu.

Saat itu Mhila kembali menjilat, menghisap dan mengkulum batang kejantananku dan entah sudah berapa lama kami melakukan ini. Kutundukkan kepalaku untuk melihat yang sedang dikerjakan Mhila pada kejantananku. Kali ini Mhila melakukan dengan penuh kelembutan, ia julurkan lidahnya hingga mengenai ujung kepala kejantananku lagi. Ia memutar-mutarkan lidahnya tepat di ujung lubang kejantananku.

Sungguh dashyat kenikmatan yang kurasakan. Beberapa kali tubuhku bergetar namun ia tetap pada sikapnya. Sesekali ia masukkan semua batang kejantananku di dalam mulutnya dan ia mainkan lidahnya di dalam,

Baca Juga : Cerita Dewasa Desahan Anak ABG Perawan
“ Oughhhhh.. Cin… nikmat… Sssss… Aghhh… ” desahku sambil melepaskan tangan kiriku dari liang senggama-nya.

Saat itu aku memegang kepalanya mengikuti gerakan naik turun, lalu,

“ Oughhhhh… Cin, aku udah nggak kuat nihhh… Aghhhhh… ” ucapku agak lirih menahan orgasme.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Namun gerakan Mhila makin cepat dan beberapa kali dia buka matanya namun tetap mengkulum dan terdengar suara-suara dari dalam mulutnya,

“ Aghhhhhh… ” desahku keras diiringi dengan keluarnya air mani dari dalam batang kejantananku di dalam mulutnya.

Ketika itu keadaan mobil kami saat itu sedikit tersentak oleh pijakan kaki kananku. Aku menikmati setiap air mani yang keluar dari dalam kejantananku hingga akhirnya habis. Mhila tetap menjilati kejantananku dengan lidahnya. Dapat kurasakan lidahnya menyapu seluruh bagian kepala kejantananku. Oughhh, nikmat sekali rasanya. Setelah membersihkan seluruh air maniku dengan lidahnya, Mhila bergerak ke atas.

Kulihat dia, tampak ada beberapa air maniku menempel di sebelah kanan bibirnya dan pipi kirinya. Aku mulai bergerak memperbaiki posisi dudukku, perlahan-lahan. Sambil tetap digenggamnya batang kejantananku yang sudah lemas, Mhila beranjak ke atas melumat bibirku, masih terasa air maniku. Sekian detik kami bercumbu dan aku memejamkan mata. Akhirnya Mhila merapikan posisinya, lalu dia duduk dan merapikan pakaiannya.

Saat itu aku-pun merapikan pakaianku sekedarnya. Aku kenakan celana panjangku namun tidak kumasukkan kemejaku. Beberapa hari setelah itu, aku main ke kost Mhila dan pada saat itu pula kami mengikat tali kasih. Awal bulan Maret lalu Mhila kembali dari Manado setelah 2 minggu dia berada di sana dan dia tidak kembali lagi bekerja di salon itu. Sekarang kami hidup bersama di sebuah tempat di daerah Grogol.

Kini Mhila-pun diterima sebagai operator di salah satu perusahaan penyedia jasa komunikasi handphone. Sedangkan aku tetap sebagai animator yang bekerja di sebuah perusahaan di daerah Kedoya tapi aku harus meninggalkan kostku. Setelah kami hidup seatap, Mhila mengakui padaku bahwa selama enam bulan ia bekerja di salon itu, ia pernah melayani pelanggannya dan dia mengatakan bahwa semua pekerja yang bekerja di salon itu juga pekerja sexs.

Mhila tidak mengetahui bagaimana asal mulanya. Mhila sendiri tidak tahu apakah salon merupakan sebuah kedok atau sexs adalah sebuah tambahan. Dia mengatakan bahwa untuk mengajak keluar salah satu karyawati di situ, seseorang harus membayar di muka sebesar Rp 500.000. Rasanya Jakarta hanya milik kami berdua, tiap malam setelah mandi sepulang dari kerja atau setelah makan malam, kami melakukan hubungan sexs.

Entah sampai kapan semua ini akan berakhir dan entah kapan kami akan resmi menikah. Kami sungguh menikmati setiap hari yang akan kami lalui dan telah kami lalui bersama. Aku sungguh tidak peduli dengan asal-usulnya pekerjaan Mhila sebab makin hari aku makin terbius oleh kenikmatan sexs dan mataku seolah-seolah tertutup oleh rasa sayangku pada dia.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Kisah Taro – Ceritaku Dengan Lara Waktu Di Kapal

TAROSLOT Ceritaku Dengan Lara Waktu Di Kapal, Setiap Ciptaan Tuhan yang ada dalam diri kita dan seluruh ciptaan di bumi ini patut disyukuri.Kekurangan dan tidak kesempurnaan merupakan hal yang wajar’tiada kesempurnaan untuk hamba Tuhan”,berpikir realistis karena tidak ada manusia yang sempurna,contohnya aku inilah salah satu cerita semoga kalian tahu.

Boleh dibilang saya merupakan laki-laki yang beruntung. Karena terus terang saja saya tidak mempunyai penampilan fisik yang sangat baik, walaupun tidak jelek-jelek sekali.

Kulit saya yang cukup gelap, badan saya yang cukup atletis, dan yang pasti batang kemaluan saya yang cukup ukurannya. Tapi mungkin karena secara naluri saya sangat senang melayani orang lain, sehingga akhirnya saya menjadi seperti sekarang ini dengan segala kelebihan yang saya miliki.

Awal cerita ketika tahun 2015, saya berangkat dari kampung halaman saya dengan menumpang salah satu kapal milik PELNI, KM Rinjani. Karena waktu itu saya diterima sebagai seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi di kota Yogyakarta, kota yang sekarang menjadi tempat tinggal saya.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Sebagai seorang mahasiswa baru dari keluarga yang berkecukupan, saya sangat bangga, apalagi untuk berangkat ini saya dibekali cukup uang dan tiket di kelas satu. Dan juga saya diperbolehkan untuk mampir di rumah paman yang tinggal di Jakarta dan jalan-jalan di sana sebelum daftar ulang sebagai mahasiswa baru di Jogja.

Ketika naik kapal pada hari keberangkatan, hati ini terasa senang sekali. Saya langsung menuju kamar saya, kamar kelas satu, yang pasti sudah terbayang akan sangat enak rasanya. Tapi saya kaget sekali, karena di dalam kamar sudah ada seorang wanita, yang terus terang saja ada sedikit rasa senang juga karena wanita tersebut tersenyum dengan manisnya ketika melihat saya agak terkejut.

“Oh maaf, mungkin Mbak ini salah kamar..?” tanya saya agak ragu.
Sebab setahu saya tidak mungkin, sudah sering bepergian dengan kapal laut, dalam satu kamar harusnya hanya ada satu jenis kelamin, kalau laki-laki ya laki-laki semua, atau kalau perempuan ya perempuan semua.

Tapi setelah dicocokkan ternyata nomer tiket kami sama, artinya kami satu kamar. Wah, terus terang saja saya agak canggung juga rasanya, tapi di balik kecanggungan saya ada rasa senang juga lho. Karena wanita yang satu ini cukup cantik juga dan bodinya cukup menggairahkan. Dan karena saya sering sekali nonton film porno, langsung saya membayangkan kalau nanti malam kami akan tidur berdua dan berpelukan dengan saling mengelus-elus ‘pusat’ kenikmatan masing-masing.

Pada waktu pemeriksaan tiket, tanpa ragu dia langsung mengatakan bahwa saya adalah adik sepupunya, jadi oleh petugas kami tidak dipindahkan. Wah, tambah senanglah hati ini. Dan sejak itu kami banyak sekali ngobrol-ngobrol. Dari sini juga saya tahu kalau dia adalah pegawai sebuah bank swasta di Jakarta, bernama Lara, suaminya seorang dosen sebuah perguruan tinggi di jakarta, dan yang lebih hebat lagi dia tidak sesuai dengan umurnya yang sudah 35 tahun, dan sudah beranak dua.

Setelah makan siang kami masih melanjutkan obrolan kami tentang berbagai hal di anjungan depan kapal. Kapal sudah semakin jauh dari daratan, jarum jam sudah pukul dua, hawa terasa agak panas, mata mulai mengantuk diterpa angin laut, akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat saja. Tanpa sadar Lara menggandeng tangan saya ketika kami berjalan menuju kamar, karena agak canggung, tangannya saya lepaskan. Lara agak kaget tapi dia malah tersenyum manja.

Memang pada waktu itu saya sering menonton film porno dan juga sering beronani, tapi melakukan hubungan seks saya balum pernah sama sekali. Jadi hati ini rasanya deg-degan luar biasa, karena ketika berjalan di lorong kapal yang kebetulan saya berada di belakangnya, saya melihat pantatnya yang bulat yang terbalut celana jeans ketat dan rambutnya yang panjang sepunggung dan diikat, sehingga terlihat jenjang belakang lehernya yang putih dan mulus.

“Oooh! Indah sekali!” jerit batin saya.
Pada waktu itu saya ingin memeluknya dari belakang dan ingin langsung mencium lehernya itu, tapi sekali lagi hati ini rasanya canggung sekali, boleh dibilang saya takut!

Ketika kami bersama-sama masuk kamar Lara langsung menuju kamar mandi, katanya dia sudah kegerahan dan sebelum tidur siang ingin mandi dulu. Saya langsung rebahan di tempat tidur sambil membayangkan tubuh Lara yang pasti sintal dan menggairahkan kalau dilihat dari pantatnya yang bulat. Tanpa sadar tangan kiri saya sudah memegang batang kemaluan yang mulai mengeras.

Tetapi tiba-tiba ada suara dari balik pintu kamar mandi, “Mas Andi, tolong ambilkan handuk saya di dalam koper dong.”
Saya terkejut setengah mati, karena pikir saya Lara sudah keluar dari kamar mandi. Ketika mengambil handuk, saya melihat pakaian dalamnya yang bagus-bagus dan super mini.
“Oooh..!” batin ini semakin menjerit.
Karena sebagai seorang laki-laki normal, pasti siapa saja tidak akan tahan dengan momen seperti ini.

Pintu saya ketuk untuk memberikan handuknya, dan ketika pintu dibuka, betapa kagetnya saya karena Lara berdiri di depan pintu hanya dengan celana dalam yang sangat mini dengan bordiran yang apik dan sangat jelas sekali terlihat gunungan hitam di selangkangannya seperti akan meletus. Saat melihat saya tertegun dengan handuk di tangan, dengan cueknya Lara menarik tangan saya untuk mandi bersama.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Pada waktu itu saya hanya seperti robot yang bergerak hanya kalau disetel untuk bergerak. Karena terus terang saja, waktu itu pikiran saya seakan tidak percaya dengan apa yang sedang ada di hadapan saya. Ternyata tubuh Lara lebih indah daripada apa yang saya bayangkan, dan lebih hebat lagi lebih cantik dalam keadaan telanjang.

Tanpa sadar saya melepaskan celana dalam Lara, dan tubuhnya saya sirami dengan air dari shower. Lara melenggak-lenggokkan pantatnya yang bulat ketika air shower saya arahkan ke pantatnya. Dan ketika saya arahkan ke punggung, Lara meliuk-liukkan tubuhnya dengan sangat erotis. Tiba-tiba Lara membalikkan tubuhnya dan langsung melahap bibir saya, dengan kencang dihisap dan disedot.
Tapi tiba-tiba Lara berhenti dan marah, “Hey, dicopot dong bajunya!”
Saya hanya dapat terawa kecil karena bersamaan dengan itu Lara pun dengan bergairahnya mencopot kaos dan celana panjang saya yang mana celana dalamnya langsung ikut terlepas.

“Wow, lucu sekali bentuk batang kamu Andi..?” Lara bertanya dengan manjanya.
“Lho apa punya suami kamu nggak lucu tuh..?” saya balik tanya dan Lara hanya tertawa dengan ujung kemaluan saya yang sudah berada di dalam mulutnya.

Gila! Lara benar-benar luar biasa, mungkin karena dia sudah bersuami dan sudah punya anak pula. Dan baru kali ini saya merasakan betapa nikmatnya apa yang selama ini selalu saya tonton di film dan selalu saya bayangkan siang dan malam. Dengan gemasnya Lara mengelus-elus buah zakar dan menghisap-hisap kepala penis saya dengan lembutnya.

Tidak terasa sudah lama sekali Lara menghisap batang penis dan akhirnya, “Hey, capek nih jongkok terus. Gantian dong..!”

Lara lalu saya gendong ke arah tempat tidur, lalu saya rebahkan dengan kakinya yang putih mulus terkulai di lantai. Kaki Lara saya angkat perlahan-lahan, sambil memberikan sedikit sensasi di talapak kaki. Lara kegelian dan mengelinjang, kemudian saya mulai menyerang payudaranya yang memang tidak begitu besar tapi cukup menggoda.

Ujung penis saya gosok-gosokkan di lubang vaginanya sambil menghisap-hisap puting payudara Lara. Saya semakin menikmati permainan ketika Lara mulai mengerang-ngerang keenakkan. Dan ketika pinggulnya mulai digerak-gerakkan ke atas dan ke bawah saya mulai menyadarai kalau Lara minta dicoblos liang vaginanya. Tapi saya sengaja untuk mempermainkan ujung penis di mulut vagina Lara.

“Ayo Andi, dimasukkan saja, jangan cuma diluar begitu dong..!” akhirnya Lara benar-benar tidak tahan.
Lalu saya mulai menekan panis saya untuk masuk ke dalam vagina Lara. Uuuhhh..! Hangat dan enak sekali rasaya. Lara sambil mengerang keenakkan mangangkat pantatnya, sehingga penis saya semakin dalam masuknya. Aaahhh..! Semakin enak saja rasanya. Akhirnya saya tahu kalau berhubungan seks itu sangat enak rasanya.

Ketika pantat Lara diturunkan, tiba-tiba penis saya terlepas dari lubangnya. Lara menaikkan lagi pantatnya, dan ketika diturunkan lagi terlepas lagi. Begitu dan seterusnya hingga Lara marah-marah karena ternyata saya hanya diam saja.
“Ayo dong Andi kamu goyang juga pantatmu maju mundur. Ayo… dongg..!”

Saya semakin tahu kalau behubungan seks bukan saja enak tetapi juga menyenangkan. Pantat Lara mulai diam dan pantat saya mulai digerakkan. Perlahan-lahan saya masukkan batang penis yang sudah sangat tegang ini, dan saya tarik lagi dengan satu hentakan keras.

Perlahan-lahan lagi saya masukkan dan saya tarik lagi dengan satu hentakan keras. Lara merem melek ketika saya masukkan, dan Lara mengerang keras ketika saya tarik. Begitu terus saya lakukan hingga akhirnya Lara bangun dan memeluk saya.

Dengan mesranya saya menggendong dan mencium bibir Lara. Tapi saya terkejut ketika tiba-tiba Cyndi menggoyang dengan keras sekali pantatnya, diputar-putar pantatnya pada gendongan saya, dan pada saat itu saya semakin kaget ketika tiba-iba pula lubang vaginanya terasa mengecil lalu dengan kerasnya Lara berteriak, “Annddiii..!” dan keringat kecil-kecil mulai keluar di atas keningnya.

Sekali lagi, dari sinilah saya benar-benar tahu bahwa berhubungan seks itu enak sekali, menyenangkan, dan yang lebih menyenangkan lagi kalau kita dapat membawa pasangan kita ke puncak kenikmatan. Karena pada saat kita melihat pasangan kita menggelinjang keenakkan pada saat itu pula hati ini akan terasa plong.

Kembali Lara marah, karena dia sudah kelelahan sementara batang kemaluan saya masih berdiri tegak. Dan yang pasti saya belum ejakulasi. Tapi sambil mengecup bibir Lara dengan lembut saya katakan kalau saya sudah sangat senang diperkenalkan dengan hubungan seks yang sebenarnya, dan saya sudah sangat puas melihat dirinya puas dan senang dengan permainan saya.

Akhirnya kami mandi bersama, dan di kamar mandi kami masih mengulangi permainan-permainan yang lebih menyenangkan lagi. Hampir setiap saat dan setiap kesempatan di kapal kami melakukannya lagi dan lagi. Ketika sampai di Jakarta, dia memberikan alamat dan nomer teleponnya dan berharap sekali kalau saya mau mampir ke rumah atau kantornya.

Beberapa kali Lara pernah saya hubungi dan beberapa kali kami pernah berjumpa, hingga akhirnya sekarang kami tidak pernah lagi berjumpa karena terakhir kali saya hubungi alamatnya sudah pindah.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Entah dimana kamu Lara, tapi yang jelas aku selalu merindukan kamu, karena kamu telah memberikan pengalaman dan pengetahuan yang berharga tentang bagaimana berhubungan seks dan memuaskan pasangan main.

Kisah Taro – Tante Leha Yang Menjerit Histeris

TAROSLOT Tante Leha Yang Menjerit Histeris, Sudah dari aku kecil aku tinggal bersama nenekku, aku juga bersama nenekku tinggal om-om dan tante-tanteku (anak-anak dari nenekku). dan omku yang ketiga sudah menikah dengan seorang wanita yang bernama Leha yang kupanggil dengan sebutan Tante Leha. Tante Leha orangnya cantik, wajah dan tubuhnya cukup sexy dan orangnya mudah bergaul, terutama denganku.

Oh ya, namaku adalah Boni, masih sekolah di SMA waktu itu. Semula omku tersebut tinggal bersama kami, dan aku yang saat itu sedang menikmati masa remaja kira-kira umur 16 tahun sering melihat Tante Leha sedang bercumbu dengan suaminya, dan kadang-kadang di depanku Tante Leha mengusap penis omku, sebut saja Om Wahyu. Batang kemaluanku yang saat itu sedang remaja-remajanya langsung menjadi tegang, dan setelah itu aku melakukan onani membayangkan sedang bersetubuh dengan Tante Leha.

Setelah mereka menikah 1 tahun, akhirnya mereka pindah dari tempat nenek kami dan membeli rumah sendiri yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah nenek kami. Kalau Tante Leha hendak pergi, biasanya dia memanggilku untuk menjaga rumahnya, takut ada maling. Suatu hari aku dipanggil oleh Tante Leha untuk menjaga rumahnya.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Ketika aku datang, dia sedang ada di kamar dan memanggilku, “Boni, masuk ke kamar..!” teriaknya.
“Ya Tante..” jawabku.
Ternyata di dalam kamar, tante sedang memakai BH dan celana dalam saja, aku disuruh mengaitkan tali BH-nya. Dengan tangan gemetaran aku mengaitkan BH-nya. Rupanya Tante Leha tahu aku gemetaran.
Dia bertanya, “Kenapa Boni gemetaran..?”
“Enggak Tante,” jawabku.
Tapi tante cepat tanggap, dipeluknya tubuhku dan diciumnya bibirku sambil berkata, “Boni, Tante ada perlu mau pergi dulu, ini Tante kasih pendahuluan dulu, nanti kalau Tante pulang, Tante akan berikan yang lebih nikmat.”
“Ya Tante.” jawabku.

Kepalaku terasa pusing, baru pertama kali aku menyentuh bibir seorang wanita, apalagi wanita cantik seperti Tante Leha. Lalu aku ke kamar mandi melakukan onani sambil membayangkan tubuh Tante Leha.

Kira-kira jam 3 sore, tante pulang dan aku menyambutnya dengan penuh harap. Tante Leha langsung masuk kamar, sedangkan aku menunggu di ruang tamu, kira-kira 10 menit kemudian, dia memanggil pembantunya untuk disuruh ke supermarket untuk membeli sesuatu, jadi tinggallah di rumah aku dan Tante Leha saja.

Setelah pembantunya pergi, Tante Leha menutup pintu dan menggandengku untuk masuk ke kamarnya.
Lalu Tante Leha berkata, “Boni, seperti yang kujanjikan, aku akan meneruskan pendahuluan tadi.”
Aku diam saja, gemetar menahan nafsu.
Tiba-tiba Tante Leha mencium bibirku, dan berkata, “Balaslah Boni, hisap bibirku..!”
Aku menghisapnya, dan terasa bibirnya sangat enak dan bau tubuhnya wangi, karena dia memakai parfum Avon yang merangsang, aku menjadi salah tingkah.

Tiba-tiba dia memegang batang kemaluanku, aku sangat kaget.
“Wah punyamu sudah tegang dan besar Boni,” sahut Tante Leha.
Lalu Tante Leha berkata lagi, “Apakah kamu pernah berhubungan sex dengan wanita?”
Aku menjawab sambil gemetar, “Jangankan berhubungan sex, mencium wanita saja baru kali ini.”
Tante Leha tersenyum dan berkata, “Hari ini Tante akan ajarkan cara berhubungan sex dengan seorang wanita.”
Lalu Tante Leha membuka bajunya sehingga telanjang bulat, lalu dipegangnya tanganku dan dibawanya ke buah dadanya yang cukup besar.

Sambil gemetaran aku memegang buah dadanya dan memegang putingnya.
Tante Leha mendesis merasakan kenikmatan usapanku dan berkata, “Terus Boni.., terus..!”
Lalu dengan memberanikan diri aku mencium putingnya, dan Tante Leha bertambah mendesis. Dibukanya celana pendekku dan CD-ku, sehingga aku juga menjadi telanjang bulat sepertinya. Penisku dielus-elusnya sambil berkata, “Boni, punyamu besar amat, lebih besar dari punya Om Wahyu.”

Setelah puas menghisap puting buah dada tante, aku mencium pusarnya, dan akhirnya sampai di vaginanya.
“Ayo Boni, cepat hisap punyaku..!”

Aku memberanikan diri mencium kemaluannya dan menjilat-jilat dalamnya, sedangkan tante tambah mendesis.
Tante berkata, “Sabar Boni, Tante kepingin mencium punya Boni dulu.”
Lalu dia membaringkanku di tempat tidur dan mulai mencium biji kemaluanku dan menghisap penisku perlahan-lahan. Serasa dunia ini melayang, alangkah nikmatnya, baru pertama kali batang kemaluanku dihisap oleh seorang wanita cantik, apalagi oleh Tante Leha yang sangat cantik.

Penisku semakin membesar, dan rasanya seperti mau kencing, tetapi rasanya sangat nikmat, ada yang mau keluar dari kemaluanku.
Aku menjerit, “Tante, Tante.., lepas dulu, aku mau kencing dulu.”
Tetapi rupanya tante sudah tahu apa yang mau keluar dari kemaluanku, malah dia semakin kuat menghisap penisku. Akhirnya meletuslah dan keluarlah air maniku, dengan mesranya Tante Leha menghisap air maniku dan menjilat-jilat penisku sampai bersih air maniku.

Batang kemaluanku terkulai lemah, tetapi nafsuku masih terasa di kepalaku.
Lalu tante berkata, “Tenang Boni, ini baru tahap awal, istirahat dahulu.”
Aku diberi minum coca-cola, setelah itu kami berciuman kembali sambil tiduran. Tanpa kusadari kemaluanku sudah membesar lagi dan kembali aku menghisap buah dadanya.
“Tante.., aku sayang Tante.”

Lalu tante berkata, “Ya Boni, Tante juga sayang Boni.”
Lalu aku menjilat vagina tante sampai ke dalam-dalamnya dan tante menjerit kemanjaan.
“Ayo Boni.., kita mulai pelajaran sex-nya..!”
Penisku yang sudah tegang dimasukkan ke dalam liang kemaluan Tante Leha yang sudah licin karena air vaginanya.

Perlahan-lahan batang kemaluanku amblas ke dalam lubang kemaluan tante, dan tante mulai menggoyang-goyangkan pantatnya. Aduh terasa nikmatnya, dan kembali kami berciuman dengan mesranya.
Lalu aku berkata kepada Tante Leha, “Tante.., kalau tahu begini nikmatnya kenapa enggak dulu-dulu Tante ajak Boni bersetubuh dengan Tante..?”

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar
Tante hanya tersenyum manis. Terasa penisku semakin mengembang di dalam vagina Tante Leha, tante semakin mendesis.
Tante mengoyang-goyangkan pantatnya sambil berkata, “Boni.., Tante kepengen keluar nih..!”
Kujawab, “Keluarin saja Tante, biar Tante merasa nikmat..!”

Tidak lama kemudian tante menjerit histeris karena orgasme dan mengeluarkan air kemaluannya, penisku masih tegang rasanya.
Dengan lembut aku mencium tante dan berkata, “Tante sabar ya, Boni masih enak nih..,”
Kemudian aku semakin memperkuat tekanan batangku ke liang tante, sehingga tidak lama setelah itu aku memuncratkan air maniku di dalam vagina Tante Leha bersamaan dengan keluarnya cairan tante untuk kedua kalinya. Terasa tubuh ini menjadi lemas, kami tetap berpelukan dan berciuman. Setelah istirahat sebentar, kami mandi bersama saling menyabuni tubuh kami masing-masing, dan kami berjani untuk melakukannya lagi dilain waktu.

Setelah peristiwa itu, setiap malam aku selalu terkenang akan vagina Tante Leha, sehingga rasanya aku ingin tidur bersama Tante Leha, tetapi bagaimana dengan Om Wahyu. Rupanya nasib baik masih menemaniku, tiba-tiba saja Om Wahyu dipindahkan tugasnya ke Bandung, dan untuk sementara Tante Leha tidak dapat ikut karena Om Wahyu tidurnya di mess. Sambil mencari kontrakan rumah, Tante Leha tinggal di Jakarta, tetapi setiap Sabtu malam Om Wahyu pulang ke Jakarta.

Atas permintaan Tante Leha, setiap malam aku menemaninya, aku harus sudah ada di rumah Tante Leha jam 8 malam. Untuk tidur malam, aku disiapkan sebuah kamar kosong, tapi untuk kamuflase saja, sebab setelah pembantunya tidur aku pindah ke kamar Tante Leha. Tentunya Tante Leha sudah siap menyambutku dengan pelukan mesranya, dan kami bercumbu sepanjang malam dengan nikmatnya dan mesranya. Kalau waktu pertama kali aku hanya menghisap kemaluannya, sekarang kami sudah saling menghisap atau gaya 69. Lubang kemaluan Tante Leha sudah puas kuciumi, bahkan sekarang bukan saja lubang vagina, tetapi juga lubang anus, rasanya nikmat menghisapi lubang-lubang tante. Penisku juga dihisap tante dengan ketatnya dan terasa ngilu ketika lubang kencingku dihisap Tante Leha, tapi nikmat.

Setelah kami saling menghisap, akhirnya barulah kami saling memasukkan kemaluan kami, dan kali ini tante berada di atasku. Batang kemaluanku yang sudah tegang dan berdiri tegak dimasukkan ke kemaluan tante, aduh nikmatnya. Lalu aku menghisap buah dada tante sambil menggoyang-goyangkan pantatku. Kira-kira sepuluh menit, tante mengeluarkan air maninya sambil menjerit nikmat, namun aku belum mengeluarkan air maniku. Lalu aku bertukar posisi, sekarang tante di bawah, aku yang di atas. Karena tante sudah keluar, terasa mudah memasukkan kemaluanku ke dalam vagina tante, dan kembali kami berpacu dalam nafsu.

Sambil mencium bibir Tante Leha, aku berkata, “Tante… Tante.., kenapa sih lubang Tante enak banget, punyaku terasa dijepit-jepit lubang Tante yang lembut.”
Sambil tersenyum tante menjawab, “Boni.., batang kamu juga enak, kalau dengan Om Wahyu Tante hanya bisa orgasme sekali, tetapi dengan kamu bisa berkali-kali.”
Kembali aku menekan batang penisku erat-erat ke liang kemaluan tante sambil mengoyang-goyangkan pantatku, dan akhirnya aku menjerit, “Tante.., Tante.., aku keluar..!”
Alangkah nikmat rasanya.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Perlahan-lahan aku mengeluarkan batang kemaluanku dari liang senggama tante. Setelah itu kembali kami berciuman dan tidur sambil berpelukan sampai pagi. Ketika bagun pagi-pagi aku kaget, karena aku tahu di sampingku ada Tante Leha yang tidak memakai apa-apa, nafsuku timbul kembali. Kubangunkan Tante Leha dan kembali kami bersetubuh dengan nikmatnya, dan akhirnya kami mandi bersama-sama.

Selama hampir 1 bulan lamanya kami seperti sepasang suami istri yang sedang berbulan madu, kecuali hari Sabtu dan Minggu dimana Om Wahyu pulang. Pengalaman ini tidak akan terlupakan seumur hidupku, walaupun sekarang aku sudah beristri dan mempunyai 2 orang anak. Kadang-kadang Tante Leha masih mengajak aku bersetubuh di hotel. Tetapi sejak aku beristri, perhatianku kepadanya agak berkurang, lagipula usia Tante Leha sudah bertambah tua.

Kisah Taro – Aroma Melisa Yang Menggoda

TAROSLOT Aroma Melisa Yang Menggoda, Saat siang hari aku sedang jalan-jalan kepusat perbelanjaan untuk menenangkan diri dan….yaaa..sam bilt lihat-lihat cewek cantik.Begitu aku lagi liat kiri kanan..eee..tak taunya seseorang menubrukku .Wanita ini sepertinya habis belanja banyak dan tergesa-gesa hingga tak tahunya menubruk orang. Begitu bertabrakan…aku langsung membantu memberesi barang-barangnya yang berserakan.Tak lupa kuucapkan permintaan maafku padanya karena tak sengaja menabraknya….walau sebenarnya dialah yang harus minta maaf padaku.

“Maaf ..mbak…nggak sengaja nih…”kataku padanya.
“ya…nggak apa-apa lagi….oya..kamu Andy kan….”katanya padaku.
“iya..saya Andy….dan mbak siapa ya…kok tahu nama saya”
“kamu nggak ingat sama aku ya…teman SMA kamu…yang suka jahilin kamu….”katanya padaku.
“siapa ya….eeeee….maaf …Melisa ya….Si Bunga SMA “
“Tepat sekali ….tapi tadi kok kamu manggilin aku mbak seh…”
“Maaf deh….abis aku nggak tau siapa kamu..”
“kenapa..lupa ya sama aku….atau emang udah dilupain ya…”
“ya..gimana ya..kamu cantik banget ..beda dengan yang dulu..”kataku sedikit memujinya.
“ak kamu ….biasa aja kok…”katanya sambil tersipu malu.
“oh ya….kita kekafe yuk..buat ngerayain pertemuan kita ini…
“ok deh…tapi kamu yang traktir aku ya…abis aku lagi bokek nih”kataku padanya
“ya..nggak masalah lagi….”

Aku dan rani pergi kekafe langgananya Melisa.Sampai disana ..kami memilih meja yang paling pojok.Suasana didalam kafe ini sangat sejuk dan nyaman…membuat orang yang berada didalamnya betah untuk duduk berlama-lama.

“Gimana kabar kamu sekarang andy…..udah berkeluarga ya…”tanya rani padaku.
“aku seh baik-baik aja….masih sendiri lagi….masih kepengen bebas”
“kalau kamu gimana….udah bekeluarga ya….”tanyaku padanya.
“aku udah married….udah 3 tahun”
“asyik dunk….trus suami kamu mana…kok pergi sendirian ….nggak takut digodain sama lelaki iseng”
“ah kamu..biasa aja lagi….laki aku lagi keLN…urusan bisnis katanya”
eh…ayo makan..kok didiamin aja nih”

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

kamipun akhirnya menyantap hidangan yang telah tersedia.Habis makan,kami jalan-jalan dan pulang kerumah masing-masing Beberapa hari kemudian….Melisa mengirim SMS keHP ku….isinya mengajak aku untuk main kerumahnya.SMSnya kubalas….dan aku tanyakan dimana alamat rumahnya..Beberapa menit kemudian…Melisa membalas SMSku dan menyebutkan alamat rumahnya.

Aku berangkat kerumah Melisa…sibunga SMA.Tak lama kemudian ..aku sampai didepan rumah mewah.Kubaca kembali alamat yang diberikan oleh Melisa dan kucocokkan dengan nomor rumah yang tertera didepan pintu…pass..memang benar ini rumahnya.Kutekan bel yang ada didepanku.Beberapa saat kemudian …pintu pagar terbuka dengan sendirinya.Aku masuk, pintu pagarpun ikut tertutup dengan sendirinya.Aku berjakan menuju teras depan dan Melisa telah menungguku disana.

“Hii..gimana kabar kamu sekarang….”sapanya padaku.
“Baik saja nih….kamu gimana…kok sepi amat seh…pada kemana nih”
“iya nih…nggak ada siapa-siapa nih dirumah…jadi kesepian..makanya aku undang kamu kesini ..buat nemenin aku…”
“nggak salah nih..ntar suami kamu marah lagi”
“ah..nggak apa-apa lagi…. dia lagi diLN sekarang nih…”
“yuk ..masuk….kita ngobrol didalam aja deh”

Kamipun masuk kedalam rumahnya Melisa.Wah….benar-benar mewah nih rumah..semua perabotannya sangat mengagumkan.
“mari..silahkan duduk….jangan malu -malu..anggap saja seperti rumah sendiri”
“Thank’s….”dan akupun duduk
“oya..mau minum apa nih….panas..dingin atau yang hangat..”kata siNyonya rumah.
“jadi bingung nih ..milihnya …”kataku padanya.
“ya…kalau yang panas…teh sama kopi…trus kalau mau yang dingin..ada soft drink..”balas siMelisa
“trus kalau aku milih yang hangat gimana”tanyaku lagi.
“ya…ada deh…”kata rani sedikit genit.
“ok deh…kalau gitu..aku minta yang hangat aja deh”kataku coba menggodanya
“ah..kamu ini bisa aja….ntar kalau aku kasih kamu nggak susah nanti”
“ya..tergantung yang ngasih dunk…”

Melisa bangkit dari duduknya ….”bentar ya …aku kebelakang dulu” Ia pergi meninggalkanku diruang tamu yang mewah itu.Melisa kembali lagi keruang tamu dengan membawa dua gelas jus orange .Dia meletakkannya datas meja.

“Lho..tadi katanya yang hangat..kok yang itu seh”kataku padanya.
“yang hangat ntar….so pasti aku kasih deh”
Akupun duduk kembali.
“Mel…rumah kamu bagus banget deh….semuanya kamu punya…so pasti kamu bahagia dong dengan suami kamu….”
“ah ..siapa bilang..dari luarnya saja aku keliatan bahagia”katanya mulai serius
“memang semuanya aku punya ..tapi khan itu nggak menjamin aku bahagia”
“bayangin aja deh ..dalam satu bulan ..palingan suamiku 3 hari ada dirumah”
“selebihnya
..ya kesana kemari ..ngurusin bisnis keluarganya yang segudang itu…jadi
kamu bisa bayangin deh..betapa aku sangat kesepian..”

Melisa mulai menceritakan semua keluhan yang ada dalam dirinya.Kucoba memahami setiap jalan ceritanya sambil sesekali mataku nakal melirik bagian tubuhnya yang sangat menggairahkan sekali.Saat itu,Melisa mengenakan kaos yang cukup ketat sekali sehingga mencetak seluruh lekuk tubuhnya yang sangat indah itu.Dibalik kaos ketat lengan pendek itu …sepertinya Melisa tak mengenakan Bra…itu terlihat dari tonjolan kecil dipuncak dadanya yang padat dan berisi .Perlahan terasa sesuatu bergerak nakal dari balik celana yang kukenakan.

Melisa bangkit dari duduknya dan pindah disampingku.Tercium bau harum parfumnya yang sangat mengundang gairah.
“Dy..aku kangen banget deh sama kamu….”katanya padaku
“oya…”kataku padanya.
“iya nih….apalagi sama…….”katanya terputus.
“sama apa seh Mel…..”
“sama…..sama ini nih….”katanya sambil meletakkan tangannya diatas gundukan batang kejantananku.
Kontan saja aku terkejut mendengar penuturannya yang begitu spontan.walau sebenarnya aku juga menginginkannya.

Karena tak ada kata-kata yang keluar dari mulutku,Melisa tak memindahkan tangannya dari atas selangkanganku..malah sebaliknya dia mengelus pelan batang kejantananku yang masih tersembunyi dibalik celana panjang yang kukenakan.

Perlahan ..mukaku dan muka Melisa makin mendekat.Melisa memejamkan matanya sambil merekahkan bibirnya padaku.Kukecup bibirnya yang merah itu.Mulutku bermain dimulutnya yang mungil dan seksi. Sesekali lidahku berpilin dengan lidahnya .Melisa sangat bergairah sekali menyambut ciuman bibirku dibibirnya.

Sementara itu tanganku tak tinggal diam.Kucoba meraba dua bukit kembar yang tumbuh didadanya. Begitu hangat ,padat dan berisi Terasa sangat halus sekali kulit dadanya Melisa.Dua puncak dadanya yang mulai mengeras tak luput dari remasan tanganku.Dan tangan Melisa semakin liar begerilya diatas gundukan batang kejantananku yang mulai mengeras.

Melisa beranjak dari tempat duduknya .Perlahan ia mulai membuka satu persatu pakaian yang melekat ditubuhnya.Hingga akhirnya tak sehelai benangpun yang menempel ditubuhnya.Kuperhatikan tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki.Begitu sangat sempurna sekali.Dua gundukan bulat menggantung didadanya ditambah dengan bukit kecil yang ditumbuhi bulu hitam yang lebat menandakan kalau Melisa type wanita haus seks.

Melisa kembali duduk bersimpuh dihadapanku.Kali ini ia mulai membuka celana panjang yang masih kukenakan.Begitu celanaku terbuka ..nongollah batang kejantananku yang mulai mengeras dibalik celana dalamku.Namun tak berselang lama celana dalamkupun telah terbuka dan tinggallah penisku yang tegak bak torpedo yang siap meluncur.

Tangannya yang halus itu mulai membelai batang kejantananku.Lama kelamaan ukurannya makin membesar .Melisa mulai menjilat ujung kepala penisku .Mulutnya yang mungil itu menjiltai permukaan kulit batang kejantananku hingga sampai kedua buah biji pelerku.Beberapa saat lamanya Melisa menikmati batang kejantananku dengam ciuman-ciuman yang sangat menggetarkan persendianku.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Sementara kedua tanganku meremasi kepalanya .Hingga sesuatu terasa berdenyut dibatang kejantananku Sesuatu yang ingin muncrat dari ujung kepala penisku.Aku semakin kuat menjambak rambutnya Melisa dan menekannya kedalam hingga ujung kepala penisku menyentuh ujung tenggorokannya.

“Akhhh..Mel..aku mau keluar nih”erangku padanya

Beberapa detik kemudian spermaku tumpah didalam mulutnya Melisa.Tanpa merasa jijik sedikitpun Melisa menelan setiap tetes spermaku.Dan sambil tersenyum..Melisa menjilati sisa- sisa sperma yang masih tersisa dibatang kemaluanku.

Beberapa saat kamipun istirahat setelah aku mencapai orgasme yang pertama. .Kemudian aku berdiri dan mengangkat tubuh montok Melisa dan merebahkannya diatas sofa yang empuk .Kini tiba saatnya bagiku untuk memulai babak permainan berikutnya.Aku membuka kedua kaki Melisa lebar-lebar.Kudekatkan wajahku kepermukaan perutnya yang datar.Dengan penuh nafsu ..aku menjilati setiap permuakaan kulit perutnya yang halus itu.Melisa menggelinjang hebat merasakan jilatan bibirku dipermukaan kulit perutnya yang ramping.

Melisa merasakan dirinya seolah terbang kesorga kenikmatan saat ujung-ujung lidahku mengelitik organ-organ sensitifnya.Ia melupakan sejenak bayangan suaminya yang saat ini sedang berada diluar negri.Baginya ,kenikmatan yang kuberikan padanya tak ada bandingnya dengan limpahan materi yang diberikan oleh suaminya.Desahan…erangan dan jeritan Melisa makin menbuatku bersemangat menusuk-nusuk permukaan Vaginanya dengan ujung lidahku.

“Sayang….cepet dunk masukin punyamu kememek aku….udah nggak kuat nih”rengeknya padaku.

Akupun memenuhi permintaan Melisa yang sudah tidak tahan menunggu batang kejantananku yang tegang dan mengeras untuk masuk kedalam vaginanya Melisa. Aku memegang batang kejantananku dan mengocoknya sebentar kemudian mengarahkannya kelubang vagina Melisa.

Aku mulai maju mendorong pantatnya Melisa.Beberapa kali kucoba selalu meleset.Mungkin karena ukuran senjataku yang cukup besar hingga sulit untuk menembus lubang vaginanya yang rapet.Namun setelah beberapa kali mencoba,akhirnya batang kejantananku masuk menembus lubang memeknya Melisa.

Tanpa membuang waktu lagi,kugerakkan pantatku maju mundur menusuk memeknya Melisa.Dengan penuh nafsu,Melisa menikmati gerakan Penisku yang maju mundur menusuk vaginanya.Desiran dan desahan beriringan keluar dari mulutnya yang mungil itu.Melisa mengimbangi gerakanku dengan memaju mundurkan pantatnya yang bahenol itu.
Sekitar tiga pulu menit berlalu,Melisa merasakan akan mencapai klimaks.

Melisa mengangkat pantatnya dan menggelinjang hebat.Wajahnya berubah ganas,matanya mendelik saat puncak kenikmatan itu datang.Aku tahu kalau Melisa akan mencapai klimaknya.Kupercepat gerakan pantatku menusuk vaginanya sampai akirnya puncak kenikmatanna datang.Melisa mendekap erat tubuhku,Vaginanya berkedut-kedut menjepit batang kejantananku.Cairan hangat dan kental merembesi dinding vaginanya.Orgasme yang beruntun telah dialami Melisa sibunga SMA.

Untuk beberapa saat ..kubiarkan Melisa menikmati sisa -sisa orgasmenya ,sebelum kami melanjutkan permainan yang berikutnya.Perlahan Melisa bangkit dari tidurnya dan duduk diatas sofa empuk itu.Akupun duduk disampingnya. Tanganku singgah digundukan vagina yang ditumbuhi rambut halus itu. Kubelai perlahan untuk
membangkitkan kembali gairah wanita cantik yang ada disampingku ini. Perlahan terdengar desahan lembut dari mulut Melisa. Sementara itu mulutku tak lepas dari dua puncak mungil didadanya.

Merasa sudah tepat saatnya bagiku untuk menuntaskan permainan ini…kuangkat Melisa dan kududukkan ia diatas pahaku.Posisinya kini tepat berada diatas pangkuanku,sehingga dua buah dadanya yang padat membusung tepat berada didepan mulutku.Kugosok-gosok ujung penisku kemulut vaginanya.Kutekan ujung penisku hingga amblas masuk kedalam Vaginanya.Kudiamkan perlahan,kunikmati beberapa saat kontolku bersarang dalam memeknya Melisa.

Perlahan kugerakkan pantatku naik turun menusuk lubang kemaluannya Melisa.Gerakanku makin lama semakin cepat membuat tubuh Melisa bergoyang-goyang diatas pangkuanku.Terdengar erangan kenikmatan dari mulut rani.Beberapa kali ia harus memekik kecil tak kala penisku yang makin membesar menyentuh ujung rahimnya.Sementara dua buah gundukan didadanya bergoyang -goyang tak karuan .Kedua tanganku meraih dua gundukan itu dan meremasnya perlahan.

Beberapa menit kemudian terasa sesuatu menyesak dalam batang kejantananku.Mungkin tiba saatmya bagiku untuk orgasme.Dengan diiringi desahan panjang secara bersamaan…aku dan Melisa mencapai orgasme. Kusemprotkan spermaku yang hangat didalan vagina Melisa.Beberapa saat kemudian Melisapun menyusul.Cairan hangat merembesi dinding Vaginanya yang hangat itu.Aku memcabut batang kejantananku dari dalam vaginanya Melisa.

Dengan cepat Melisa jongkok diselangkanagnku dan menjilat sisa-sisa sperma yang masih menempel dipenisku. Sesaat kemudian Melisa tersenyum padaku.Senyum penuh kepuasam …yang tak pernah ia dapatkan dari suaminya tersayang.Aku bangkit dan mengenakan kembali pakaianku.Kulihat jam ditanganku sudah menunjukkan jam sepuluh malam Akupun pamit pada Melisa.

Namun sebelum aku pergi meninggalkam rumah Melisa…ia memberikan sesuatu buatku sebagai hadiah.Sebuah Handphone terbaru dan motor besar .Semula aku menolak pemberiannya …namun ia berharap sekali aku menerima pemberiannya itu. Demi menghibur hatinya Melisa..kuterima hadiah yang bagiku cukup besar sekali.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Kupergi meninggalkan Melisa dengan membawa Handphone dan sebuah motor besar. Hadiah yang mungkin lebih kecil jika dibandingkan dengan kenikmatan seks yang kudapatkan hari ini… dan bahkan akan kudapatkan hari-hari berikutnya bersama wanita cantik yang pernah menjadi Bunga SMA.

Kisah Taro – Tanteku Sekaligus Guru Seks ku

TAROSLOT Tanteku Sekaligus Guru Seks ku, Sebelum aku menikah, pengalaman seksualku cukup banyak, sebagian besar pasti berisiko tinggi seperti itu. Antara lain: dengan dosen, dengan teman adikku, dengan pacar teman, dengan adik pacar, dan masih banyak lagi. Semua itu mungkin dipengaruhi oleh pengalaman pertamaku, perjakaku direnggut oleh perempuan yang masih terhitung tanteku sendiri, sepupu jauh ibuku.

Itu terjadi ketika aku berumur 17 tahun, kelas 2 SMU. Sudah lama sekali, tapi kesannya yang mendalam membuat aku tidak akan pernah bisa lupa. Aku bahkan bisa mengingatnya dengan detil, dan kenangan itu selalu membuat aku terangsang.

Aku memanggilnya Tante Lala. Orangnya baik, supel dan enak diajak ngobrol. Wajahnya sih relatif, tapi menurutku lumayan manis. Yang jelas, kulitnya putih mulus dan body-nya mantap. Waktu itu umurnya sekitar 25 sampai 30 tahun, punya satu anak laki-laki yang masih kecil.

Keluarga Tante Lala tinggal di Surabaya. Dia sendiri tinggal di Jakarta selama satu tahun untuk mengikuti suatu pendidikan. Selama di Jakarta, dia tinggal di rumah kami. Kebetulan rumah kami cukup besar, dan ada satu kamar kosong yang memang disediakan untuk tamu.

Sebenarnya Tante Lala itu bukan type perempuan yang nakal. Setahuku dia termasuk perempuan baik-baik, dan rumah tangganya pun kelihatan rukun-rukun saja. Tapi yang jelas dia kesepian selama tinggal di Jakarta. Dia butuh sex. Kebetulan di sini boleh dibilang cuma aku cowok yang dekat dengan dia. Jadi, kukira wajar kalau akhirnya affair itu terjadi. Lagipula, kukira Tante Lala memang termasuk perempuan yang besar nafsu sex -nya.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Sejak peristiwa yang pertama, kami seperti ketagihan. Kami ML kapan saja, setiap ada kesempatan. Di kamar, di dapur, di kamar mandi, di hotel, di mana saja. Demi menyalurkan nafsuku yang seakan tak pernah surut pada Tante Lala, aku bahkan jadi sering bolos ataupun kabur dari sekolah, dan tanteku yang manis dan sexy itu selalu siap meladeniku.

Akibatnya, tahun itu aku tidak naik kelas. Semua orang kaget, hanya Tante Lala yang maklum. Dia bilang, walaupun aku tidak naik kelas, tapi aku “lulus” sebagai laki-laki. Harus kuakui, Tante Lala adalah guruku yang terbaik dalam hal yang satu itu.

Untungnya affair itu tidak berlanjut sampai ketahuan orang. Begitu Tante Lala kembali ke Surabaya, boleh dibilang hubungan kami berakhir, walaupun di awal-awal sesekali kami masih melakukannya (kalau Tante Lala datang ke Jakarta).

Aku lupa, Tante Lala mengikuti pendidikan apa di Jakarta. Dia kursus sore hari dan pulangnya sudah agak malam, sekitar jam 8. Oleh karena itu, aku mendapat tugas menjemput naik motor. Awalnya sebel juga jadi “tukang ojek” begitu. Untung cuma 2 kali seminggu. Tapi, lama-lama aku malah senang.

Kami cepat sekali menjadi akrab. Tante Lala tidak canggung-canggung lagi memeluk pinggangku bila kami berboncengan naik motor. Sesekali aku dapat merasakan tonjolan buah dadanya yang menekan empuk punggungku. Itu makanya aku jadi senang. Waktu itu terus terang aku belum punya pacar, jadi bersentuhan dengan perempuan adalah pengalaman yang sangat menyenangkan bagiku.

Hari itu aku berulang tahun yang ke 17. Pagi-pagi sebelum berangkat sekolah, orang tua dan adikku memberi selamat. Cuma Tante Lala yang tidak. Aku jadi sebel. Apakah aku betul-betul cuma dianggap sebagai “tukang ojek” selama ini? Tapi ternyata dia memilih cara lain. Ketika aku sedang membereskan tas sekolahku di dalam kamar, Tante Lala masuk. Kukira dia mau memberi ucapan selamat, tapi ternyata tidak juga. Dia bilang, seharusnya sweet seventeen dirayakan secara khusus. “Nggak ada uang,” jawabku asal-asalan. Tante Lala mengusap pipiku.

“Nanti sore kita rayain berdua,” katanya, suaranya pelan sekali. “Tante mau kasih kado spesial buat kamu.”

Aku jadi deg-degan. Di sekolah, pikiranku ngelantur tidak karuan, ulanganku jadi jeblok banget. Aku penasaran, apa betul Tante Lala mau memberi kado spesial. Entah kenapa, aku mulai membayangkan yang bukan-bukan.

Karena tidak sabar, ketika jam istirahat aku ke telepon umum di seberang jalan. (Waktu itu belum ada HP). Di rumah cuma ada Tante Lala dan si Mbok. Aku hampir-hampir tidak bisa ngomong waktu denger suara Tante Lala yang merdu. Dengan lugu, akhirnya aku berterus terang bahwa aku penasaran. Kata Tante Lala,

“Selama ini kamu baik sekali sama Tante. Jadi, kamu boleh minta apa pun yang kamu mau.” “Kalau Tante sendiri mau kasih apa?” tanyaku. “Ya nanti dong!” “Nggak sabaran nih!” “Pulang aja sekarang kalau nggak sabar. Bisa kabur, kan?” “Tapi nanti aku ada ulangan!” “Ya udah, terserah kamu!”

Aku jadi tambah penasaran. Obrolan di telepon membuat pikiranku bertambah jorok. Entah bagaimana, feeling-ku mengatakan bahwa Tante Lala “naksir” aku. Maka, tanpa berpikir panjang lagi, aku langsung pulang saat itu juga. Kukebut motorku.

Tante Lala tersenyum ketika membukakan pintu. “Si Mbok baruuuuu aja ke pasar!” katanya tanpa kutanya, seperti memberi isyarat bahwa situasi rumah benar-benar aman untuk kami. Aku jadi tambah deg-degan. Pikiran jorokku bertambah. Lebih-lebih saat itu Tante Lala mengenakan daster yang potongannya rada sexy.

“Kadonya mana?” tanyaku tidak sabar. “Nanti dulu dong!” jawab Tante Lala. Lalu aku disuruh menunggu di ruang duduk keluarga, sementara dia masuk ke kamar. Aku duduk di sofa sambil membuka sepatu. Tidak lama, Tante Lala keluar kamar, tapi aku tidak melihat dia membawa kado. Sambil memandangi dia berjalan ke arahku, aku berpikir, “Ngapain dia tadi masuk kamar?” Aku menemukan jawabannya beberapa saat kemudian, ketika kelihatan olehku kedua puting susunya membayang di balik daster. Rupanya di kamar tadi dia cuma membuka BH. Lalu, mana kadonya?

“Merem dong!” kata Tante Lala sambil duduk di sebelahku. Aku menurut, kupejamkan mataku. Jantungku semakin bergemuruh. Kurasakan kelelakianku mulai bangkit, anuku mulai mengeras. Lebih-lebih ketika kurasakan nafas Tante Lala dekat sekali dengan mukaku. Aku ingin membuka mata, tetapi takut. Maka aku terus memejamkan mata rapat-rapat, sampai kurasakan Tante Lala mengecup pipiku. Lembut sekali. Kiri dan kanan.

“Itu kadonya?” tanyaku memberanikan diri beberapa saat kemudian. Tante Lala tersenyum. “Itu kado spesial dari Tante,” katanya lembut. “Tapi kalau kamu mau yang lain, kamu boleh minta. Apapun yang kamu mau….” “Aa…aa…aku… tidak berani…” jawabku terbata-bata. “Padahal kamu kepingin sesuatu?” dia mendesak sambil merapatkan body-nya.

Aku semakin deg-degan. Tonjolan toketnya yang montok menekan lembut lenganku. Aku tidak berani membalas tatapan matanya. “Bilang dong…” suara Tante Lala semakin lembut. Wajahnya semakin dekat, aku jadi semakin tidak berani mengangkat wajah. Sampai tiba-tiba kulihat tangannya merayap… meraba selangkanganku!

Aku terkejut, bercampur malu karena ketahuan saat itu aku sudah “ngaceng”. Aku tidak tahu bagaimana ekspresi Tante Lala waktu itu, karena aku tetap belum berani melihat wajahnya, tetapi yang jelas dia malah memijit-mijit tonjolan batang kemaluanku yang tentu saja jadi semakin keras.

“Tante… aku…” Aku semakin tidak enak hati, sementara nafsuku semakin tinggi. “Vaaan, kamu udah gede sekarang….,” bisik Tante Lala. “Udah 17 tahun, udah dewasa…” “Maksud Tante, aku boleh….” “Kamu boleh apapun yang kamu mau, Sayang!”

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

Berkata begitu, Tante Lala menerkam mulutku dengan bibirnya. Aku sejenak terkejut dengan serbuan ganas mulut Tante Lala yang kian binal melumat-lumat mulutku, mendesak-desaknya ke dalam dengan buas. Sementara jemari kedua tangannya menggerayangi seluruh bagian kulit tubuhku, terutama pada bagian punggung, dada, dan selangkanganku. Tidak karuan lagi, aku jadi terangsang.

Kini aku berani membalas ciuman buas Tante Lala. Nampaknya Tante Lala tidak mau mengalah, dia bahkan tambah liar lagi. Kini mulut Tante Lala merayap turun ke bawah, menyusuri leher dan dadaku. Kemeja seragamku entah kapan dibukanya, tahu-tahu sudah teronggok di lantai. Beberapa cupangan yang meninggalkan warna merah menghiasi leher dan dadaku. Lalu dengan liar Tante Lala membawaku turun ke karpet, dibukanya celana panjang abu-abuku, demikian pula celana dalamku dilucutinya dengan gerakan tergesa-gesa. Aku menjadi telanjang bulat.

“Oohhh…. Ivaaan…., Tante nggak nyangka, punyamu bagus juga….” seru bergairah Tante Lala sambil memasukkan batang kejantananku ke dalam mulutnya, dan mulailah dia mengulum-ngulum, sesekali dibarengi dengan menyedot-nyedot. Sementara tangan kanannya mengocok-ngocok batang kejantananku, sedang jemari tangan kirinya meremas-remas buah kemaluanku. Aku hanya mengerang-erang merasakan sensasi yang nikmat tiada taranya.

Pada satu kesempatan, aku berhasil mencopot daster Tante Lala, sehingga dia tinggal mengenakan celana dalam saja. Aku sangat terkejut saat melihat ukuran buah dadanya. Luar biasa besarnya. Bulat, montok, masih sangat kencang walaupun dia sudah beranak satu. Nafsuku jadi semakin tidak terkendali. Tanpa malu-malu, aku merintih-rintih sembari mengatakan bahwa aku merasa enak luar biasa.

Sampai akhirnya kulihat Tante Lala menurunkan celana dalamnya sendiri. Dia bugil di hadapanku! Aku sempat berpikir waras, kami tidak boleh melakukan semua ini! Tapi waktu itu Tante Lala sudah menduduki kedua pahaku yang mengangkang. Kemaluannya yang berbulu rimbun tepat menempel di batang kemaluanku. Aku menelentang pasrah.

“A..a..aku… tttakut, Tante…,” kataku ketika kurasakan Tante Lala mulai menyusup-nyusupkan batang penisku ke dalam lubang vaginanya yang basah. Tante Lala tidak peduli, kurasakan ujung batang penisku sudah masuk. Tapi bagaimanapun Tante Lala mengalami kesulitan karena aku masih setengah hati.

Tante Lala menciumi mukaku. Bibirku dilumatnya kembali, lalu lidahnya menjulur-julur menjilat-jilat. Sementara itu, tangan kanannya terus berusaha menjejal-jejalkan batang penisku ke dalam lubang surgawi miliknya.

“Ivan, please..,” desahnya di telingaku. “Kamu udah gede, kamu udah boleh, Van…”

Entah bagaimana, nafsuku kembali berkobar. Batang kemaluanku yang tadinya mulai agak kendor karena aku ketakutan, kini kembali menegang keras. Tante Lala kegirangan, mukaku diciuminya dengan gemas. Pinggulnya bergerak-gerak sementara tangan kirinya terus menuntun batang kemaluanku memasuki vaginanya. Uhhh, nikmat luar biasa. Aku menggigit bibir. Sleeeppp… terasa batang kemaluanku melesak semakin dalam. Inci demi inci, sampai akhirnya masuk semua. Tante Lala merintih pelan menyebut namaku, “Ivvvaaaannnn…..”

Tanteku yang manis itu mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya. Maju, mundur, kiri, kanan, berputar-putar. Nikmatnya sungguh tidak terkatakan. Batang penisku serasa disedot dan dipelintir-pelintir. Aku belum pernah merasakan surga dunia senikmat itu, maka aku tidak tahan. Baru beberapa goyangan, tanpa dapat kucegah sedetikpun, aku “muncrat”.

Air maniku menyembur-nyembur entar berapa kali, menyirami vagina Tante Lala yang kurasakan berkedut-kedut. Itulah untuk pertama kalinya aku mencapai orgasme yang sesungguhnya, setelah sekian lama aku hanya dapat merasakannya dengan “ngocok” di kamar mandi.

Aku tidak tahu bagaimana perasaan Tante Lala waktu itu. Aku juga belum mengerti bahwa waktu itu dia sangat kecewa karena birahinya tidak mencapai puncak. Yang jelas, kami sama-sama terdiam untuk beberapa saat. Perasaanku tidak karuan. Menyesal, takut, malu, campur aduk jadi satu.

Tiba-tiba Tante Lala menangis sesenggukan. Aku jadi semakin tidak enak hati. Dengan sok gentle, aku memeluk tubuhnya yang telanjang dari belakang. Aku meminta maaf dan berusaha membujuk. Tapi kata Tante Lala, dia justru malu telah menjerumuskan aku.

“Tapi aku nggak nyesel kok, Tante…,” kataku. Tante Lala memalingkan mukanya menatapku. “Betul?” tanyanya. Aku mengangguk. Entah kenapa, tahu-tahu “anu”ku berdiri lagi. Kulihat muka Tante Lala memerah, dia pasti dapat merasakan karena batang penisku yang menegang itu menempel rapat pada pantatnya. Dia lalu membalikkan tubuhnya dan kami berpelukan. Entah siapa yang memulai, kami lalu berciuman bibir. Nafsuku berkobar-kobar lagi.

Tante Lala mengajakku masuk ke kamar. Dengan tubuh bugil, kami berangkulan menuju kamar Tante Lala di belakang. Tiba di sana, Tante Lala rebah duluan di atas ranjang. Aku menyusul. Dua-tiga kali Tante Lala masih bertanya lagi, apakah betul aku tidak menyesal dan tidak menganggapnya sebagai perempuan murahan.

Lalu kami berciuman bibir, lama dan penuh nafsu. Kurasakan batang kemaluanku sudah luar biasa keras, aku siap untuk meniduri tanteku sekali lagi. Tapi kata Tante Lala, kali ini aku harus sabar. Aku harus bisa membuat Tante Lala mencapai puncak kenikmatan seperti yang tadi kualami. Maka, dia mengajariku segala macam teknik merangsang birahi perempuan.

Dimulai dari berciuman. Dia mengajariku cara-cara memainkan mulut dan lidah. Setelah kuikuti, ternyata memang lebih enak. Lalu dia menyuruhku menciumi lehernya. Aku berhasil membuat sebuah cupangan, tapi Tante Lala lekas-lekas mengingatkan bahwa cupangan di leher akan mudah ketahuan orang. Maka, dia minta aku mencupang toketnya. Tanpa diminta pun, aku akan dengan senang hati melakukan itu.

Toketnya itu luar biasa bagus. Putih, besar, bulat, kencang dan padat. Aku mencium dan meremas-remas seperti tanpa rasa puas. Dan aku jadi tambah bernafsu karena perbuatanku itu membuat Tante Lala menggelepar-gelepar keenakan. Dia bahkan jadi seperti tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Mulutnya mulai mengeluarkan kata-kata jorok, di tengah-tengah desahan dan rintihannya.

Aku sebenarnya sudah sangat tidak sabar, ingin segera memasukkan senjataku lagi ke dalam lubang surgawi Tante Lala. Tapi Tante Lala belum memberi isyarat untuk itu. Dia malah memintaku mencumbui selangkangannya dulu.

“Sini, Sayang…, ciumin ini Tante …,” pintanya sambil berbaring telentang dan membuka kedua belah pahanya lebar-lebar.

Tanpa membuang waktu lagi, aku terus menyerudukkan mulutku pada celah vagina Tante Lala yang merekah minta diterkam. Benar-benat lezat. Vagina Tante Lala mulai kulumat-lumat tanpa karuan lagi, sedangkan lidahku menjilat-jilat deras seluruh bagian liang vaginanya yang telah dibanjiri lendir. Berulangkali kugelitik kelentitnya dengan ujung lidah sambil kukenyot dalam-dalam.

Rambut kemaluan Tante Lala lebat dan rindang. Cupangan merah pun kucap pada seluruh bagian daging vagina Tante Lala yang menggairahkan ini. Tante Lala hanya menggerinjal-gerinjal kegelian dan sangat senang sekali nampaknya. Kulirik tadi, Tante Lala terus-menerus melakukan remasan pada buah dadanya sendiri sambil sesekali memelintir puting-putingnya. Berulang kali mulutnya mendesah-desah dan menjerit kecil saat mulutku menciumi mulut vaginanya dan menarik-narik daging kelentitnya.

“Ooohhhhh, Ivvvaaannn…, enak banget, Sayaaang… Teruuss…., teruuuuussssss….. Please…, yaaaahhhhhh “

Beberapa menit kemudian, aku merayap lembut menuju perut Tante Lala, dan terus merapat di seluruh bagian buah dadanya. Dengan ganas aku menyedot-nyedot puting payudaranya yang kini mengeras dan membengkak. Kembali kubuat beberapa cupangan di buah dadanya.

Berulang kali jemariku memilin-milin gemas puting-puting susu Tante Lala secara bergantian, kiri dan kanan. Aku kini benar-benar tidak tahan lagi untuk menyetubuhi Tanteku. Tanpa menunggu komando dari Tante Lala, aku membimbing masuk batang kemaluanku pada liang vaginanya.

Tapi Tante Lala masih sempat mengubah posisi. Seperti yang pertama, kembali dia berada di atas. Ternyata itu memang disengaja oleh Tante Lala karena posisi begitu lebih menguntungkan aku. Aku jadi lebih tahan, sebaliknya Tante Lala akan cepat mencapai orgasme.

Benar saja. Tante Lala langsung menggenjot cepat karena rupanya dia sudah sangat keenakan dan hampir mencapai puncak. Aku menelentang saja sembari meremas-remas toket montoknya yang bergelantungan terkontal-kantil. Sesekali aku mengangkat pantat mengikuti komando Tante Lala. Tidak begitu lama, Tante Lala mengajakku segera membalik posisi.

“Ooouhkk.. yeaaah… ayoo.. ayooo… genjot Vaaannn..!” teriak Tante Lala saat merasakan batang kejantananku mulai menikam-nikam liar vaginanya. Dalam posisi di atas, gerakanku lebih leluasa. Aku semakin meningkatkan irama keluar masuk batang kemaluanku. Tante Lala hanya berpegangan pada kedua tanganku yang terus meremas-remas sepasang buah dadanya. Kedua kakinya mengangkang lebar, pinggulnya terangkat-angkat seirama dengan hunjaman batang kemaluanku.

“Blesep… sleeep… blesep..!” suara senggama yang sangat indah mengiringi dengan alunan lembut. Tante Lala mendesah, mengerang, dan merintih-rintih.

Sbobet Online, Judi Bola, Bandar Togel, Bandar Slot Terbesar , Bandar Slot Terbesar

“Aaaarghh…, enak sekali, Ivaaannnn….., Tante suka kontol kamuhhh… Terus, Sayaaang…, teruuuussssss….., ssssshhhhhh….., aaaaarrggghhhhh….”

Aku semakin bersemangat, kusodok-sodokkan batang penisku semakin kuat dan cepat. Itulah nikmat bersetubuh yang pertama kali kurasakan. Aku masih belum bisa bertahan lama saking enaknya. Hanya beberapa menit, puncak klimaks itu kucapai dengan sangat sempurna, “Creeet… crooot… creeet..!”

Pada saat hampir bersamaan, tubuh Tante Lala mengejang, pinggulnya terangkat tinggi-tinggi.

“Oooorrrrgghh.. sssssshhhhh… aaarrrgghhhh..,” seru Tante Lala menggelepar-gelepar ketika menggapai puncak kenikmatannya. “Tanteeehhh.…….” “Oooohhhh, Ivaann…. Teken terus, Vaan, Tante masih enak…, teken terus, yaahhh…” “Ivan kayak mimpi, Tante….,” bisikku polos. “Hm-mm, Tante juga, mimpi di surga… Peluk Tante, Sayang…”

Selanjutnya, dengan batang kemaluan yang masih tetap menancap erat pada vagina Tante Lala, aku jatuh tertidur. Tante Lala juga. Kami baru terbangun ketika si Mbok pulang dari pasar.