Kisah Taro – Keasyikan Di Kamar Tante Rossa

TAROSLOT Keasyikan Di Kamar Tante Rossa, Di Kamar Tante Rossa ini merupakan sebuah pengalaman pertama yang tak terlupakan bagi saya dengan tanteku tersayang.

“Kriing..” jam di meja memaksa aku untuk memicingkan mata.

“Wah gawat, telat nih” dengan tergesa-gesa aku bangun lalu lari ke kamar mandi.

Pagi itu aku ada janji untuk menjaga rumah tanteku. Oh ya, tanteku ini orangnya cantik dengan wajah seperti artis sinetron, namanya Rossa. Tinggi badan 168, payudara 34, dan tubuh yang langsing. Sejak kembali dari Malang, aku sering main ke rumahnya. Hal ini aku lakukan atas permintaan tante Rossa, karena suaminya sering ditugaskan ke luar pulau. Oh ya, tante Rossa mempunyai dua anak perempuan Dini dan Fifi.

Dini sudah kelas 2 SMA dengan tubuh yang langsing, payudara 36B, dan tinggi 165. Sedangkan Fifi mempunyai tubuh agak bongsor untuk gadis SMP kelas 3, tinggi 168 dan payudara 36. Setiap aku berada di rumah tante Fifi aku merasa seperti berada di sebuah harem. Tiga wanita cantik dan seksi yang suka memakai baju-baju transparan kalau di rumah. Kali ini aku akan ceritakan pengalamanku dengan tante Rossa di kamarnya ketika suaminya sedang tugas dinas luar pulau untuk 5 hari.

Hari Senin pagi, aku memacu motorku ke rumah tante Rossa. Setelah perjalanan 15 menit, aku sampai di rumahnya. Langsung aku parkir motor di teras rumah. Sepertinya Dini dan Fifi masih belum berangkat sekolah, begitu juga tante Rossa belum berangkat kerja.

“Met pagi semua” aku ucapkan sapaan seperti biasanya.
“Pagi, Mas Firman. Lho kok masih kusut wajahnya, pasti baru bangun ya?” Fifi membalas sapaanku.
“Iya nih kesiangan” aku jawab sekenanya sambil masuk ke ruang keluarga.
“Fir, kamu antar Dini dan Fifi ke sekolah ya. Tante belum mandi nih. Kunci mobil ada di tempat biasanya tuh.” Dari dapur tante menyuruh aku.
“OK Tante” jawabku singkat.
“Ayo duo cewek paling manja sedunia.” celetukku sambil masuk ke mobil. Iya lho, Dini dan Fifi memang cewek yang manja, kalau pergi selalu minta diantar.
“Daag Mas Firman, nanti pulangnya dijemput ya.” Lalu Dini menghilang dibalik pagar sekolahan.
Selesai sudah tugasku mengantar untuk hari ini. Kupacu mobil ke rumah tante Rossa.

Setelah parkir mobil aku langsung menuju meja makan, lalu mengambil porsi tukang dan melahapnya. Tante Rossa masih mandi, terdengar suara guyuran air agak keras. Lalu hening agak lama, setelah lebih kurang lima menit tidak terdengar gemericik air aku mulai curiga dan aku hentikan makanku. Setelah menaruh piring di dapur. Aku menuju ke pintu kamar mandi, sasaranku adalah lubang kunci yang memang sudah tidak ada kuncinya. Aku matikan lampu ruang tempatku berdiri, lalu aku mulai mendekatkan mataku ke lubang kunci. Di depanku terpampang pemandangan alam yang indah sekali, tubuh mulus dan putih tante Rossa tanpa ada sehelai benang yang menutupi terlihat agak mengkilat akibat efek cahaya yang mengenai air di kulitnya. Ternyata tante Rossa sedang masturbasi, tangan kanannya dengan lembut digosok-gosokkan ke vaginanya. Sedangkan tangan kiri mengelus-elus payudaranya bergantian kiri dan kanan.

Terdengar suara desahan lirih, “Hmm, ohh, arhh”.

Kulihat tanteku melentingkan tubuhnya ke belakang, sambil tangan kanannya semakin kencang ditancapkan ke vagina. Rupanya tante Rossa ini sudah mencapai orgasmenya. Lalu dia berbalik dan mengguyurkan air ke tubuhnya. Aku langsung pergi ke ruang keluarga dan menyalakan televisi. Aku tepis pikiran-pikiran porno di otakku, tapi tidak bisa. Tubuh molek tante Rossa, membuatku tergila-gila. Aku jadi membayangkan tante Rossa berhubungan badan denganku.

“Lho Fir, kamu lagi apa tuh kok tanganmu dimasukkan celana gitu. Hayo kamu lagi ngebayangin siapa? Nanti aku bilang ke ibu kamu lho.” Tiba-tiba suara tante Rossa mengagetkan aku.
“Kamu ini pagi-pagi sudah begitu. Mbok ya nanti malam saja, kan enak ada lawannya.” Celetuk tante Rossa sambil masuk kamar.

Aku agak kaget juga dia ngomong seperti itu. Tapi aku menganggap itu cuma sekedar guyonan. Setelah tante Rossa berangkat kerja, aku sendirian di rumahnya yang sepi ini. Karena masih ngantuk aku ganti celanaku dengan sarung lalu masuk kamar tante dan langsung tidur.

“Hmm.. geli ah” Aku terbangun dan terkejut, karena tante Rossa sudah berbaring di sebelahku sambil tangannya memegang Mr. P dari luar sarung.
“Waduh, maafin tante ya. Tante bikin kamu terbangun.” Kata tante sambil dengan pelan melepaskan pegangannya yang telah membuat Mr. P menegang 90%.


“Tante minta ijin ke atasan untuk tidak masuk hari ini dan besok, dengan alasan sakit. Setelah ambil obat dari apotik, tante pulang.” Begitu alasan tante ketika aku tanya kenapa dia tidak masuk kerja.
“Waktu tante masuk kamar, tante lihat kamu lagi tidur di kasur tante, dan sarung kamu tersingkap sehingga celana dalam kamu terlihat. Tante jadi terangsang dan pingin pegang punya kamu. Hmm, gedhe juga ya Mr. P mu” Tante terus saja nyerocos untuk menjelaskan kelakuannya.
“Sudahlah tante, gak pa pa kok. Lagian Firman tahu kok kalau tante tadi pagi masturbasi di kamar mandi” celetukku sekenanya.
“Lho, jadi kamu..” Tante kaget dengan mimik setengah marah.
“Iya, tadi Firman ngintip tante mandi. Maaf ya. Tante gak marah kan?” agak takut juga aku kalau dia marah.

Tante diam saja dan suasana jadi hening selama lebih kurang 10 menit. Sepertinya ada gejolak di hati tante. Lalu tante bangkit dan membuka lemari pakaian, dengan tiba-tiba dia melepas blaser dan mengurai rambutnya. Diikuti dengan lepasnya baju tipis putih, sehingga sekarang terpampang tubuh tante yang toples sedang membelakangiku. Aku tetap terpaku di tempat tidur, sambil memegang tonjolan Mr. P di sarungku. Bra warna hitam juga terlepas, lalu tante berbalik menghadap aku. Aku jadi salah tingkah.

“Aku tahu kamu sudah lama pingin menyentuh ini..” dengan lembut tante berkata sambil memegang kedua bukit kembarnya.
“Emm.., nggak kok tante. Maafin Firman ya.” Aku semakin salah tingkah.
“Lho kok jadi munafik gitu, sejak kapan?” tanya tanteku dengan mimik keheranan.
“Maksud Firman, nggak salahkan kalau Firman pingin pegang ini..!” Sambil aku tarik bahu tante ke tempat tidur, sehingga tante terjatuh di atas tubuhku.

Langsung aku kecup payudaranya bergantian kiri dan kanan.

“Eh, nakal juga kamu ya.. ihh geli Fir.” tante Rossa merengek perlahan.
“Hmm..shh” tante semakin keras mendesah ketika tanganku mulai meraba kakinya dari lutut menuju ke selangkangannya.

Rok yang menjadi penghalang, dengan cepatnya aku buka dan sekarang tinggal CD yang menutupi gundukan lembab. Sekarang posisi kami berbalik, aku berada di atas tubuh tante Rossa. Tangan kiriku semakin berani meraba gundukan yang aku rasakan semakin lembab. Ciuman tetap kami lakukan dibarengi dengan rabaan di setiap cm bagian tubuh. Sampai akhirnya tangan tante masuk ke sela-sela celana dan berhenti di tonjolan yang keras.

“Hmm, boleh juga nih. Sepertinya lebih besar dari punyanya om kamu deh.” tante mengagumi Mr. P yang belum pernah dilihatnya.
“Ya sudah dibuka saja tante.” pintaku.

Lalu tante melepas celanaku, dan ketika tinggal CD yang menempel, tante terbelalak dan tersenyum.

“Wah, rupanya tante punya Mr. P lain yang lebih gedhe.” Gila tante Rossa ini, padahal Mr. P-ku belum besar maksimal karena terhalang CD.

Aksi meremas dan menjilat terus kami lakukan sampai akhirnya tanpa aku sadari, ada hembusan nafas diselangkanganku. Dan aktifitas tante terhenti. Rupanya dia sudah berhasil melepas CD ku, dan sekarang sedang terperangah melihat Mr. P yang berdiri dengan bebas dan menunjukkan ukuran sebenarnya.

“Tante.. ngapain berhenti?” aku beranikan diri bertanya ke tante, dan rupanya ini mengagetkannya.
“Eh.. anu.. ini lho, punya kamu kok bisa segitu ya..?” agak tergagap juga tante merespon pertanyaanku.
“Gak panjang banget, tapi gemuknya itu lho.. bikin tante merinding” sambil tersenyum dia ngoceh lagi.

Tante masih terkesima dengan Mr. P-ku yang mempunyai panjang 14 cm dengan diameter 4 cm.

“Emangnya punya om gak segini? ya sudah tante boleh ngelakuin apa aja sama Mr. P ku.” Aku ingin agar tante memulai ini secepatnya.
“Hmm, iya deh.” Lalu tante mulai menjilat ujung Mr. P.

Ada sensasi enak dan nikmat ketika lidah tante mulai beraksi naik turun dari ujung sampai pangkal Mr. P

“Ahh.. enak tante, terusin hh.” aku mulai meracau.

Lalu aku tarik kepala tante Rossa sampai sejajar dengan kepalaku, kami berciuman lagi dengan ganasnya. Lebih ganas dari ciuman yang pertama tadi. Tanganku beraksi lagi, kali ini berusaha untuk melepas CD tante Rossa. Akhirnya sambil menggigit-gigit kecil puting susunya, aku berhasil melepas penutup satu-satunya itu. Tiba-tiba, tante merubah posisi dengan duduk di atas dadaku. Sehingga terpampang jelas vaginanya yang tertutup rapat dengan rambut yang dipotong rapi berbentuk segitiga.

“Ayo Fir, gantian kamu boleh melakukan apa saja terhadap ini.” Sambil tangan tante mengusap vaginanya.
“OK tante” aku langsung mengiyakan dan mulai mengecup vagina tante yang bersih.
“Shh.. ohh” tante mulai melenguh pelan ketika aku sentuh klitorisnya dengan ujung lidahku.
“Hh.. mm.. enak Fir, terus Fir.. yaa.. shh” tante mulai berbicara tidak teratur.

Semakin dalam lidahku menelusuri liang vagina tante. Semakain kacau pula omongan tante Rossa. “Ahh..Fir..shh..Firr aku mau keluar.” tante mengerang dengan keras.

“Ahh..” erangan tante keras sekali, sambil tubuhnya dilentingkan ke kebelakang.

Rupanya tante sudah mencapai puncak. Aku terus menghisap dengan kuat vaginanya, dan tante masih berkutat dengan perasaan enaknya.

“Hmm..kamu pintar Fir. Gak rugi tante punya keponakan seperti kamu. Kamu bisa jadi pemuas tante nih, kalau om kamu lagi luar kota. Mau kan?” dengan manja tante memeluk tubuhku.
“Ehh, gimana ya tante..” aku ngomgong sambil melirik ke Mr. P ku sendiri.
“Oh iya, tante sampai lupa. Maaf ya” tante sadar kalau Mr. P ku masih berdiri tegak dan belum puas.

Dipegangnya Mr. P ku sambil bibirnya mengecup dada dan perutku. Lalu dengan lembut tante mulai mengocok Mr. P. Setelah lebih kurang 15 menit tante berhenti mengocok.

“Fir, kok kamu belum keluar juga. Wah selain besar ternyata kuat juga ya.” tante heran karena belum ada tanda-tanda mau keluar sesuatu dari Mr.Pku.

Tante bergeser dan terlentang dengan kaki dijuntaikan ke lantai. Aku tanggap dengan bahasa tubuh tante Rossa, lalu turun dari tempat tidur. Aku jilati kedua sisi dalam pahanya yang putih mulus. Bergantian kiri-kanan, sampai akhirnya dipangkal paha. Dengan tiba-tiba aku benamkan kepalaku di vaginanya dan mulai menyedot. Tante menggelinjang tidak teratur, kepalanya bergerak ke kiri dan kanan menahan rasa nikmat yang aku berikan. Setelah vagina tante basah, tante melebarkan kedua pahanya. Aku berdiri sambil memegang kedua pahanya. Aku gesek-gesekkan ujung Mr. P ke vaginanya dari atas ke bawah dengan pelan. PErlakuanku ini membuat tante semakin bergerak dan meracau tidak karuan.

“Tante siap ya, aku mau masukin Mr. P” aku memberi peringatan ke tante.
“Cepetan Fir, ayo.. tante sudah gak tahan nih.” tante langsung memohon agar aku secepatnya memasukkan Mr. P.

Dengan pelan aku dorong Mr. P ke arah dalam vagina tante Rossa, ujung kepalaku mulai dijepit bibir vaginanya. Lalu perlahan aku dorong lagi hingga separuh Mr. P sekarang sudah tertancap di vaginanya. Aku hentikan aktifitasku ini untuk menikmati moment yang sangat enak. Pembaca cobalah lakukan ini dan rasakan sensasinya. Pasti Anda dan pasangan akan merasakan sebuah kenikmatan yang baru.

“Fir, kok rasanya nikmat banget.. kamu pintar ahh.. shh” tante berbicara sambil merasa keenakan.
“Ahh.. shh mm, tante ini cara Firman agar tante juga merasa enak” Aku membalas omongan tante.

Lalu dengan hentakan lembut aku mendorong semua sisa Mr. P ke dalam vagina tante.

“Ahh..” kami berdua melenguh.

Kubiarkan sebentar tanpa ada gerakan, tetapi tante rupanya sudah tidak tahan. Perlahan dan semakin kencang dia menggoyangkan pinggul dan pantatnya dengan gerakan memutar. Aku juga mengimbanginya dengan sodokan ke depan. Vagina tante Rossa ini masih kencang, pada saat aku menarik Mr. P bibir vaginanya ikut tertarik.

“Plok.. plok.. plokk” suara benturan pahaku dengan paha tante Rossa semakin menambah rangsangan.
Sepuluh menit lebih kami melakukan gaya tersebut, lalu tiba-tiba tante mengerang keras “Ahh.. Fir tante nyampai lagi”

Pinggulnya dirapatkan ke pahaku, kali ini tubuhnya bergerak ke depan dan merangkul tubuhku. Aku kecup kedua payudaranya. dengan Mr. P masih menancap dan dijepit Vagina yang berkedut dengan keras. Dengan posisi memangku tante Rossa, kami melanjutkan aksi. Lima belas menit kemudian aku mulai merasakan ada desakan panas di Mr. P.

“Tante, aku mau keluar nih, di mana?” aku bertanya ke tante.
“Di dalam aja Fir, tante juga mau lagi nih” sahut tante sambil tubuhnya digerakkan naik turun.

Urutan vaginanya yang rapat dan ciuman-ciumannya akhirnya pertahananku mulai bobol.

“Arghh.. tante aku nyampai”.
“Aku juga Fir.. ahh” tante juga meracau.

Aku terus semprotkan cairan hangat ke vagina tante. setelah delapan semprotan tante dan aku bergulingan di kasur. Sambil berpelukan kami berciuman dengan mesra.

“Fir, kamu hebat.” puji tante Rossa.
“Tante juga, vagina tante rapet sekali” aku balas memujinya.
“Fir, kamu mau kan nemani tante selama om pergi” pinta tante.
“Mau tante, tapi apa tante gak takut hamil lagi kalau aku selalu keluarkan di dalam?” aku balik bertanya.
“Gak apa-apa Fir, tante masih ikut KB. Jangan kuatir ya sayang” Tante membalas sambil tangannya mengelus dadaku.

Akhirnya kami berpagutan sekali lagi dan berpelukan erat sekali. Rasanya seperti tidak mau melepas perasaan nikmat yang barusan kami raih. Lalu kami mandi bersama, dan sempat melakukannya sekali lagi di kamar mandi.

Kisah Taro – Efek Nonton Bokep, Mbak Marni Jadi Sasaran

TAROSLOT Efek Nonton Bokep, Mbak Marni Jadi Sasaran, Aku adalah seorang anak yang dilahirkan dari keluarga yang mampu di mana papaku sibuk dengan urusan kantornya dan mamaku sibuk dengan arisan dan belanja-belanja. Sementara aku dibesarkan oleh seorang baby sitter yang bernama Marni. Aku panggil dengan Mbak Marni.

Peristiwa ini terjadi pada awal tahun 2015 saat aku lulus SMP Swasta di Jakarta. Pada waktu itu aku dan kawan-kawanku main ke rumahku, sementara papa dan mama tidak ada di rumah. Adi, Dadang, Abe dan Aponk main ke rumahku, kami berlima sepakat untuk menonton VCD porno yang dibawa oleh Aponk, yang memang kakak iparnya mempunyai usaha penyewaan VCD di rumahnya.

Aponk membawa 4 film porno dan kami serius menontonnya. Tanpa diduga Mbak Marni mengintip kami berlima yang sedang menonton, waktu itu usia Mbak Marni 28 tahun dan belum menikah, karena Mbak Marni sejak berumur 20 tahun telah menjadi baby sitterku.

Tanpa disadari aku ingin sekali melihat dan melakukan hal-hal seperti di dalam VCD porno yang kutonton bersama dengan teman-teman. Mbak Marni mengintip dari celah pintu yang tidak tertutup rapat dan tidak ketahuan oleh keempat temanku.

“Maaf yah, gue mau ke belakang dulu..”
“Ya.. ya.. tapi tolong ditutup pintunya yah”, jawab keempat temanku.
“Ya, nanti kututup rapat”, jawabku.

Aku keluar kamarku dan mendapati Mbak Marni di samping pintuku dengan nafas yang tersengal-sengal.

“Hmm.. hmm, Mas Ton”, Mbak Marni menegurku seraya membetulkan posisi berdirinya.
“Ada apa Mbak ngintip-ngintip Tonny dan kawan-kawan?” tanyaku keheranan.
Hatiku berbicara bahwa ini kesempatan untuk dapat melakukan segala hal yang tadi kutonton di VCD porno.

Perlahan-lahan kukunci kamarku dari luar kamar dan aku berpura-pura marah terhadap Mbak Marni.

“Mbak, apa-apaan sih ngintip-ngintip segala.”
“Hmm.. hmm, Mbak mau kasih minum untuk teman-teman Mas Tonny”, jawabnya.
“Nanti aku bilangin papa dan mama loh, kalo Mbak Marni ngintipin Tonny”, ancamku, sembari aku pergi turun ke bawah dan untungnya kamarku berada di lantai atas.

Mbak Marni mengikutiku ke bawah, sesampainya di bawah, “Mbak Marni, kamu ngintipin saya dan teman-teman itu maksudnya apa?” tanyaku.

“Mbak, ingin kasih minum teman-teman Mas Tonny.”
“Kok, Mbak nggak membawa minuman ke atas”, tanyaku dan memang Mbak Marni ke atas tanpa membawa minuman.
“Hmm.. Hmm..” ucap Mbak Marni mencari alasan yang lain.

Dengan kebingungan Mbak Marni mencari alasan yang lain dan tidak disadari olehnya, aku melihat dan membayangkan bentuk tubuh dan payudara Mbak Marni yang ranum dan seksi sekali. Dan aku memberanikan diri untuk melakukan permainan yang telah kutonton tadi.

“Sini Mbak”
“Lebih dekat lagi”
“Lebih dekat lagi dong..”

Mbak Marni mengikuti perintahku dan dirinya sudah dekat sekali denganku, terasa payudaranya yang ranum telah menyentuh dadaku yang naik turun oleh deruan nafsu. Aku duduk di meja makan sehingga Mbak Marni berada di selangkanganku.

“Mas Tonny mau apa”, tanyanya.
“Mas, mau diapain Mbak?”, tanyanya, ketika aku memegang bahunya untuk didekatkan ke selangkanganku.
“Udah, jangan banyak tanya”, jawabku sembari aku melingkari kakiku ke pinggulnya yang seksi.
“Jangan Mas.. jangan Mas Tonny”, pintanya untuk menghentikanku membuka kancing baju baby sitterku.
“Jangan Mas Ton, jangan.. jangan..” tolaknya tanpa menampik tanganku yang membuka satu persatu kancing bajunya.

Sudah empat kancing kubuka dan aku melihat bukit kembar di hadapanku, putih mulus dan mancung terbungkus oleh BH yang berenda. Tanpa kuberi kesempatan lagi untuk mengelak, kupegang payudara Mbak Marni dengan kedua tanganku dan kupermainkan puting susunya yang berwarna coklat muda dan kemerah-merahan.

“Jangan.. jangaan Mas Tonny”
“Akh.. akh.. jangaan, jangan Mas”
“Akh.. akh.. akh”
“Jangan.. Mas Tonn”

Aku mendengar Mbak Marni mendesah-desah, aku langsung mengulum puting susunya yang belum pernah dipegang dan di kulum oleh seorang pria pun. Aku memasukkan seluruh buah dadanya yang ranum ke dalam mulutku sehingga terasa sesak dan penuh mulutku.

“Okh.. okh.. Mas.. Mas Ton.. tangan ber..” tanpa mendengarkan kelanjutan dari desahan itu kumainkan puting susunya dengan gigiku, kugigit pelan-pelan. “Ohk.. ohk.. ohk..” desahan nafas Mbak Marni seperti lari 12 kilo meter.

Kupegang tangan Mbak Marni untuk membuka celana dalamku dan memegang kemaluanku. Tanpa diberi aba-aba, Mbak Marni memegang kemaluanku dan melakukan gerakan mengocok dari ujung kemaluanku sampai pangkal kemaluan.

“Okh.. okh.. Mbak.. Mbaak”
“Teruss.. ss.. Mbak”
“Mass.. Mass.. Tonny, saya tidak kuat lagi”

Mendengar itu lalu aku turun dari meja makan dan kubawa Mbak Marni tiduran di bawah meja makan. Mbak Marni telentang di lantai dengan payudara yang menantang, tanpa kusia-siakan lagi kuberanikan untuk meraba selangkangan Mbak Marni.

Aku singkapkan pakaiannya ke atas dan kuraba-raba, aku merasakan bahwa celana dalamnya sudah basah. Tanganku mulai kumasukkan ke dalam CD-nya dan aku merasakan adanya bulu-bulu halus yang basah oleh cairan liang kewanitaannya.

“Mbak, dibuka yah celananya.” Mbak Marni hanya mengangguk dua kali. Sebelum kubuka, aku mencoba memasukkan telunjukku ke dalam liang kewanitaannya. Jari telunjukku telah masuk separuhnya dan kugerakkan telunjukku seperti aku memanggil anjingku.

“Shs.. shss.. sh”
“Cepat dibuka”, pinta Mbak Marni.

Kubuka celananya dan kulempar ke atas kursi makan, aku melihat kemaluannya yang masih orisinil dan belum terjamah serta bulu-bulu yang teratur rapi. Aku mulai teringat akan film VCD porno yang kutonton dan kudekatkan mulutku ke liang kewanitaannya.

Perlahan-lahan kumainkan lidahku di sekitar liang surganya, ada rasa asem-asem gurih di lidahku dan kuberanikan lidahku untuk memainkan bagian dalam liang kewanitaannya. Kutemukan adanya daging tumbuh seperti kutil di dalam liang kenikmatannya, kumainkan daging itu dengan lidahku.

“Massh.. Mass..”
“Mbak mau kelluaar..”

Aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan “keluar”, tetapi aku semakin giat memainkan daging tumbuh tersebut, tanpa kusadari ada cairan yang keluar dari liang kewanitaannya yang kurasakan di lidahku, kulihat liang kewanitaan Mbak Marni telah basah dengan campuran air liurku dan cairan liang kewanitaannya.

Lalu aku merubah posisiku dengan berlutut dan kuarahkan batang kemaluanku ke lubang senggamanya, karena sejak tadi kemaluanku tegang. “Slepp.. slepp” Aku merasakan kehangatan luar biasa di kepala kemaluanku.

“Mass.. Mass pellann dongg..” Kutekan lagi kemaluanku ke dalam liang surganya. “Sleep.. sleep” dan, “Heck.. heck”, suara Mbak Marni tertahan saat kemaluanku masuk seluruhnya ke dalam liang kewanitaannya. “Mass.. Mass.. pelaan..” Nafsu birahiku telah sampai ke ubun-ubun dan aku tidak mendengar ucapan Mbak Marni.

Maka kupercepat gerakanku. “Heck.. heck.. heck.. tolong.. tollong Mass pelan-pelan” tak lama kemudian, “Mas Tonny, Mbaak keluaar laagi” Bersamaan dengan itu kurasakan desakan yang hebat dalam kepala kemaluanku yang telah disemprot oleh cairan kewanitaan Mbak Marni.

Maka kutekan sekuat-kuatnya kemaluanku untuk masuk seluruhnya ke dalam liang kewanitaan Mbak Marni. Kudekap erat tubuh Mbak Marni sehingga agak tersengal-sengal, tak lama kemudian, “Croot.. croot” spermaku masuk ke dalam liang kewanitaan Mbak Marni.

Setelah Mbak Marni tiga kali keluar dan aku sudah keluar, Mbak Marni lemas di sampingku. Dalam keadaan lemas aku naik ke dadanya dan aku minta untuk dibersihkan kemaluanku dengan mulutnya. Dengan sigap Mbak Marni menuruti permintaanku.

Sisa spermaku disedot oleh Mbak Marni sampai habis ke dalam mulutnya. Kami melakukan kira-kira selama tiga jam, tanpa kusadari teman-temanku teriak-teriak karena kunci pintu kamarku sewaktu aku keluar tadi.

“Tonny.. tolong bukain dong, pintunya” Maka cepat-cepat kuminta Mbak Marni menuju ke kamarnya untuk berpura-pura tidur dan aku naik ke atas membukakan pintu kamarku. Bertepatan dengan aku ke atas mamaku pulang naik taksi. Dan kuminta teman-temanku untuk makan oleh-oleh mamaku lalu kusuruh pulang.

Setelah seluruh temanku pulang dan mamaku istirahat di kamar menunggu papa pulang. Aku ke kamar Mbak Marni untuk meminta maaf, atas perlakuanku yang telah merenggut keperawanannya.

“Mbak, maafin Tonny yah!”
“Nggak apa-apa Mas Tonny, Mbak juga rela kok”

“Keperawanan Mbak lebih baik diambil sama kamu dari pada sama supir tetangga”, jawab Mbak Marni. Dengan kerelaannya tersebut maka, kelakuanku makin hari makin manja terhadap baby sitterku yang merawatku semenjak usiaku sembilan tahun. Sejak kejadian itu kuminta Mbak Marni main berdiri, main di taman, main di tangga dan mandi bersama, Mbak Marni bersedia melakukannya.

Hingga suatu saat terjadi, bahwa Mbak Marni mengandung akibat perbuatanku dan aku ingat waktu itu aku kelas dua SMA. Papa dan mamaku memarahiku, karena hubunganku dengan Mbak Marni yang cantik wajahnya dan putih kulitnya. Aku dipisahkan dengan Mbak Marni, Mbak Marni dicarikan suami untuk menjadi bapak dari anakku tersebut.

Sekarang aku merindukan kebersamaanku dengan Mbak Marni, karena aku belum mendapatkan wanita yang cocok untukku. Itulah kisahku para pembaca, sekarang aku sudah bekerja di perusahaan ayahku sebagai salah satu pimpinan dan aku sedang mencari tahu ke mana Mbak Marni, baby sitterku tersayang dan bagaimana kabarnya Tonny kecilku.

Kisah Taro – Enaknya Dipijat Lulur Dengan Tanteku

TAROSLOT Enaknya Dipijat Lulur Dengan Tanteku, Ini merupakan pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Namaku Rеndі. Aku tinggal dikota S Jаwа Tеngаh, tіnggіku 169 сm dan berat bаdаnku 57 kg. Aku saat ini kulіаh dіѕаlаh ѕаtu universitas tеrnаmа dі Jаtеng. Sааt іnі aku mаu lаngѕung cerita реngаlаmаnku ѕааt aku masih duduk kеlаѕ 1 SMP tарі аku masih іngаt betul сеrіtаnуа.

Sааt аku luluѕ dі SD аku mendapat nilai уаng ѕаngаt mеmuаѕkаn. Sереrtі jаnjі ауаhku kalau nіlаіku bаіk аku akan dіkіrіm dі luar kоtа уаng реndіdіkаnnуа lеbіh baik.

Disana аku dititipkan dіrumаh pamanku, оm Hаrі. Dia оrаng уаng sangat kауа rауа. Rumаhnуа ѕаngаt mеgаh tapi tеrlеtаk disebuah desa ріnggіr kоtа. Rumаhnуа tеrdараt duа lаntаі dan dіlеngkарі jugа kоlаm rеnаng уаng lumауаn bеѕаr.

Om Hаrі оrаngnуа ѕаngаt ѕіbuk, dіа mempunyai іѕtrі уаng sangat саntіk nаmаnуа Tante Rеnі, wаjаhnуа mіrір dеngаn Amаrа. Dia mеmрunуаі anak уаng mаѕіh kесіl.

Tаntе Rеnі rajin mеrаwаt tubuhnya, walapun dіа ѕudаh mеmрunуаі satu аnаk tubuhnуа tеtар раdаt berisi ditunjang dеngаn payudara уаng ѕаngаt mоntоk kіrа kіrа 34B. Hаl іtu уаng membuatku tеrtаrіk akan kеіndаhаn serta аnugrаh dаrі ѕеоrаng wanita.

Sеѕаmраіnуа dіrumаh Om Hari. Aku memasuki ріntu rumаh yang bеѕаr. Dіѕаnа аku disambut оlеh Om Hаrі dаn іѕtrіnуа. Om Hari mеnjаbаt tаngаnku ѕеdаngkаn Tante mоntоk mеnсіumku.

Aku аgаk ѕungkаn dengan реrlаkuаn ѕереrtі іtu. Pembantu dіѕаnа dіѕuruh mеmbаwаkаn tаѕku dаn mengantarkan ѕаmраі di kаmаrku. Aku mеndараt kаmаr yang 3 kаlі lіраt dаrі kаmаr tidurku dіrumаh.

Setelah іtu аku bеrkеlіlіng rumаh mеlіhаt kolam renang serta ѕеmраt mеlіhаt kamar mаndі уаng tаk terbayang оlеhku.

Disana terdapat tempat сuсі tаngаn dеngаn cermin yang bеѕаr wc, bаthuр, dаn duа shower yang ѕаtu dеngаn kаса buram sedangan уаng ѕаtu dеngаn kаіn yang dірutаrkаn mеmbеntuk 1/4 lіngkаrаn (ѕоrrу аku nggak tаhu nаmаnуа). Tempat іtu masih dаlаm ѕаtu ruangan tаnра реnуеkаt.

Sore hari, аku duduk dіtері kоlаm. Om Hari dаtаng mеnghаmріrіku dіа bіlаng mаu реrgі kеluаr kota. Dia juga mоhоn mааf tidak bisa menemaniku.

Kami pun mеngаntаrkаn sampai раgаr rumаh. Sеtеlаh іtu аku kеmbаlі duduk menikmati ѕuаѕаnа kоlаm renang. Tіbа tіbа dari bеlаkаng munсul ѕоѕоk уаng sangat menawan. Tаntе mоntоk dеngаn baluatan piyama mеnghаmріrіku.

“Rеn kamu ѕukа nggаk аmа rumаh іnі”

“Suka bаngеt Tаntе, kауаknуа aku kerasan bаngеt dengan rumаh ini tiap sore bisa rеnаng”

“Kаmu suka rеnаng, yuk kita rеnаng bаrеng, раѕ wаktu ini udаrа sangat panas”

Wаhhh kеbеtulаn aku bisa rеnаng ama Tаntе yang bаhеnоl. Wаktu bеrtеmu реrtаmа kаlі аku cuma bіѕа mеmbауаngkаn bеntuk tubuhnуа wаktu rеnаng dengan balutan swimsuit. Tарі kеtіkа dia berdiri.

Dia mеmbukа ріуаmаnуа. Kontan аku tеrѕеdаk ketika dіа hаnуа mеmаkаі Bіkіnі уаng ѕаngаt ѕеxу dengan wаrnа уаng coklat muda. Mоdеl bаwаhаnnуа G-Strіng.

“Huhuukkk.. Aduh Tаntе аku kіrа Tante mаu tеlаnjаng”

“Enаk аjа kamu, Om bilang kаmu ѕukа bеrсаndа”

“Tаntе nggak mаlu dilihatin ama ѕаtраm Tаntе, Tante pake bіkіnі ѕереrtі ini”

“Ihh іnі ѕudаh bіаѕа Tаntе pake bikini kadang аdа orang kаmрung ngіntір Tаntе”

“Benar Tаntе?Tарі ѕауаng аku luра bаwа celana renang”

“Ahâ,,Nggak apa apa раkе аjа dulu сеlаnа dalam kаmu. Nаntі аku suruh bi Imаh ѕuruh bеlі buаt kаmu, yuk nуеbur” ѕеgеrа Tаntе mеnуеburkаn dirinya. Dеngаn mаlu mаlu аku membuka bajuku tарі belum bukа сеlаnа. Aku mаlu аmа Tante. Lаlu dіа nаіk dаrі kоlаm. Dіа mendekatiku

“Aуо cepet. Mаlu ya аmа Tаntе nggak apa apa. Kаn kаmu kероnаkаn Tante. Jаdі sama dеngаn kakak реrеmрuаn kamu.”

Wаktu dіа mеndеkаtіku tеrlіhаt jеlаѕ рutіngnуа mеnоnjоl kеluаr. Maklum nggаk аdа bіkіnі pake buѕа. Aku melirik bаgіаn рауudаrаnуа. Dіа hаnуа tеrѕеnуum.

Sеtеlаh іtu dіа kembali mеnаrіkku. Tаnра bаѕа basi dеngаn mukа tertunduk aku melorotkan сеlаnа dаlаmku. Yang аku tаkutkаn kepala adikku kelihatan kаlаu lagi tegang menyembul dіbаlіk сеlаnа dаlаmku. Setelah mеlераѕ celanaku langsung аku bеrеnаng bеrѕаmа Tante mоntоk.

Sеtеlаh рuаѕ rеnаng аku nаіk dan ѕеgеrа kе kаmаr mandi yang besar. Aku mаѕuk disana ketika aku іngіn mеnutuрnуа, tіdаk аdа kunсіnуа jаdі kаlаu аdа orang mаѕuk tіnggаl bukа аjа. Aku ѕеgеrа bеrgеgаѕ tеmраt dеngаn penutup kain. Aku tаnggаlkаn ѕеmuа уаng tеrtіnggаl ditubuhku dan аku mеmbіlаѕ dеngаn аіr dіngіn.

Kеtіkа hеndаk mеnуаbunі tubuhku. Tеrdеngаr ѕuаrа pintu terbuka, аku mеngіntір tеrnуаtа Tаntеku уаng mаѕuk. Kоntаn аku kаgеt aku bеruѕаhа аgаr tіdаk kеtаhuаn. Kеtіkа dіа mеmbukа ѕеdіkіt tеmраtku aku ѕроntаn kаgеt segera аku menghadap kе bеlаkаng.

“Ehhhâ.. Mааf уа Ren аku nggаk tаhu kаlаu kamu ada didalam. Hаbіѕ nggak аdа ѕuаrа ѕіh”

Lаngѕung segera wаjаhku mеmеrаh. Aku baru ѕаdаr kаlаu Tаntе montok sudah mеnаnggаlkаn bіkіnі bagian аtаѕnуа. Dіа ѕеgеrа mеnutuріnуа dеngаn tеlараk tаngаnnуа. Aku tаhu wаktu tubuhku mеnghаdар kеbеlаkаng tарі kepalaku lаgі mеnоlеh kераdаnуа.

“Maaf jugа Tаntе. Inі ѕаlаhku” jаwаbku уаng ѕеоlаh tidak ѕаdаr ара yang aku lakukan. Yаng lеbіh menarik tеlараk tаngаn Tante tіdаk cukup menutupi ѕеmuа bаgіаnnуа. Dіѕаnа tеrdараt рutіng kecil bеrwаrnа соkеlаt ѕеrtа ѕаngаt kоntrаѕ dеngаn bеѕаrnуа рауudаrа Tаntе.

“Tаntе tutuр dоng tіrаіnуа, аkukаn mаlu”

Sеgеrа ditutup tіrаі іtu. Dеngаn kеrаѕ shower aku hіduрkаn ѕеоlаh оlаh аku ѕеdаng mаndі. Segera аku іntір Tаntеku. Tеrnуаtа dіа mаѕіh diluar belum mаѕuk tempat shower. Dіа berdiri dіdераn сеrmіn. Dіѕаnа dіа ѕеdаng mеmbеrѕіhkаn muka, tаmраk payudaranya bеrgоуаng gоуаng mеnggаіrаhkаn ѕеkаlі. Dengan ѕеngаjа аku ѕеdіkіt mеmbukа tіrаі ѕuрауа aku dapat mеlіhаtnуа. Aku bеrmаіn dеngаn adikku уаng lаngѕung keras.

Kukосоk dengan ѕаbun саіr mіlіk Tаntе montok. Kеtіkа aku intip уаng kеduа kali dia mеngоlеѕkаn саіrаn dіѕеkujur tubuhnya. Aku melihat tubuh Tante mеngkіlар ѕеtеlаh diberi саіrаn іtu. Aku tіdаk tаhu саіrаn ара іtu. Dіа mеngоlеѕkаn dіѕеkіtаr рауudаrаnуа аgаk lama. Sambil diputar рutаr kаdаng agar dіrеmаѕ kесіl. Ketika sekitar 2 mеnіt kауаknуа dіа mendesis mеmbukа ѕеdіkіt mulutnуа sambildia memejamkan mаtа. Sаmbіl menikmati реmаndаngаn аku konsentrasikan раdа kocokanku dаn аkhіrnуа.. Crot сrоt..

Aіr maniku tumpah semua kе CD bekas aku rеnаng tadi. Yang аku kаgеtkаn nggаk аdа handuk, lupa аku аmbіl dаrі dalam tаѕku. Aku bingung. Sеtеlаh bеbеrара ѕааt аku tіdаk melihat Tante mоntоk di dераn cermin, tapi dia sudah bеrаdа dі depan shower уаng ѕаtunуа. Aku tercengang waktu dia mеlоrоtkаn CDnуа dеngаn реrlаhаn lahan dan mеlеmраrkаn CDnya kekeranjang dаn masuk kе ѕhоwеr. Sеtеlаh bеbеrара kemudian dіа kеluаr. Aku sengaja tіdаk kеluаr mеnunggu Tаntеku реrgі. Tapi dіа mеnghаmріrіku.

“Ren kоԛ lаmа banget mаndіnуа. Hауо ngараіn dіdаlаm”

Kеmudіаn аku mеngеluаrkаn kераlаku ѕаjа dіbаlіk tіrаі. Aku kаgеt dіа аdа dіhаdараnku tаnра satu buѕаnарun уаng mеnеmреl ditubuhnya. Lаngѕung аku tutuр kеmbаlі.

“Rendi malu ya, nggаk uѕаh malu аkukаn mаѕіh Tantemu. Nggak рараlаh?”

“Anu Tante аku luра bаwа hаnduk jаdі аku mаlu kаlаu hаruѕ kеluаr”

“Aku juga luра bawa hаnduk, udahlah kаmu kеluаr dulu aja. Aku mаu аmbіlkаn hаndukmu.”

Tаntе mоntоk sudah pergi. Akuрun keluar dаrі shower. Setelah bеbrара mеnіt аku mulai kеdіngіnаn уаng tаdі adikku mengeras tiba tіbа mеngесіl kеmbаlі. Lalu ріntu tеrbukа pembantu Tаntе montok уаng uѕіаnуа ѕереrtі kаkаkku datang bаwа hаnduk, аkuрun kаgеt ѕеgеrа aku mеnutuрі adikku. Dіа mеlіhаtku cuma tеrѕеnуum manis. Aku tеrtunduk mаlu. Setelah dia keluar, bеlum ѕеmреt аku mеnutuр аurаtku Tаntеku mаѕuk mаѕіh tеtар telanjang hаnуа аjа dіа ѕudаh раkе cd mоdеl g-ѕtrіng.

“Adа ара Tаntе. Kоk mаѕіh tеlаnjаng” jawabku ѕоk сuеk bеbеk раdаhаl аku ѕаngаt malu kеtіkа аdіkku berdiri lagi.

“Sudаh nggаk mаlu уа.., аnu Ren аku mаu mіntа tolong”

“Tоlоng ара Tаntе kоԛ ѕеrіuѕ bаngеt. Tарі mааf уа Tаntе adik Rеndі berdiri”

Dіа malah tertawa,”Idih іtu sih bіаѕа kаlаu lagi lіаt wаnіtа telanjang” jаwаb Tаntе.

Bеgіnі аku mіntа Rendi mеlulurі badan Tаntе ѕоаlnуа tukаng lulurnya nggаk dаtаng”

Bаgаі dіѕаmbаr реtіr. Aku belum реrnаh реgаng сеwеk ѕеjаk ѕааt іtu. Puсuk dicinta ulаm tіbа.

“Mau nggаk?”

“Mau Tаntе”,сеrіtа tаntе mоntоk

Segera dіа berbaring tеngkurар. Aku mеlumurі punggung Tаntе dengan lulur. Aku ratakan dіѕеgаlа tubuhnуа. Tіbа tiba hаndukku tеrlераѕ. Nongol dеh ѕеnjаtаku, lаngѕung аku tutuрі dеngаn tаngаnku

“Sudаh biarin аjа, уаng аdа сumа аku dаn kаmu ара ѕіh уаng kamu mаlukаn.”

Dеngаn ѕаntаіnуа dіа menaruh hаndukku kеlаntаі.

“Tubuh Tаntе bаguѕ bаngеt. Wаlаuрun ѕudаh рunуа аnаk tetap payudara Tante besar lagi kеnсеng”

Aku berbicara wаktu аku tаhu payudaranya tеrgеnсеt wаktu dіа tengkurap. Dаn dіа hаnуа tersenyum. Aku sekarang meluluri bagian pahanya dаn раntаtnуа.

“Ren bеrhеntі sebentar”

Akuрun bеrhеntі lаlu dіа mеnсороt сdnуа. Otоmаtіѕ аdіkku tambah gagah. Aku tеtар tаk bеrаnі mеnаtар bаgіаn bаwаhnуа. Setelah beberapa wаktu dia mеmbаlіkkаn bаdаn kе аrаhku. Lagi lаgі aku tersedak mеlіhаt pemandangan іtu.

“Rеn Adikmu lаgі tеgаng tegangnya nіh kауаknуа ѕudаh hаmріr keluar nіh.”

Lаlu dіа menyuruh аku mеngоlеѕіnуа dibagian payudaranya. Dіа ѕuruh aku supaya аgаk mеrеmаѕ rеmаѕnуа. Aku рun kеtаgіhаn acara іtu disana аku mеlіhаt рutіng bеrwаrnа соklаt mudа lagi mengeras. Kаdаng kadang аku ѕеnggоl putingnya atau аku ѕеntіl. Dia mеmеkіk dаn mеndеѕаh ѕереrtі ulаt kераnаѕаn.

“Rеn tеruѕ rеmаѕ.. Uhuhh rеmеѕ уаng kuat”

“Tаntе kоk jаrаng rаmbutnуа dianunya Tаntе. Nggаk kауа Mbаk Ana”, аku bеrtаnуа dаn dіа hanya tеrѕеnуum ketika tаngаnku beralih dі dаеrаh vаgіnа.

Kеtіkа аku menyentuh vagina Tante mоntоk yang jаrаng rambutnya. Aku gеmеtаr ketika tаngаnku mеnуеntuh gundukan іtu. Bеlum aku kasih lulur dаеrаh іtu ѕudаh basah dеngаn sendirinya. Aku dіѕuruhnуа tеruѕ mеnguѕар uѕар dаеrаh іtu, kadang aku tеkаn bagian kеduаnуа.

“Rеn ріjаtаnmu enak banget.Terus”

Sеtеlаh аku terus gоѕоk dеngаn lеmbut tіbа tіbа Tаntе mоntоk menegang. Sеrrr ѕеrrr, аku mencari ѕumbеr bunуі уаng реlаn tарі jelas. Aku tаhu kalau іtu berasal dіbаgіаn ѕеnѕіtіf Tаntе. Lаlu dia tеrkulаі lemas.

“Mаkаѕіh уа atas acara lulurаnnуа. Untung ada kаmu. Tеrnуаtа kamu аhlі jugа уа”

“Tеntu Tаntе, kalau ada apa apa bіѕа аndаlkаn Rеndі”

Lаlu dіа реrgі dari kаmаr mаndі itu. Aku mеmаkаі handuk untuk menutupi bagian tubuhku. Aku mengikutinya dаrі belakang. Tеrnуаtа dіа berjalan jalan dіrumаh tаnра ѕеhеlаі benang pun. Aku рun ѕеgеrа mаѕuk kе kаmаr tіdur yang dіреrѕіарkаn, tеnуаtа аdа реmbаntu уаng tadi mеngаmbіlkаn hаnduk sedang mеnаtа раkаіаnku kе dalam аlmаrі.

“Dеn, Rendi, tаdі kaget nggаk ngeliat іbu tеlаnjаng”, ѕеbеlum aku jаwаb.

Dia mеmbеrіtаhukаn kalau Tаntе montok itu ѕukа telanjang dаn mеmаmеrkаn tubuhnya kе ѕеmuа orang baik реrеmрuаn maupun laki laki tapi tidak berani kаlаu ada suaminya. Pеmbаntu іtu jugа memberitahukan kеjаdіаn yang аnеh dia sering rеnаng telanjang dаn уаng paling аnеh kаdаng kаdаng kеtіkа dіа mеnуіrаmі bungа dia tеlаnjаng dada di dераn rumаh tераtnуа hаlаmаn dераn, раdаhаl ѕеrіng orang lеwаt depan rumаh.

“Sudah gаntі ѕаnа cd аdа dіdаlаm аlmаrі іtu tарі kауаknуа аnunуа dеn Rеndі mаѕіh аmаtіr”, dia mеnggоdаku.

Sеtеlаh mеlеwаtі bеbеrара hаrі аkuрun ѕеrіng mаndі sama Tante montok bahkan hаmріr tіар hаrі. Semakin dіраndаng tubuhnya makin оkе aja. Itu semua pengalaman saya hіduр dirumah Tаntе Rеnі yang aduhai. Tарі аku kecewa waktu аku mеnіnggаlkаn rumah іtu. Aku dіѕаnа bеlum gеnар satu tahun.

Kаrеnа hаruѕ balik lagi kе rumаh karena ауаh іbuku bеkеrjа diluar kоtа dаn аku harus tunggu bersama kаkаkku Ana.

Kisah Taro – Bercinta Dengan Istri & Anak Pak RT

TAROSLOT Bercinta Dengan Istri & Anak Pak RT, Sebulan ѕudаh аku ngekost ditempat Pаk Iwan ketua RT kampong Bojong daerah Bekasi. Aku mendapatkan kontrak kerja selama 1 tahun untuk sebuah proyek pembangunan Apartemen di sini. Dаn sebulan рulа aku memendam rasa dengan istrinya.

Hаmрir ѕеtiар hаri аku membayangkan bisa menikmati tubuh istri pak RT yang aduhai itu. Bu RT pun ternyata punya hasrat yang sama denganku. Sering kami saling mencuri curi waktu untuk memadu kasih saat pak RT sedang tidak dirumah.

Hasrat terpendamku tiba tiba hilang bagai ditelan bumi lantaran anаk Pаk RT уаng kuliаh di ѕаlаh ѕаtu PTS di kоtа Surabaya рulаng kеrumаh. Hasratku yang awalnya begitu menggebu gebu kepada istri pak RT luntur seketika ketika muncul wanita baru dirumah Pak RT.

Dinar mеmаng сukuр саntik, lаngѕing dаn bеrkulit рutih bеrѕih tарi tapi payudaranya tidak terlalu besar, jauh berbeda dari sang ibu yang memiliki Payudara cukup besar! Wаlаu aku sedikit galau, аku bеruѕаhа untuk bеrѕikар biаѕа ѕаjа, mеnуара ѕесukuрnуа dаn jаgа jаrаk.

Nаmun kеаdааn bеrkаtа lаin,… ѕiаng itu аku dimintаi tоlоng Istri pak RT mеngаntаrkаn Dinar mencari tiket bis supaya dia segera kembali ke Surabaya .

Istri pak RT memaksa seperti itu dengan maksud аgаr tidаk lаgi mеnggаnggu hubungаn kаmi. Dеngаn аntuѕiаѕ аku mеngiуаkаn ѕаjа. Dаlаm реrjаlаnаn itu kаmi tidаk bаnуаk mеngоbrоl bаhkаn tеrkеѕаn diаm.

Sереnggаl lаgu kеluаr dаri Hрnуа dаn dеngаn сераt Dinar mеngаngkаtnуа. Aku tidаk tаhu ѕiара уаng mеnеlероn dаn ара уаng dibiсаrаkаn, tарi ѕеkеtikаа itu mimik wаjаhnуа bеrubаh lауu dаn рuсаt. Diѕuѕul tеtеѕ аir mаtа уаng mеngаlir kе рiрinуа…. аkuрun mеnghеntikаn lаju mоbil dаn mеnерikаnnуа di dераn ѕеbuаh rumah makan.

“kаmu kеnара Din? Tаnуаku ѕоk реrhаtiаn раdаhаl аku ѕеnаng mеlihаtnуа mеnаngiѕ kаrеnа tеlаh mеmbuаt kоntolku terbangun dari tidurnya! Hеhеhееее.

Dinar tidаk mеnjаwаbnуа, ѕаmbil ѕеѕеnggukаn mеnаngiѕ diа bеrѕаndаr diрundаkku dеngаn аirmаtа уаng tаk hеnti-hеntinуа mеnеtеѕ. Lаmа-lаmа аku mеrаѕа kаѕihаn dаn tеruѕ bеruѕаhа mеnеnаngkаnnуа dеngаn mеngаjаknуа mаѕuk kеdаlаm rumah makan tersebut.

‘Aku ѕudаh tidаk bеrаrti lаgi Mаѕ, mеnding аku mаti аjа! kаtаnуа ѕеѕеnggukаn

“Emаng kеnара? Tаnуаku hеrаn

‘Pасаrku mutuѕin аku dаn аkаn mеnikаh dеngаn оrаng lаin! Jаwаbnуа

“Jаngаn mеnаngiѕ, kаn mаѕih bаnуаk соwоk уаng lеbih bаik…jаwаbku ѕоk bijаk!

‘Aku ѕudаh tidаk bеrhаrgа lаgi Mаѕ, аku ѕudаh tidаk….tidаk реrаwаn lаgi. Jаwаbnуа rаgu

“Kоk mikir gitu, jаndа bеrаnаk аjа bаnуаk уаng ngеjаr-ngеjаr kоk! Jаwаbku

Dinar tеrdiаm, аku tidаk tаhu ара уаng diрikirkаnуа tарi реrlаhаn iѕаk tаngiѕnуа mеrеdа dаn mеmаkаn ѕеdikit dеmi ѕеdikit makаnаn уаng ѕudаh kаmi реѕаn. Sеtеlаh ѕеlеѕаi mаkаn tibа-tibа Dinar mеngеjutkаn аku bаhwа diа tidаk mаu bаlik kе kаmрuѕnуа dulu,…

‘Mаѕ, mаu mеnеmаni аku gаk? Tаnуа Dinar mеngеjutkаn аku

“Ini kаn ѕudаh аku tеmаni…. jаwаbku ѕingkаt.

‘Mаkѕudku, ѕаtu аtаu duа hаri gitu, kаlаu gаk ѕibuk tеntunуа! Kаtаnуа mеmоhоn

“Iуа dеh, ѕаtu bulаn jugа gаk ара-ара! Jаwаbku ѕаmbil tеrtаwа

‘Bеnаr?? Tеruѕ bаgаimаnа kаlаu расаr Mаѕ lihаt jаlаn аmа аku? Tаnуа Diа mеmаnсing.

“Udаh jаngаn bilаng gitu, kаmu butuh tеmаn раѕti аku tеmаni” jаwаbku ѕаmbil mеnсubit рiрinуа

‘Pаѕti ujung-ujungnуа ngеgоmbаl…. jаwаbnуа jutеk

“Emаng kаmu mаu ditеmаni kеmаnа? Aku gаk mаu lhо mеnеmаni tidur! Kаtаku bеrсаndа

‘Iiihhhh….Gе-еR bаngеt…. еnаkаn jugа tidur ѕаmа guling! Jаwаbnуа ѕеlеngеаn

“Guling kаn gаk рunуа tit-tit? Jаwаbku mеmаnсing

‘Iiihhhh…jоrоk, аwаѕ аku аduin bараk! Anсаmnуа

“Mаlеѕ аh, kеnара gаk bеr-аdu ѕаmа kаmu аjа? аku ѕiар kоk mеnjаdi расаr ѕеhаrimu! Jаwаbku iѕеng ѕаmbil аku gеnggаm jеmаrinуа.

Sеѕааt Dinar tеrdiаm, tаngаnуа mеndаdаk dingin dаn bеrkеringаt dеngаn еkѕрrеѕi уаng guguр!

“kаmu kеnара, kауа ABG аjа…bаru diреgаng bеgini аjа udаh раnаѕ-dingin араlаgi kаlаu аku реgаng уаng lаin?

Tаnуаku mеmbuаtnуа tеrѕаdаr dаri lаmunаnnуа dаn mеndаdаk mеnаik tаngаnуа.

‘Ah…udаhlаh, jаngаn ngawur…аku Cumа ingin mеnеnаngkаn diri ѕаjа, саri tеmраt уаng еnаk dоng?? Jаwаbnуа mеmаnjа

“уа udаh, аku tаhu tеmраt уаng аѕуik….dijаmin kаmu luра аmа соwоkmu dаn mungkin jugа luра dаrаtаn! Kаtаku

Tаnра mеnunggu jаwаbnуа аku mеnggаndеng tаngаnnуа mаѕuk mоbil dаn lаngѕung mеnuju sebuah apartemen yang bisa disewa harian. Sеkitаr 30 mеnit аku ѕаmраi jugа dilokasi. Diѕini аku biаѕа mеngаdаkаn pesta bersama dengat teman temanku.

‘ini dimаnа Mаѕ, kоk ѕереrti diѕkоtik? Tаnуа Andini hеrаn

“аnggар аjа rumаh ѕеndiri, ауо kitа nikmаti…. kаtаku ѕаmbil mеnuаngkаn ѕеbuаh minumаn rасikаn ѕеndiri .

Akuрun mеmutаr musik dilауаr lеbаr уаng bеrаdа didераnku. Ruаngаn уаng rеduр ѕеаkаn mеmреrtеgаѕ kеrоmаntiѕаn kаmi. Hаnуа butuh 10 mеnit, ramuan ѕudаh mеngаmbil аlih kеѕаdаrаnnуа.

Tаnра ѕаdаr kini tаngаn kаnаn Dinar bеrаdа di jерitаn kеduа раhаnуа, jаrinуа mеnggеlitik dаn mеngеluѕ mеmеknуа уаng mаѕih tеrbungkuѕ сеlаnа. Sесераt kilаt аku mеnуаmbаr tubuhnуа hinggа tеrjаtuh diѕоfа dаn lаngѕung аku tindih.

“аku bаntu уа, biаr lеbih bеrаѕаа nikmаtnуа? Tаnуаku раdаnуа!

Sаtu реrѕаtu аku buаng ѕеmuа раkаiаn уаng mеlеkаt dibаdаn, tеrmаѕuk CDku kеmudiаn mеlераѕkаn bаjunуа. Awаlnуа dоi mеnоlаk dаn соbа mеngеlаk tарi ѕеѕааt ѕеtеlаh mеlihаt kоntolku уаng mеnggаntung раnjаng Dinar раѕrаh dеngаn mеmеk mеnеlаdаh. Tаnра mеnunggu реrѕеtujuаnуа аku lаngѕung mеngаmbil роѕiѕi 69.

Bibirku mеnghiѕар dаn mеnggigit bibir vаginаnуа уаng gundul tаnра rеrumрutаn hitаm уаng biаѕаnуа mеnghiаѕi. Aku bukа mеmеknуа dеngаn jаri jеmаriku dаn lidаhku lаngѕung mеliuk dilеkuk rоnggа mеmеknуа.

Sudаh biѕа ditеbаk bаgаimааnа rаѕа nikmаt dаn gеli tеrѕаji ѕесаrа bеrѕаmааn, араlаgi dеngаn аdаnуа ramuan perangsang уаng ѕudаh diminumnуа. Erаngаn dаn dеѕаhаn Dinar bеgitu kеrаѕ tеrdеngаr, ruаngаn ini mеmаng сосоk untuk mеngеkѕрrеѕikаn dеѕаhаn dаn rintihаn kеnikmаtаn

Aаааhhhh…..оооuuhhhhh……Mаааа ааѕѕѕ, gеliiiiii……….

Gеliiiiiii,……..lаgiiii…..lаgiiiiiiiiiii lеbih dаlаm Mаааѕ,…………

Hmmmm………mmmmm…..mеmеkku bеrаѕа аdа kеmbаng арinуа Mаѕ,…..

Suаrаnуа ѕеmаkin kеrаѕ ѕеirirng dеngаn kосоkаn lidаhku уаng ѕеmаkin сераt mеngоbоk-оbоk bесеknуа mеmеk. Sереrti ingin mеmbаlаѕ, Dinar mеmреrlаkukаn kоntolku dеngаn jilаtаn, gigitаn, hiѕараn dаn kосоkаn уаng ѕеmаkin liаr, bаhkаn lidаhnуа tidаk ѕеgаn-ѕеgаn mеnуuѕur hinggа аnuѕku.

Kаkiku dibuаt mеngеjаng оlеhnуа, kоntolku ѕеmаkin bеrаѕа раnаѕ dаn mеngеrаѕ!

Aаааhhh…….teruѕѕѕ….Diiinn, еnаk bаngеt ѕероngаn kаmu…….jаngаn bеrhеnti уа, mаѕukin ѕеmаkin dаlаmmm…….mmhhhhhh………

Dinar mеnuruti реrkаtааnku dеngаn mеnghiѕарnуа ѕеmаkin kuаt dаn ѕеmаkin dаlаm hinggа lеmbut dаn hаngаt tеnggоrоkаnnуа аku rаѕаkаn diѕеlа-ѕеlа tаrikаn nаfаѕnуа! Sungguh lеbih nikmаt dаri раdа mеmеk…. tарi аku gаk tеgа mеlihаt wаjаh Dinar bеgitu рuсаt, tеrеngаh dаn tеrѕеdаk ѕеjаdi-jаdinуа.

Sерintаѕ аku mеlihаt Iyem ѕеdаng mеngintiр аkѕi kаmi dаri раntulаn ѕеbuаh сеrmin. Awаѕ аjа nаnti! Anсаmku dаlаm hаti..

Aku mеmintа Dinar untuk bersandar diѕоfа dаn реrlаhаn kоntolku аku gеѕеk-gеѕеkkаn kе bibir mеmеknуа dаn ѕеѕааt ѕеbеlum аku mаѕukkаn kе dаlаm mеmеk, аku mеnуеmраtkаn mеlumuri kоntolku dеngаn baby oil ѕеrtа kе dаlаm mеmеknуа.

Ini аku lаkukаn kаrеnа mеmеknуа mаѕih ѕаngаt ѕеmрit, wаlаu ѕudаh tidаk реrаwаn lаgi. Dеngаn sedikit tеnаgа аku hеntаkkаn kоntolku kеdаlаm mеmеk bаѕааhnуа, tарi tеrnуаtа mаѕih bеgitu ѕuѕаh….

Aаaahhh….аааuuuuww…аuw. …аuw….. rеngеknуа mеmаnjа

Aku tеruѕ bеruѕаhа ѕеdikit dеmi ѕеdikit, mаju-mundur tеruѕ dаn tеruuuuuuuѕѕѕѕ…

BLESSSSS..BLEEEESSSSSS. ………

Aku mеmоmра mеmеknуа dеngаn penuh gairah, tidаk mеmреrdulikаn tеriаkаn dаn еrаngаnnуа уаng ѕеbеnаrnуа ѕаngаt kеrаѕ. Bаhkаn kаrеnа gеmаѕ, аku mеrеmаѕ tоkеtnуа dеngаn kеrаѕ, mеmilin рutingnуа dаn ѕеѕеkаli mеmukuli раntаtnуа lауаknуа di film bоkер bаrаt.

Aaahhhhh….аааааа ааhhhh……..

Erаngаn Dinar ѕеmаkin mеnjаdi-jаdi dаn itu mеbuаtku ѕеmаkin ingin mеngаѕаrinуа, mumрung ѕеdаng diruаng kеdар ѕuаrа gumаmku dаlаm hаti.

Untuk mеnаmbаh ѕеnѕаѕi, аku mаѕukkаn jаri tеngаhku kе lubаng аnuѕnуа уаng tеrlеbih dаhulu аku lumuri baby oil. Aku tidаk mеmреrdulikаn ара уаng dirаѕаkаn Dinar, араkаh ѕаkit аtаukаh nikmаt kаrеnа hasrat birahiku ѕеmаkin menggebu gebu.

Duа lubаngnуа аku kосоk bеrѕаmааn, kоntolku dimеmеknуа dаn jаri tеngаhku di аnuѕnуа.

‘ауо ѕауаааааааааnngg….рuаѕkаnlаh аku….hаri ini kаu аdаlаh milikku! Kаtаku dеngаn nаdа kеrаѕ

“аааааааааhhhh….ааааааmрun Mаѕ, аku gаk kuааааааааttttt…. jеrit Dinar

Entаh ѕudаh bеrара kаli Dinar mеnсараi оrgаѕmе аku tidаk mеmреrdulikаnnуа, ѕеlаmа аku bеlum nуеmрrоt аku tidаk аkаn bеrhеnti mеnggоуаng mеmеk dаn аnuѕnуа ѕеrtа аku tidаk аkаn bеrgаnti роѕiѕi itulаh tеkаdku dаlаm hаti. Dаn bеnаr ѕаjа, ѕеtеlаh hаmрir ѕаtu jаm аku mеnggоуаngnуа bаru kurаѕаkаn tаndа-tаndа kоnt*lku аkаn еjаkulаѕi. Aku ѕеmаkin mеmреrсераt kосоkаnku….

PLAK..PLAKKK……….PLAKKKK. ….

Aаhhhhhh………..аhhhhhhhhh……

Sеmuа ѕuаrа bеrсаmрur diruаng tеrѕеbut, mеnаndаkаn bеgitu ѕеngitnуа реrtеmрurаn birаhi kаmi dаn mеnjеlаng dеtik-dеtik еjаkulаѕi аku mеngаngkаt kаki kirinуа tingi-tingi hinggа mеmbuаtnуа tеrѕungkur diѕоfа.

CROT..CROTTTT………CROOTTTT ….

Sеluruh ѕреrmа аku tumраhkаn kеdаlаm mеmеknуа dаn аku tаhаn kоntolku аgаr tеtар аdа dаlаm mеmеknуа. Hаri itu kаmi bеnаr-bеnаr menikmati sensasi bersetubuh.

Hinggа kееѕоkаn hаrinуа kami pulang ke rumah karena sudah ditunggu oleh pak RT dan Bu Rt. Sepanjang perjalanan pulang Dinar menangis. Yа… ѕереrti раdа kеbаnуаkаn соwоk, hаnуа rауuаnlаh уаng mаmрu mеnеnаngkаnnуа.

Aku ѕеmраt bеrjаnji аkаn bеrtаnggung jаwаb араbilа diа hаmil. Tарi untungnуа ѕаmраi аku menyelesaikan kontrak kerjaku,Dinar tidаk tеrlаmbаt bulаn dаn аkuрun aman

Kisah Taro – Bercinta Dengan Sepupuku Yang Lagi Tengah Hamil Hot

TAROSLOT Bercinta Dengan Sepupuku Yang Lagi Tengah Hamil Hot, Nama sepupu gue ini adalah citra dan suaminya Budi. gue memanggil sepupu gue itu dengan sebutan mbak citra karena dia lebih tua dari gue. dia adalah pengantin baru dan tengah hamil. gue berangkat ke kota S pada hari sabtu dan langsung menuju rumah mbak citra.

sampai dirumahnya gue langsung disambut dengan baik. “lama ya gak jumpa” ucap gue. “ya, terakhir kali kita ketemu 1 tahun lalu”. “waahh… sudah hamil mbak?” tanya gue ke dia. “iya nih, udah jalan 5 bulan” jawab dia. “tambah seksi aja mbak” canda gue.

“hehe.. bisa aja kamu ini”.. “ngomong-ngomong mas budi kemana? kok sepi amat”, tanya gue. “oh.. dia lagi kerja, ntar lagi pulang” jawab dia. “oh ya.. kamar kamu di belakang ya” tambahnya.

“oke.. aku langsung kekamar ya”.. sampai dikamar, gue langsung tiduran, tiba-tiba setan menghampiri pikiran gue. gue langsung menghayal mbak citra tadi yang lagi hamil, “seksi dan montok banget.. gimana ya rasanya kalau gue entotin dia? pasti mantap” ucap gue dalam hati.

tak terasa gue ketiduran dan tiba-tiba gue dibangunin oleh mas budi untuk makan malam, kamipun langsung makan malam bertiga. selesai makan gue pamit untuk melanjutkan tidur, karena masih ngantuk habir perjalanan tadi siang.

gue langsung kekamar untuk tidur. tengah malam gue terbangun karena kebelet ke kamar mandi. setelah selesai dari kamar mandi, gue mendengar suara wanita yang sedang mendesah seperti sedang ML. gue cari sumber suara tadi dan ternyata suara itu berasal dari kamar mbk citra dan mas budi.

gue langsung lihat apa yang sedang terjadi didalam kamar, gue lihat dari atas pintu yang ada celah kecil sambil berdiri diatas kursi. dan ternyata yang gue lihat adalah mbak citra yang sedang telanjang bulat sedang nungging dan mas budi yang sama-sama telanjang sedang entotin mbak citra dari belakang.

pemandangan yang sangat indah. gue tontonin mereka berdua yang sedang bersenggama sampai tak terasa jika gue sedang nonton mereka selama 1 jam sambil berdiri. setelah selesai gue langsung ke kamar mandi lagi untuk onani karena seudah tidak tahan lagi dengan yang gue lihat barusan.

setelah hasrat gue tersalurkan gue langsung tidur kembali. pagi harinya gue lihat mas budi lagi bersiap-siap kerja. tiba-tiba mas budi berkata “di.. titip mbak citranya ya, mas mau keluar kota ada tugas kerja selama 2 minggu” . “oke mas” ucap gue.

setelah mas budi pergi, gue pun pergi untuk magang didaerah itu. gue pulang sore sampai dirumah gue ketuk pintu karena pintunya terkunci, lama sekali mbak citra membuka pintunya. setelah 10 menit mbak citra membuka pintu dengan hanya memakai handuk yang melilit tubuh seksinya itu. hal itu membuat gue jadi bengong melihat tubuhya.

“heh.. liat apa? seksi kan?” tanya mbak citra mengagetkan gue “hehe… iya mbak, seksi banget” jawab gue… sampai di kamar gue masih membayangkan mbak citra yang memakai handuk tadi, gue langsung membuka laptop dan gue tonton film porno yang memenuhi laptop gue.

gue tonton sambil onani dikamar dan membayangkan gue lagi ngentot dengan mbak citra. malam harinya gue makan malam bersama mbak citra, setelah makan gue langsung ke kamar lagi.

pada jam 9 gue keluar kamar dan gue pun terkejut banget dengan apa yang gue lihat sekarang. mbak citra lagi telanjang sambil nonton film porno diruang tamu sambil meremas-remas toketnya dan meraba-raba selangkangannya, tampaknya dia sangat menikmatinya sampai-sampai dia tidak menyadari kalo gue sedang asik menonton apa yang dia lakukan.

gue langsung hampiri dia dari belakang dan gue langsung meremas-remas toket gedenya dari belakang. dia terkejut karena ada yang meremas toketnya dari belakang “di.. apa yang kamu lakukan” tanya dia. “tenang mbak, aku akan memuaskan mbak malam ini” jawab gue sambil meremas toketnya. dan nampaknya dia setuju, karena dia menikmati apa yang gue lakukan.

gue remas-remas toketnya dan gue pilin putingnya. “ahh…” desahnya. gue langsung pindah kesampingnya, gue langsung melumat toketnya seperti bai yang sedang menyusu. gue melumat toketnya sambil meraba-raba perut buncitnya, sampailah tangan gue keselangkangannya, gue raba-raba dan dia tampak sangat menikmatinya.

gue pindah ke depannya sambil jongkok gue jilati memeknya, tercium bau khas memek wanita. gue masukkan lidah gue ke memeknya sambil gue remas toketnya. 5 menit gue diposisi itu dan diapun orgasme yang pertama.

kami beristirahat sejenak mengumpulkan tenaga. setelah selesai istirahat dia yang gantian menjilati kontol gue, dia masukkan kontol gue ke mulutnya. rasanya seperti melayang diposisi itu. “pindah kekamar yuk mbak?” ucap gue.. “oke, tapi gendong ya?” jawab dia dengan manja.

Gue langsung gendong dia menuju kamarnya. sampai dikamar gue tidurin dia dikasurnya. gue lumat bibirnya. kami saling melumat bibir. gue lepas lumatan gue dibibirnya dan gue tanya “Sudah siap mbak?” sambil menunjuk kontol gue. dan dia mengerti apa yang gue katakan “oke,, puasin mbak malam ini ya?” jawab dia.

Gue langsung mengambil posisi, gue angkat kedua kakinya keatas dan gue langsung tancapkan kontol gue yang lumayan besar ke memeknya. blesss… langsung menancap semua diikuti erangan dia. langsung due entot dia dengan tempo lambat. perlahan gue tingkatkan tempo, semakin cepat gue entot memeknya sambil meremas kedua tokenya

“aahhhh…… hmmmm… lebih cepat sayaaaaangg…” ucap dia… Gue langsung percepat genjotan gue, 5 menit kemudia dia orgasme yang kedua. gue cabut kontol gue, dan suruh mbak citra untuk nungging, karena gue ingin mencoba posisi kesukaan gue “doggy style”.

dari belakang terlihat semua, pantatnya yang semok banget, anusnya, dan memeknya yang sudah memerah membuat gue bergairah lagi. gue langsung tancapkan kontol gue dari belakang. sambil gue remas toketnya, gue langsung genjot dengan tempo cepat. mbak citra sangat menikmati permainan ini.

dia hanya mengeluarkan erangan-erangan kenimatan. 30 berlalu kami masih diposisi itu, tampaknya mbak citra sekarang kuat banget. beberapa menit kemudian dia berkata “sayang…. aa…a..aku mau nyampeeekk.. nih…” mendengar seperti itu langsung gue percepat lagi genjotan gue, dan tiba-tiba kontol gue serasa dijepit keras banget dan terasa hangat sekali, rupanya dia orgasme lagi yang ketiga.

tapi gue masih belum orgasme sekalipun, gue tidak memikirkan mbak citra yang sudah lelah gue masih genjot dia dengan cepat, dan 5 menit kemudian “aahhh….” gue semburin sperma gue semua kedalam memeknya. merasa kelelahan kamipun tidur bersama dalam keadaan telanjang.

pagi harinya gue terbangun dan mbak citra sudah tidak ada lagi, setelah ku cari ternyata dia sedang didapur menyiapkan sarapan pagi. gue menghampiri dia masih dalam keadaan telanjang bulat karena ku pikir hanya kami yang ada dirumah ini.

dari belakang kulihat mbak citra hanya memakai daster tipis transparan dan tidak memakai apa-apa lagi. gue langsung peluk dia dari belakang, gue remas-remas toketnya, gue tempelin kontol gue yang sudah mengeras ke belahan pantatnya, terasa sekali karena dia tidak memakai celana dalam. dari belakang gue cium dia.

gue angkat daster bawahnya, gue masukin kontol gue dari belakang. kamipun bercinta lagi didapur, gue genjot dia dari belakang dan dia sambil memasak. gue genjot selama 10 kamipun sampai klimaks bersamaan, gue semburin sprema gue ke memeknya lagi. setelah itu kami memutuskan untuk mandi bersama. didalam kamar mandi gue sabunin mbak citra gue sambil gue remas-remas toketnya.

Setelah mandi kami sarapan bersama. masih dalam keadaan telanjang bulat kami sarapan. jam 8 gue berangkat untuk magang, sebelum berangkat kami saling cium. layaknya suami istri. kami melakukan percintaan ini hampir setiap hari selama 2 minggu. sebelum sarapan pagi, setelah pulang magang, malam hari kami terus melakukan percintaan ini.

minimal kami melakukannya 2 kali sehari, entah itu diruang tamu, dapur, kamar mandi, kamar mbak citra, atau dikamar gue. kami melakukannya. sampai 2 minggu dan mas budi pulang dia tidak tahu apa yang sudah kami lakukan selama 2 minggu tanpa dirinya.kadang kami masih melakukannya ketika mas budi dirumah. kami melakukannya secara diam-diam. ketika mas budi kerja atau pada malam hari ketika mas budi terlelap tidur.

pernah kami melakukannya setelah mas budi dan mbak citra selesai bercinta, karena mbak citra tidak puas dengan permainan mas budi, mbak citra diam-diam ke kamar gue dan membangunkan gue untuk bercinta lagi dengan gue. Gue dirumah mbak citra selama 3 bulan dan selama itu gue dan mbak citra hampir setiap hari bercinta.

itu juga berguna untuk membantu kelancaran kelahiran bayinya nanti karena wanita yang melakukan senggama saat sedang hamil bisa membantu proses persalinannya nanti. setelah 3 bulan gue pamit pulang ke mereka berdua, tapi sebelum pulang gue minta hadiah perpisahan dari mbak citra untuk bercinta lagi dengan gue.

Untunglah mas budi kerja sampai malam hari ini jadi, kami bisa bercinta seharian, ketika lelah kami berhenti istirahat lalu melakukannya lagi sampai mas budi pulang malam harinya.

Kisah Taro – Menikmati Tubuh Indah Kakak Iparku

TAROSLOT Menikmati Tubuh Indah Kakak Iparku, Dulu semasa pacaran dengan istri gw yang sekarang, sebenarnya gw juga udah kesengsem berat ama Mbak Epi (kakak iparku). Gimana tidak, dibandingkan dengan isteri gw, Mbak Epi memiliki tubuh yang lebih proporsional sedangkan istri gw memiliki tubuh mungil. Terkadang saat masa pacaran dulu. Gw sempat-sempatin ngintip Mbak Epi lagi mandi di sumur belakang rumah.

Gw paham betul kapan Mbak Epi pulang kerja, dan jam dia mandi gw pun hapal, gw catat dalam otak gw. Apalagi rumah mertua gw ini memiliki 2 ruang kamar mandi, keduanya hanya d batasi oleh sekat triplek dan sumur yang dipake oleh kedua kamar mandi tsb. Ini sangat mendukung sekali buat aksi gw. Btw… Mbak Epi selalu menjadi fantasiku, bahkan saat gw mencumbu isteri, gw juga selalu membayangkan sedang mencumbui Mbak Epi.

Pendek cerita, saat gw telah menikahi adiknya. Dan begitu pula Mbak Epi, udah menikah dan d karunia anak. Kami sama-sama menyewa rumah sederhana di komplek yang sama, hanya beda beberapa blok aja.

Hari itu gw senang banget, ketika istri gw minta tolong ke gw untuk menemanin Mbak Epi berbelanja ke salah satu swalayan di kota, kebetulan suaminya lagi merantau ke Jakarta. “ Mas tolong temenin Mbak Epi dong belanja!” pinta istri gw. “Lho kenapa gak kamu aja” gw bilang dengan pura2 jual mahal. “ Loh nanti yang jaga anak2nya siapa? Mas mau jaga anak2nya? Lagian Mbak Epi butuh tenaga laki2 buat ngangkatin belanjaannya,” jelas istri gw. “Ya udah deh,” gw pun mengalah. “ ya udah mas ke Mbak Epi dulu ya..” Mama jaga rumah ama anak2 aja,”…gw pun segera berjalan kaki menelusuri blok di komplek menuju rumah Mbak Epi.

Tok Tok Tok, Assalammualaikum!! Teriak gw dari luar rumah Mbak Epi. “Waalaikum salam, masuk aja To…., Mbak lagi mandi nih,” Mbak Epi menyahut dari kamar mandinya. “Waduh, asyik si Mbak lagi mandi, titit gw kegirangan neh,”…gw langsung aja masuk kedalam rumahnya yang hanya berukuran 5 X 6…dan kamar mandinya itu dari pintu masuk rumah juga udah kelihatan.

Gw dengar suara siraman air dari dalam kamar mandi, sayup-sayup suara merdu Mbak Epi melantunkan lagu Si Jablay..lay…lay..panggil aku si Jablay….gw agak geli juga dengar lagu itu….koq kayaknya Mbak Epi..sedang menceritakan keadaan dirinya ya..bisik hatiku.

Wah kalo dipikir2 Mbak Epi ini emang lagi Jablay, bayangin aja ada perempuan yang udah 3 bulan belum di gituin, ada didekat gw, lagi mandi, dan lantunin lagu Jablay…loe semua pasti langsung mikirin yang ngeres2 kan? Gw pun gitu….

Plak, plak, plak, pelan2 gw dekatin pintu kamar mandi, gw yakin bener kalo rumah type Perumnas kayak gini, pasti pintu kamarmandinya ada yg cacat. Dag dig dug jantung gw, rasanya masih belum percaya gw berdua didalam rumah bersama Mbak Epi Sang Fantasi gw. Perlahan namun pasti gw mulai membuka jeju4d untuk mencari celah, sebesar lubang semut pun gw telusuri…..Nah Kena deh! Pekik hati gw….ada lubang yang cukup buat ngintip neh…buru2 aja gw tempelin mata gw ke lubang itu…

Dan..hasilnya…astaga..bener2 pemandangan yang indah, tubuhnya gak pernah berubah sedikit pun, tetap putih, molek dan bahenol, wuih ,,apalagi kalo lagi basah begitu, titit gw langsung ngaceng. Gw bisa ngelihat sangat jelas rambutnya yang panjang lagi dilumurinya dengan shampoo, wajahnya yang mirip Sophia Latjuba itu smakin cantik kalo lagi basah, tubuhnya yang montok mirip KD sama seperti dulu saat masih gadis, padahal anaknya sudah dua org loh…wuih,..gw telusurin pandangan gw mengikuti alur garis tubuhnya dari atas kepala..wow…semua basah, lehernya jenjang, dan tokednya, wuih…..36D yang sempurna dengan putting yang kemerahan…bersyukur sekali suaminya punya istri kayak Mbak Epi ini, pikir gw.

Perutnya rata walaupun ada sedikit goresan selulit, tapi itu tidak menjadi halangan fantasiku. Ku telusuri lagi kulit perutnya yang putih ditambah pusar yang sexy dan bulu-bulu yang halus yang menghiasi dari pusar hingga memeknya. Tidak terlalu lebat dan sepertinya terawatt. Gw langsung membayangin, kapan ya gw bias ngisep memeknya itu…wuih..pasti enak..dan so pasti pejunya akan gw sedot sampe habis.

Tanpa dikendalikan sendiri tangan gw udah mulai mengelus2 titit gw, sambil ngebayangin kalo titit gw udah masuk k memeknya Mbak Epi. Oh…nikmat sekali, kalo fantasiku terkabul.

Selagi gw menghayal gitu, tiba-tiba “To….sabar ya To…Mbak lagi keramasan dulu, kamu nonton2 TV aja dulu,” teriak Mbak Epi, yang mengira aku masih duduk di ruang tamu.

Gw pun terkejut, dengan segera gw agak berlari kecil menuju kursi di depan TV, dan duduk, lalu “Ya Mbak, santai aja, lagian Swalayannya kan gak lari kemana-mana,” jawab gw. Trus gw balik k pintu kamarmandi lagi, ngintip lagi….

Wah…lagi ngapain sih mbak…Oh…lagi ngolesin lotion khusus kewanitaan di memeknya,…wow…gw terkesima banget…memeknya..liang memeknya merah muda…bersih sekali..apa Mbak Epi jarang di entot ama suaminya ya, piker gw.

Satu persatu tumpahan lotion di tapak tangannya diolesinya ke memeknya, jari2nya pun ikut andil, bermain2 disekitar memeknya. Ku lihat Mbak Epi, agak merem melek..wah wah Mbak Epi mau mastrubasi neh, koq gak ngajak2 gw mbak, bisik hati gw. Beberapa kali gw lihat tubuhnya menggelinjang kegelian, “Mbak..ajak gw dunk’” bisik hati gw lagi.

Ah, gw jadi kepikiran, jangan2 Mbak Epi tadi malam juga masturbasi sendiri, soalnya koq dia keramasan, gw curiga neh,…puranya gw selidiki kamarnya jangan2 dia ada maen ama tetangga tadi malam,

Gw cek meja di ruang tamunya, siapa tahu ada puntung rokok, ternyata gak ada, terus gw beraniin kekamar tidurnya, siapa tahu ada barang bukti di situ. Hmm…gak ada yang ada bra ama celana dalamnya yang teronggok sembarangan di lantai….gw..iseng neh…gw ambil bra dan celana dalamnya itu…

Wow…lihat pakaian dalamnya aja gw dah ngaceng neh, gimana neh, langsung aja gw cium2in pakaian dalamnya, hmmm…harum tubuhnya masih melekat di bra ama celaa dalamnya…gw..pun berbaring di kasurnya. Gw cari bantal guling, gw bentangin bra ama celana dalamnya, gw ikat di bantal guling, seolah2 gw lagi masangin pakaian dalam kebantal guling….gw makin semangat,..gw cumbuin bantal guling…itu …seolah2 gw lagi cumbuin Mbak Epi.

Gw..ciumin bra dan celana dalamnya, pas waktu cium celana dalam, astaga apa ini…wah..wah ini cairan peju Mbak Epi nempel di celana dalamnya…wah gw yakin Mbak Epi tadi malem masturbasi neh..gw makin semangat gw langsung telanjang menindih sambil menggesek2 titit gw di bantal guling itu.

Gw semakin beringas mneciumin celana dalam Mbak Epi yang terkena noda pejunya. Gw makin bernafsu gw isep noda yang sedikit lengket itu dengan lidah gw..kemudian gw kulum2 dan gw telan,…gw nafsu banget…oh.. Mbak Epi desisku…..Gw…semaikin mempercepat goyangan titit gw di bantal guling, lagi asyiknya menggoyang, “Blek…sebuah tangan halus mencengkram titit gw yang lagi ngaceng,”…To….” Sini biar yang aslinya aja kamu entot…”Astaga suara halus itu, gw tanda benar, itu suara Mbak Epi yang menyapa dan memegang titit gw dari belakang.

“Eh Mbak,” gw malu smalunya….”Kamu ngapain To,” Tanya Mbak Epi sambil mesem-mesem. “Eh anu Mbak…anu..ku..” gw gelagapan banget. “Kenapa Anumu, sini biar Mbak aja,” Mbak Epi tiba2 aja sudah mengulum bibir sembari tetap meremas titit gw.

M..m..m..….gw…kebingungan campur kesenangan….hmm…h..orang yang selama ini menjadi fantasi gw sekarang ada didepan gw..menciumin bibir gw dengan buas sambil meraba2 titit gw….”To..kamu tadi ngayalin Mbak ya?” tanyanya sambil tak melepas pagutan bibirnya…”Ng..ng..…iya mbak, udah lama sih, gw ngayalin mbak.” Terang gw jujur.

“Mbak dah tau koq, udah dari dulu kan, kamu kayak gini,” sekarang bibirnya menciumin leher gw. “Lho mbak koq tau,” gw kaget. “Tau dong, kamu kan sering ngintipin mbak mandi,” jelasnya…Ouh…tangannya udah mulai membuka kancing baju gw….”Lho mbak dah tau koq gak ngelarang,” tanyaku sambil meraba2 bokongnya yang padat di balik handuknya yang belum sempat dilepasnya. “Ngapain dilarang, wong Mbak suka diintipin sama kamu, wong waktu kamu onani, mbak juga lagi bayangin kamu saat mandi,” Mbak Epi menatap gw dalam, seolah2 dia juga mau ngungkapin bahwa gw juga adalah fantasinya.

“Lho mbak selama ini juga berfantasi tentang gw,” tanyaku tak percaya sembari mengelus dagunya yang mulus. “Ia To, udah ah, jgn banyak omong aja, ayo entotin mbak, to,” pintanya. Pastilah… Mbak akan gw hajar habis2an pekik gw kegirangan, ternyata gayung bersambut neh.

Buru-buru gw tarik handuk merah mudanya, wow….tubuhnya, beda banget ama istri gw, putih, montok, sintal dan sexy…gw..ciumin kembali lekuk2 tubuhnya dari leher hingga kepundak…wow…aroma shampoo dan sabun yang dipakai nya tadi serasa sebagai pembangkit libido gw…gw..semakin berani…gw balikin tubuhnya yang tadi menindih gw , sekarang giliran gw diatas

Gw, remas2 tokednya…hmmm….”oouh,,,mbak toked mbak bagus banget,” bisik gw ditelinganya, Mbak Epi hanya tersenyum, “Lho adikku kan juga bagus tokednya To”. “Tapi gak sebagu toked mbak,” balas gw lagi , sekarang gw lagi ngulum2 putingnya…OOuh…To….enak To…ooouh…kamu pinter banget ngulumin putting ya…canda dan rengekan Mbak Epi membuat gw semakin membabi buta, gw kenyot2 tokednya, “Awas keluar susunya loh To, ntar nyembur ke mulut kamu,” pintanya. Oh iya, gw baru teringat anak Mbak Epi yang bungsu kan masih bayi, pasti masih banyak Asi dalam tokednya. “Nyot nyot….gw gak pedulu yg dikatakan Mbak Epi, tokednya semakin kencang gw kenyot, Mbak Epi pun menggelinjang, tokednya mengeras..dan crot…susunya keluar,…wow…ge pun makin lupa diri, gw isep dalam2 air susu yang keluar dari tokednya…gw..telan..gw..isep lagi…gw..telan lagi…Mbak Epi pun….oouh…To..oouh..to…ebak banget…..lebih kencang lagi….karena keenakan tangan Mbak Epi pun mulai geraangin resleting gw….

Gw…pasrahin diri gw buat loe mbak, bisik gw….”To gentian ya, sekarang Mbak yang isep titit kamu,” pinta Mbak Epi manja. “ Y wes Mbak, hajar aja,” kata gw.

Mbak Epi pun bangkit dari tindihan, kembali lagi gw dibawah posisinya. Dia udah membuka celana, dimulainya dengan mengelus titit gw dibalik celana dalam gw. Elusannya nikmat sekali, sekali2 dia menggigit titit yang masih tertutup celana dalam itu, dan mungkin saking gak sabaran dia tarik celana dalam ku sampai lutut.

“Wow…To, bener yang Mbak hayalin selama ini, indah sekali titit mu, gak gede, tapi bersih, enak nguluminnya..gak jorok..” Mbak kulum ya…tanpa menunggu jawabanku…titit gw udah berada didalam mulutnya…lidahnya bemain2 di palkon gw…ooouh mbak enak banget….desis gw….”Enakkan saying…….,” Mbak Epi menyapa gw seperti itu…”Slurp Slurp..Oumm..ghehjwae…” suara Mbak Epi semakin gak jelas….kayaknya dia sangat bernafsu memainkan titit gw.

“Enak banget To…”Slurp Slurp..Oumm..ghehjwae…” “emang selama ini ama suami mbak gak seenak ini?” Tanya gw. “Bukannya gak enak, tapi mbak gak pernah mau kalo disuruh ngemut tititnya, jorok, item, bau lagi,” jawab Mbak Epi sekenanya aja.

Oh..ak pun terdiam menikmati permainan lidah dan mulut Mbak Epi….Ouh..semakin lama semakin nikmat…” To masukin aja To,” ntar bini kamu datang kemari pula…cepatan diselesaikan aja…To..udah gak tahan pengen disiram ama sperma kamu.”
“Wow….ini ditunggu2 lho Mbak, gw pun gak mau diema, takut nanti pernyataannya ditarik kembali, gw telentangin Mbak Epi, gw kangkagin pahanya…..oouh my god…..ternyata ini bukan mimpi…akhirnya…dapat juga….bisik gw…Gw pun langsung aja…masukin titit gw ke memeknya…Bless…..”Ouh…” terdengar rintihan Mbak Epi halus. Hm…To…..hmm…agak d cepat aja…To….hmm….aaouh……To….cepat… aja..To..” Mbak takut ketahuan istri mu nanti.

“Tenang Mbak gak asyik dong kalo buru-buru” bisik gw ditelinganya Mbak Epi sembari mempercepat goyangan gw…Gw lihat Mbak Epi merem melek sambil mengigit kedua bibirnya…tangannya pun meremas pantat gw sangat kencang, sekali2 tangganya ikutmembantu pantat gw untuk maju mundur..bles..bles..bles…titit gw pun makin kencang amles dimemeknya….OOuh..To….Gak Tahannn….Too…..cepat…makin kencang….gw….pun semakin semangat….kayaknya Mbak Epi mau keluar..nih….gw tambah kecepatan maju mundurnya…Bles, Bles, Bles,….OOOuhhh……..To……….Mbak,… ….KeluaaaAAArrrrr….!!! AAh,,,,,,

Ah…Gw…kaget…gw…juga belum apa2 Mbak……desah gw….Mbak Epi terkulai lemas….dibawah gw….tokednya ama dada gw pun beradu…gw pompa Mbak Epi dengan halus….

“Ouh To…Mbak kan udah keluar, masa di goyang lagi sih?” Tanyanya. Tapi Gw kan belum mbak,jelas gw…Mbak Epi hanya geleng2 mesem…Ya udah deh, kata Mbak Epi halus. Gw pun mulai serius di ayunan titit gw…sekali-kali titit gw, gw hentak kedalam memek Mbak Epi, Mbak Epi terkejut sembari mekik..” OOOuh….”..gw…perhalus lagi goyangannya..ge hentak lagi..”OOuh” teriak Mbak Epi….oouh To ku pinter banget bangkitin libido mbak lagi…tangannya mncubit pantat gw…..Ya iyalah Mbak…..masa ya iya dong,” canda gw.

OOuch….to..enak …..banget….ouch….ka….oouc h…..” cplo cplo cplot…suara lender dari titit gw yang beradu ama memek Mbak Epi terdengar jelas..memeknya yang tadi banjir, sekarang semakin banjir….gw…semakin semangat aja….Mbak…..gw..percepat ya..mbak biar cepat selesai…iya To..cepatan ah…..CPLOT.. CPLOT.. CPLOT… CPLOT… CPLOT… CPLOT…diringi desahan Mbak Epi…AHHH…CPLOT… AHHH…CPLOT… AHHH…CPLOT… AHHH…CPLOT…….aauh..mbak….aku udah mau keluar……..Crooottt…..gw pun terkulai lemas diatas tubuh Mbak Epi. Keringat mengucur di tubuh kami berdua….. Mbak Epi pun dengan lembut membelai rambut gw, “Makasih ya To, kamu udh muasin Mbak,…walau kita ngelakuinnya buru2,” bisiknya. “Lain kali kita buat dengan santai aja ya To, tanpa ada rasa takut ketahuan,” Mbak Epi meminta. “Wah Mbak siapa yang mau nolak, wong gw aja udah bayangin pengen entotin Mbak dari dulu,” kata gw semangat. “ Hi hi hi kitakoq sama ya To…” kami pun tertawa pelan berdua di kamar……….

Setelah berbenah, gw dan Mbak Epi pun segera keluar dari rumah. “Mbak jadi kan kita shoopingnya?” Tanya gw. “Ya iyalah To.., nanti Mbak mau makan apa?” Stok bulanan udah habis nih.” Yuk kita berangkat.” Mbak Epi menarik tangan gw menuju pintu depan. “Mbak tunggu” gw buru-buru mendaratkan ciuman kebibir Mbak Epi yang merah karena lipstick. Kami pun berpagutan sekenanya.TIba-tiba. “Mbak! Mbak!” suara itu suara isteriku.

Gw dan Mbak Epi gelagapan, Mbak Epi menyeka bibirku yang memerah karena lipstiknya, “To usap dulu lipstick di bibirmu itu.” “Oh ya, thanx ya Mbak,” bisik gw. Gw pun segera membuka pintu. Di luar tampak istri gw sedang duduk di kursi teras. “Lho Mas koq belum berangkat, lama sekali pergi shoppingnya?” tanyanya.

Mulut gw gagu, bingung mau jawab apa, untung aja Mbak Epi buru-buru menimpal, “ Itu loh dik, Mbak tadi nyetrika bentar, soalnya gak ada baju yang pantas buat jalan2 ke Mall, pada kusut semua.” “Wah syukur Alhamdulillah,” bisik gw.

“Oh…ya wis mbak, aku juga tadi mau nanya, Mbak ntar malem mau gak makan malam di rumah kami, soale Mbak kan belum sempat masak, ini kan udah sorean,” Tanya isteri gw. “Waduh senangnya kalo Mbak Epi makan malam di rumah,” bisik gw lagi.

Singkat cerita, selama kami berdua shopping, kami berdua bagai kan pasangan suami isteri, sepanjang rak-rak swalayan yang kami lintasi, rangkulan gw di pundak Mbak Epi gak pernah lepas. Kami sempat-sempatin minum Es Krim di Fountain Café di Plaza M. Kami pun bercengkrama sambil menyusut siasat, gimana caranya bisa ‘fight’ lagi ntar malem, tanpa diketahui ama isteri gw.

Malam pun tiba, gw dirumah udah mulai dandan serapi dan sewangi mungkin, untung aja isteri gw gak curiga, hanya saja dia geleng-geleng kepala, sembari nyeletuk, “Mas ini loh, mau makan malam bareng Mbak Epi, kayak mau makan malam sama mantan pacarnya aja.” Gw cuma balas ringan, “ Ah mama ini, gw make baju rapi dan wangi gini, karena tadi tuh emang keringatan banget dan bau, habis belanjaan Mbak Epi banyak banget.

“Assalammualaikum…!” sekarang suara Mbak Epi terdengar merdu ditelinga gw. “Masuk Mbak,” sahut istri gw. Pintu pun dibuka. Diluar sana tampak Mbak Epi berdiri dengan anggunnya. Walau hanya dengan baju daster tanpa celana tidur. Rambutnya diikat kucir kuda, bibirnya hanya dipoles dengan lipsgloss, tampak perona pipi menyapu lembut di pipinya yang mulus. Baju dasternya yang berwarna hijau muda, membuat Mpak Epi tampak semakin sexy, apalagi baju dasternya hanya sebatas lutut. Mbak Epi tersenyum pada gw yang sedang duduk menunggu di slot online.

“Eh masuk Mbak…” gw pun menggeser kan kursi yang posisinya berada diseberang sisi kursi gw, dengan kata lain kursi gw ama kursi Mbak Epi berhadap-hadapan. “Wah gw heran, koq gw dag dig dug begini ya, kegirangan bagai ABG yang baru pacaran aja,” desis gw. Mbak Epi pun mengambil posisi yang udah gw atur sedemikian rupa tadi. “Hmm….parfum yang dia gunakan, semakin menambah keinginan gw melalap habis tubuhnya semakin kuat, sabar ya Mbak..ntar lagi loe akan gw ‘habisin’” gw celoteh sendiri dalam hati.

Gw perhatiin aja Mbak Epi sedari tadi ngobrol bareng isteri gw, sementara gw deg deg ser sendirian, gw udah gak tahan nih, Mbak Epi kayaknya keasyikan ngobrol, hingga lupa sama rencana yang udah kami susun tadi, “ Ah ngapain nunggu lama-lama, mending gw aja yang duluan action nih.” Perlahan kaki gw yang sedari tadi gelisah, gw arahan menuju kursi yang di dudukin Mbak Epi. Mulanya gw coba mencubit betis Mbak Epi dengan jempol kaki gw, buat ngasih kode aja, eit, Mbak Epi noleh, dan senyum, kayaknya ia baru tersadar kalo dia tadi kelupaan dengan rencan kami.

Senyumannya seakan sebagai pertanda, kalo gw boleh memulai aksi selanjutnya. Dari betisnya, gw naikkin lagi jari-jari kaki gw kearah lututnya, gw main-mainin disekitar lutut dulu, kemudian dilipatan lutut dan betis, gw lihat Mbak Epi merem-merem sembari ngobrol, isteri gw gak merhatiin, soalnya w ngelakuinnya sambil pura-pura makan.

Dari lutut, jari-jari kaki gw bergerak kearah pahanya, disana agak lama gw mainin jari-jari kaki gw, soalnya gw lagi berusaha menjepit kain dasternya pake jempol kaki gw, agak sulit sih, tapi untung aja gak makan waktu lama. Akhirnya kain dasternya terjepit juga, gw geser kain dasternya keatas pahanya, stengah pahan Mbak Epi sekarang sudah teraba oleh tapak kaki gw.

Sekarang kaki gw berada tepat diatas pahanya. Disitu gw mainin sedikit dengan memaju mundurkan tapak kaki gw, seperti tangan yang sedang mengelus-elus, tampak mata Mbak Epi kembali merem melek, sekali-kali dia melirik keg w terus ke isteri gw, mungkin takut ketahuan, tapi kelhatannya isteri gw tidak curiga sama sekali.

Gw gak sabaran, gw singkap aja ujung kain dasternya ke pangkal paha, “Hap” tiba-tiba tangan Mbak Epi menangkap kaki gw, gw agak kaget, gw kira dia marah, namun tiba-tiba, kaki gw diarahinnya langsung tepat disleangkangannya, “Oh my god” Mrs Vnya montok terasa banget. Mrs Vnya sangat membukit, gundukan nya amat terasa di ujung jari kaki gw. Tanpa ba bi bu..gw mainin aja jari-jari gw disekitar Mrs Vnya Mbak Epi. Terasa oleh jari-jari gw, Mbak Epi, pake daleman yang terbuat dari bahan satin, agak lembut, dan terasa kayak gak pake.

Mbak Epi mulai membuka pahanya agak lebar, mungkin supaya aksi gw lebih nyaman. Gw pun mulai mengangukkan jari jempol gw turun naik turun naik, “Ssss…” Mbak Epi kelepasan mendesis. Isteri gw mendengarnya, ” Lho kenapa Mbak?” Tanya istri gw. “Oh ini anu, bibir Mbak kegigit,” jawab Mbak Epi spontan. “Oh…pelan-pelan loh Mbak makannya.” Kata istri gw.

Agak dua menit juga gw mainin jari jempol gw di sekitar Mrs V Mbak Epi, Mbak Epi pun kelihatannya udah gak tahan, soalnya tangan kirinya juga ikut-ikutan membelai kaki gw, seakan member sinyal kalo Mbak Epi juga udah gak tahan pengen gw entot malem ini juga.

Gak lama kemudian kami pun selesai makan malam, Mbak Epi pun pergi ke ruang tamu, isteri gw pergi kedapur mau nyuci piringnya, sebenarnya tadi Mbak Epi pengen nyuci piring juga, supaya kami bias action didapur dalam rencana kami. Tapi ditolak istri gw. Mau gak mau rencana B harus dijalankan, Mbak Epi memberikan kode agar gw mau ngikutinnya ke ruang tamu. Bagai kerbau dicocok hidung, gw ngikut aja.

Diruang tamu Mbak Epi berbisik,”To, gimana nih gak bisa maen di dapur kita To, kamu puny aide?” tanyanya. “Waduh Mbak gak punya nih,” gw pun bingung. Didalam hati gw nyumpah-nyumpah, moga-moga aja ada keajaiban yang bisa memuluskan rencana gw ama Mbak Epi.

Eh, sepertinya doa gw didengerin ama Yang Kuasa, tiba-tiba diluar hujan sederas-derasnya, gw ama Mbak Epi pandang-pandangan sambil senyum. “Mbak nginap disini aja” bisik gw. “Apa boleh ama istrimu,” tanyanya. “Ya pasti boleh lah, Mbak Epi kan Kakak kandungnya,” jelas gw biar Mbak Epi gak berubah pikiran. Gw nyusun siasat, biar gw yang bilangin ke isteri kalo Mbak Epi tuh, tadi sedang Flu, jadi gak mungkin pulang kerumah ntar Flunya kambuh, biarkan Mbak Epi tidur di ruang tamu, besok pagi dia kan pulang, eh…gak disangka-sangka isteri gw menyetujuin. “Asyik…”

Tepat jam 12 malem, diluar hujan deras sederasnya memekikkan telinga. Isteri gw udah tertidur lelap. Perlahan-lahan gw tinggalin isteri gw dikamar yang lagi ngorok itu. Gw menuju ruang tamu, disana gw lihat Mbak Epi spertinya pun udah terlelap, sudah berselimut tebal, diatas sofa, mungkin karena kedinginan atawe karena takut dengar suara gledek diluar.

Perlahan gw dekatin sosok yang sedang berselimut tebal, gw singkap selimutnya, gw lihat Mbak Epi sdang memunggungi gw, wajahnya tengkurap disofa. Tampak rambutnya sudah tergerai, suara nafasnya penuh irama, seakan mengiringi setiap denyut nafsu gw untuk menggaulinya. Tampak lehernya yang putih mulus dan jenjang, serta bahunya yang indah, dengan dibungkus daster ijo muda bertali satu, gw geser lagi selimutnya kea rah kaki, tampak pinggangnya yang ramping, terus,…pinggulnya yang aduhai, makin kebawah semakin pandangan gw dibikin gak berkedip, ujung baju daster Mbak Epi tersingkap, bokongnya yang mulut padat, membuat jantung gw…gelagapan…wuiih…Mbak..Mbak. .sambil membelai pahanya yang mulus, gw membangunin Mbak Epi.

Mbak Epi cuma mendehem, gw langsung aja beri kecupan dilehernya, dengan penuh perasaan, gw kali ini gak mau buru-buru, gw jilatin telinganya sampe kelubangnya sekali pun, Mbak Epi sedikit bergeliat, gw yakin banget kalo Mbak Epi sedang sudah bangun dan sedang menikmati permainan gw. Ciuman gw menjalar kebahunya, gw geser dikit tali baju dasternya, sehingga memberikan pemandangan bahunya yang indah dan sexy itu.

Tangan gw pun mulai bereaksi, menyentuh tokednya yang masih tersembunyi dibalik daster itu. Kenyal, dan sedikit toge, “Gila suaminya Mbak Epi ini, bini kayak gini dimubazirin,” bisik gw. “Hmmm…To…jangan melamun terusin dong To…” Mbak Epi buyarin lamunin gw. Ternyata Mbak Epi sudah pengen cepat-cepat aja gw embat neh.

Tangan gw masih gerayangan sekitar tokednya, Mbak Epi tiba-tiba menarik tangan gw kearah Mrs Vnya, “To, jangan lama-lama foreplay, yang bawah ini udah gak tahan,” Mbak Epi berbisik lembut. Spontan aja gw nurut apa yang dimintanya, tangan gw mulai bekerja disekitar Mrs Vnya Mbak Epi, pertama gw hanya muter-muterin jari gw dibalik CDnya Mbak Epi, lama-lama gak tahan juga nih pengen masukin celana kelubangnya. Langsung aja tangan gw menyentuh MrsV Mbak Epi, “Hmmm…enak To…” desis Mbak Epi. Gw makin berani, gw sentuh jembinya, gw sentuh liangnya, “Wah mulai basah nih,” Kemudian jari gw udah mulai menerobos keliang wanita yang indah itu…”Wah, Mbak udah duluan basah ya..?” Tanya gw pelan. “Iya To..makanya buruan aja, takut isterimu entar bangun,” katanya. “Tenang Mbak, adik Mbak itu kalo udah tidur, bakalan bangun kalo ada azan subuh aja,” bujuk gw.

Mbak Epi Cuma terdiam, dia sangat menikmati permainan jari-jari gw disekitar Mrs Vnya, sekali-kali Mbak Epi tersentak, mungkin klitorisnya udah mulai terangsang. Gw mulai maju mundurin jari gw keliang MRsVnya…Ooh…To…OOhh…enaaak….Mb ak Epi menggelinjang. Ooh….lagiii………

Semakin kencang gw sodok jari gw ke MrsVnya Mbak Epi, semakin kencang pula desahannya, sehingga tubuh yang molek itu tersentak-sentak di sofa…Oh..Ooh…Ooh…To…enak..To…t erusiiiiin…ooouh…mendengar desahan Mbak Epi segitu dahsyatnya, gw gak tahan lagi. Buru-buru gw buka daster Mbak Epi, Mbak Epi pun membantu gw untuk membuka pakaian gw..nafsu kami sama-sama memburu….Mbak Epi dengan sigapnya membuka tali pinggang, terus celana gw…gw pun begitu, tangan gw gak henti-hentinya meremas-remas tokednya.

Kami masih setengah bugil, Mbak Epi gw tindih, gw ciuman setiap inchi wajahnya, tubuhnya, tokednya, Mbak Epi hanya melenguh sambil meremas-remas rambut gw, sekali-kali tangannya mencengkram bahu gw, tangannya memeluk pundak gw dengan erat. “To…masukin aja To…Mbak udah gak tahan…pengen rasain anumu itu,” Mbak Epi terengah-engah.

Mbak Epi langsung membuka cd gw, tangannya dengan sigap menggenggam rudal kesayangan gw itu, dengn sigap pula, dia membuka pahanya lebar-lebar…terus masukin rudal gw keliang MrsVnya. Srrk….rudal gw udah didalam, gw langsung aja, goyangin pantat gw, maju mundur mengikuti irama goyangan bokong Mbak Epi yang kenyal.

OOuh..To…Hmmm….To…enaaaak….ter us goyangnya sayaaang…OOuh…., gw pun semakin mempercepat gencotan gw….plek…plek..plek….bunyi kedua paha kami yang beradu, semakin menambah hot ‘pertarungan’ kami itu. Ouh…To….Mbak Epi menggelinjang sangat hebatnya..Gw puter posisi Mbak Epi untuk tengkurap dan sedikit menungging, gw pengen nyobain MrsV Mbak Epi dengan gaya doggy style, “Ngapain kamu To?” tiba-tiba Mbak Epi bertanya. “Lho emang Mbak Epi, gak pernah make gaya beginian sama suami?” Tanya gw. “Gak engak pernah tuh” jawabnya. “Y audah Mbak nikmatin aja gaya ini ya Mbak, pasti asyik,” gw bilang gitu ke Mbak Epi.

Selanjutnya..”OOuh,,,To…ehh,,h mm…To…koq enak ya..pake gaya ginian, Mbak sama suami, gak pernah pake ginian, biasanya Mbak telentang aja,” Mbak Epi merem melek jelasin pengalamannya sama suaminya. OOuh..Mbak gw pun merasa nikmat neh Mbak, ternyata lebih terasa sempit, dari belakang dari pada depannya, OOuh…Mbak..tangan gw pun meremas-remas toked Mbak Epi dari belakang, pnatat gw gak henti-hentinya memompa maju-mundur maju-mundur, Mbak Epi pun melenguh,,,,”OOuuuh….To….OOUh… To…makin kencaaag To..goyaaangnyaaa….OOOuh….

Sebenarnya gw juga udah pengen keluar, tapi Karena janji gw ke Mbak Epi pengen muasin dia mala mini, gw tahan sperma gw jangan keluar duluan. “Mbak kita keluar sama-samam nanti ya Mbak,” pinta gw. “Iya To, Mbak juga udah gak tahan ini,” katanya. Gw langsung ganti posisi kembali dengan posisi Mbak Epi telentang dibawah gw. Sambil menciumin wajahnya,… lehernya,… tangan gw sebelah kiri merams-remas topked Mbak Epi , bokong gw pun gak ketinggalan memberikan goyangan dahsyat buat Mbak Epi.

OOuh…ooouh,,,ooouuuuch..To…aga k dipercepat To..OOuh..oya…oouya..lebih kencaaaang To…Gw pun mempercepat goyangan gw…Ooh ya…gitu To…OOuh..OOuh…OOuh….Mbak mau keluar neh..OOuh…OOuh,…cepat To….”Kita sama-sama Ya Mbak..” pinta gw. “Iya…….Ouuh..Ouhh” kata Mbak Epi…To…..keluaaaaar To………ooouuh….gw juga MBak…..OOuh…kami pun terkulai lemas, bersimbah keringat dan sperma.

Kami sempat tertidur beberapa menit sambil berpelukan diatas sofa, untungaja gw tersadar sbelum subuh, Mbak Epi gw suruh berbenah, kemudian gw kecup keningnya dengan penuh kasih, “Ummuach, Makasih ya To…aku hebat sekali,” Mbak Epi pun membalas kecupan gw

Kisah Taro – Bercinta Dengan Pembantu Tetangga

TAROSLOT Bercinta Dengan Pembantu Tetangga, Cerita ini berawal ketika aku kesulitan menerima tamu di apartemen baruku, dan melihat ini, akhirnya aku menemukan pembantu dari seorang gadis yang kebetulan sudah lama aku kenal. Namun, orang yang ditugaskan untuk mencari pembantu justru menawarkan diri untuk menjadi pembantu di apartemenku, dan aku tidak menyangka dia akan menjadi pelayan di apartemen itu.

Suatu siang aku hendak mengecek persiapan untuk menjamu teman-temanku di apertement aku mendengar suara aneh seperti seorang wanita yang sedang masturbasi, dan ternyata suara itu adalah Lela Melanie pembantuku anak desa tersebut, dan berikut cerita panas lengkapnya:

Kira-kira empat bulan lalu, aku pindah dari rumah kontrakanku ke rumah yang aku beli. Rumah yang baru ini hanya beda dua blok dari rumah kontrakanku. Selain rumah aku pun mampu membeli sebuah apartemen yang juga masih di lingkungan aku tinggal, dari rumahku sekarang jaraknya 3 km. Selama aku tinggal di rumah kontrakan, aku mengenal seorang pembantu rumah tangga, sebut saja Lela Melani/Lela.

Dia juga pelayan di toko milik majikannya, jadi setiap aku atau istriku belanja, Lela-lah yang melayani kami. Dia seorang gadis desa, kulit tubuhnya hitam manis namun bodinya seksi untuk ukuran seorang pembantu rumah tangga di daerah kami tinggal, jadi dia sering digoda oleh para supir dan pembantu laki-laki, tapi aku yang bisa mencicipi kehangatan tubuhnya. Inilah yang kualami dari 3 bulan lalu sampai saat ini.

Suatu hari ketika aku mau ambil laundry di rumah majikan Lela dan kebetulan dia sendiri yang melayaniku.

“Lela, bisa tolong saya cariin pembantu…”
“Untuk di rumah Bapak…?”
“Untuk di apartemen saya, nanti saya gaji 1 juta.”
“Wah gede tuh Pak, yach nanti Lela cariin… kabarnya minggu depan ya Pak.”
“Ok deh, makasih yah ini uang untuk kamu, jasa cariin pembantu…”
“Wah.. banyak amat Pak, makasih deh..”

Kutinggal Lela setelah kuberi 500 ribu untuk mencarikan pembantu untuk apartemenku, aku sangat perlu pembantu karena banyak tamu dan client-ku yang sering datang ke apartemenku dan aku juga tidak pernah memberitahukan apartemenku pada istriku sendiri, jadi sering kewalahan melayani tamu-tamuku.

Dua hari kemudian, mobilku dicegat Lela ketika melintas di depan rumah majikannya.

“Malam Pak…”
“Gimana Lela, sudah dapat apa belum temen kamu?”
“Pak, saya aja deh.. habis gajinya lumayan untuk kirim-kirim ke kampung.”
“Loh, nanti Ibu Ina, marah kalau kamu ikut saya.”
“Nggak.. apa-apa deh Pak, nanti saya yang bilang sama Ibu.”
“Ya, sudah kalau ini keputusanmu, besok pagi kamu saya jemput di ujung jalan sini lalu kita ke apartemen.”
“Ok… Pak.”

Keesokan pagi kujemput Lela di ujung jalan dan kuantarkan ke apartemenku. Begitu sampai Lela terlihat bingung karena istriku tidak mengetahui atas keberadaan apartemenku.

Baca juga: Cerita Dewasa Bercinta Dengan Bibi

“Tugas saya apa Pak…?”

“Kamu hanya jaga apartemen ini, ini kunci kamu pegang satu, saya satu dan ini uang, kamu belanja dan masak yang enak untuk lusa karena temen-temen saya mau main ke sini.”
“Baik Pak…”

Dengan perasaan agak tenang kutinggalkan Lela, aku senang karena kalau ada tamu aku tidak akan capai lagi karena sudah ada Lela yang membantuku di apartemen.

Keesokannya sepulang kantor, aku mampir ke apartemen untuk mengecek persiapan untuk acara besok, tapi aku jadi agak cemas ketika pintu apartemen kuketuk berkali-kali tidak ada jawaban dari dalam. Pikiranku khawatir atas diri Lela kalau ada apa-apa, tapi ketika kubuka pintu dan aku masuk ke dalam apartemenku terdengar suara dari kamar mandiku yang pintunya terbuka sedikit. Kuintip dari sela pintu kamar mandi dan terlihatlah dengan jelas pemandangan yang membuat diriku terangsang. Lela sedang mengguyur badannya yang hitam manis di bawah shower, satu tangannya mengusap payudaranya dengan busa sabun sedangkan satu kakinya diangkat ke closet dimana tangan satunya sedang membersihkan selangkangannya dengan sabun.

Pemandangan yang luar biasa indah membuat nafsu birahiku meningkat dan kuintip lagi, kali ini Lela menghadap ke arah pintu dimana tangannya sedang meremas-remas payudaranya yang ranum terbungkus kulit sawo matang dan putingnya sesekali dipijatnya, sedangkan bulu-bulu halus menutupi liang vaginanya diusap oleh tangannya yang lain, hal ini membuat dia merem-melek. Pemandangan seorang gadis kira-kira 19 tahun dengan lekuk tubuh yang montok nan seksi, payudara yang ranum dihiasi puting coklat dan liang vagina yang menonjol ditutupi bulu halus sedang dibasahi air dan sabun membuat nafsu birahi makin meningkat dan tentu saja batangku mulai mendesak dari balik celana kantorku.

Melihat nafsuku mulai berontak dengan cepat kutanggalkan seluruh pakaian kerjaku di atas sofa, dengan perlahan kubuka pintu kamar mandiku, Lela yang sudah kembali membelakangiku, perlahan kudekati Lela yang membasuh sabun di bawah shower. Secara tiba-tiba tubuhnya kupeluk dan kuciumi leher dan punggungnya. Lela yang terkaget-kaget berusaha melepaskan tanganku dari tubuhnya. “Akh.. jangan Pak.. jangan.. tolong Pak…” Karena tenaganya lemah sementara aku yang makin bernafsu, akhirnya Lela melemaskan tenaganya sendiri karena kalah tenaga dariku. Bibir tebal dan merekah sudah kulumatkan dengan bibirku, tanganku yang satu membekap tubuhnya sambil menggerayangi payudaranya, sedangkan tanganku yang satunya telah mendarat di pangkal pahanya, vaginanya pun sudah kuremas.

“Ahhh.. ahhh.. . jangan.. Pak…”
“Tenang sayang.. nanti juga enak…”

Aku yang sudah makin buas menggerayangi tubuhnya bertubi-tubi membuat Lela mengalah dan Lela pun membalas dengan memasukkan lidahnya ke mulutku sehingga lidah kami bertautan, Lela pun mulai menggelinjang di saat jariku kumasukan ke liang vaginanya. “Arghh.. arghh… enak.. Pak.. argh…” Tubuh Lela kubalik ke arahku dan kutempelkan pada dinding di bawah shower yang membasahi tubuh kami. Setelah mulut dan lehernya, dengan makin ke bawah kujilati akhirnya payudaranya kutemukan juga, langsung kuhisap kukenyot, putingnya kugigit. Payudaranya kenyal sekali seperti busa. Lela makin menggelinjang karena tanganku masih merambah liang vaginanya. “Argh.. akkkhh… akhh… terus.. Pak… enak… terus…” Aku pun mulai turun ke bawah setelah payudara, aku menjilati seluruh tubuhnya, badan, perut dan sampailah ke selangkangannya dimana aku sudah jongkok sehingga bulu halus yang menutupi vaginanya persis di hadapanku, bau harum tercium dari vaginanya.

Aku pun kagum karena Lela merawat vaginanya sebaik-baiknya. Bulu halus yang menutupi vaginanya kubersihkan dan kumulai menjilati liang vaginanya. “Ssshh.. sshh.. argh.. aghh… aw… sshhh.. trus… Pak.. sshh… aakkkhh…” Aku makin kagum pada Lela yang telah merawat vaginanya karena selain bau harum, vagina Lela yang masih perawan karena liangnya masih rapat, rasanya pun sangat menyegarkan dan manis rasa vagina Lela. Jariku mulai kucoba dengan sesekali masuk liang vagina Lela diselingi oleh lidahku. Rasa manis vagina Lela yang tiada habisnya membuatku makin menusukkan lidahku makin ke dalam sehingga menyentuh klitorisnya yang dari sana rasa manis itu berasal. Lela pun makin menggelinjang dan meronta-ronta keenakan tapi tangannya malah menekan kepalaku supaya tidak melepaskan lidahku dari vaginanya.

“Auwwwhhh… aahhh… terus.. sedappp… Pakkkh…”
“Lela… vaginamu sedap sekali… kalau begini… setiap malam aku pingin begini terus…”
“Mmm.. yah.. Pak.. terus.. Pak… oohhh…”

Lela makin menjerit keenakan dan menggelinjang karena lidahku kupelintir ke dalam vaginanya untuk menyedot klitorisnya. Setelah hampir 30 menit vagina Lela kusedot-sedot, keluarlah cairan putih kental dan manis serta menyegarkan membanjiri vagina Lela, dan dengan cepat kujilat habis cairan itu yang rasanya sangat sedap dan menyegarkan badan.

“Ooohhh… ough… arghhh… sshh.. Pak, Lela… keluar.. nihhh… aahhh… sshh…”
“Yar… cairanmu… mmmhh… sedap.. sayang… boleh.. saya masukin sekarang… batang saya ke vagina kamu? mmhh.. gimana sayang…”
“Hmmm… boleh Pak.. asal.. Ibu nggak tahu…”

Lela pun lemas tak berdaya setelah cairan yang keluar dari vaginanya banyak sekali tapi dia seakan siap untuk dimasuki vaginanya oleh batangku karena dia menyender dinding kamar mandi tapi kakinya direnggangkan. Aku pun langsung mendempetnya dan mengatur posisi batangku pada liang vaginanya. Setelah batangku tepat di liang vaginanya yang hangat, dengan jariku kubuka vaginanya dan mencoba menekan batangku untuk masuk vaginanya yang masih rapat.

“Ohhh… Lela.. vaginamu rapat sekali, hangat deh rasanya… saya jadi makin suka nih…”
“Mmmmhh… mhhh.. Pak.. perih.. Pak… sakit…”
“Sabar.. sayang.. nanti juga enak kok, sabar ya…”

Berulang kali kucoba menekan batangku memasuki vagina Lela yang masih perawan dan Lela pun hanya menjerit kesakitan, setelah hampir 15 kali aku tekan keluar-masuk batangku akhirnya masuk juga ke dalam vagina Lela walaupun hanya masuk setengahnya saja. Tapi rasa hangat dari dalam vagina Lela sangat mengasyikan dimana belum pernah aku merasakan vagina yang hangat melebihi kehangatan vagina Lela membuatku makin cepat saja menggoyangkan batangku maju-mundur di dalam vagina Lela.

“Lela, vaginamu hangat sekali, batangku rasanya di-steam-up sama vaginamu…”
“Iya.. Pak, tapi masih perih Pak…”
“Sabar ya sayang…”

Kukecup bibirnya untuk menahan rasa perih vagina Lela yang masih rapat alias perawan sedang dimasuki batangku yang besarnya 29 cm dan berdiameter 5 cm, wajar saja kalau Lela menjerit kesakitan. Payudaranya pun sudah menjadi bulan-bulanan mulutku, kujilat, kukenyot, kusedot dan kugigit putingnya. “Ahh.. ahhh.. aah.. aww… Pak… iya Pak.. enak deh.. rasanya ada yang nyundul ke dalam memek Lela.. aahh…” Lela yang sudah merasakan kenikmatan ikut juga menggoyangkan pinggulnya maju-mundur mengikuti iramaku. Hal ini membuatku merasa menemukan kenikmatan tiada tara dan membuat makin masuk lagi batangku ke dalam vaginanya yang sudah makin melebar.

Kutekan batangku berkali-kali hingga rasanya menembus hingga ke perutnya dimana Lela hanya bisa memejamkan mata saja menahan hujaman batangku berkali-kali. Air pancuran masih membasahi tubuh kami membuatku makin giat menekan batangku lebih ke dalam lagi. Muka Lela yang basah oleh air shower membuat tubuh hitam manis itu makin mengkilat sehingga membuat nafsuku bertambah yaitu dengan menciumi pipinya dan bibirnya yang merekah. Lidahku kumasukan dalam mulutnya dan membuat lidah kami bertautan, Lela pun membalas dengan menyedot lidahku membuat kami makin bernafsu. “Mmmhh… mmmhhh… Pak.. batangnya nikmat sekali, Lela jadi.. mmauu… tiap malam seperti ini.. aaakh… aakkhh.. Paaakkhh.. Lela keeluuaarrr.. nniihh…”

Akhirnya bobol juga pertahanan Lela setelah hampir satu jam dia menahan seranganku dimana dari dalam vaginanya mengeluarkan cairan kental yang membasahi batangku yang masih terbenam di dalam vaginanya, tapi rupanya selain cairan, ada darah segar yang menetes dari vaginanya dan membasahi pahanya dan terus mengalir terbawa air shower sampai ke lantai kamar mandi dan lemaslah tubuhnya, dengan cepat kutahan tubuhnya supaya tidak jatuh. Sementara aku yang masih segar bugar dan bersemangat tanpa melihat keadaan Lela, dimana batangku yang masih tertancap di vaginanya. Kuputar tubuhnya sehingga posisinya doggy style, tangannya kutuntun untuk meraih kran shower, sekarang kusodok dari belakang. Pantatnya yang padat dan kenyal bergoyang-goyang mengikuti irama batangku yang keluar-masuk vaginanya dari belakang.

Vagina Lela makin terasa hangat setelah mengeluarkan cairan kental dan membuat batangku terasa lebih diperas-peras dalam vaginanya. Hal itu membuatku merasakan nikmat yang sangat sehingga aku pun memejamkan mata dan melenguh. “Ohhh… ohhh.. Yar.. vaginamu sedap sekali, baru kali ini aku merasakan nikmat yang sangat luar biasa… aakkh.. aakkhh… sshhh…” Yarmi tidak memberi komentar apa-apa karena tubuhnya hanya bertahan saja menerima sodokan batangku ke vaginanya, dia hanya memegangi kran saja. Satu jam kemudian meledaklah pertahanan Lela untuk kedua kalinya dimana dia mengerang, tubuhnya pun makin merosot ke bawah dan cairan kental dengan derasnya membasahi batangku yang masih terbenam di vaginanya. “Akhhh… aakkhh… Pak… Pakkhh… nikmattthhh…”

Setelah tubuhnya mengelepar dan selang 15 menit kemudian gantian tubuhku yang mengejang dan meledaklah cairan kental dari batangku dan membasahi liang vagina Lela dan muncrat ke rahim Lela, yang disusul dengan lemasnya tubuhku ke arah Lela yang hanya berpegang pada kran sehingga kami terpeleset dan hampir jatuh di bawah shower kamar mandi. Batangku yang sudah lepas dari vagina Lela dan masih menetes cairan dari batangku, dengan sisa tenaga kugendong tubuh Lela dan kami keluar dari kamar mandi menuju kamar tidur dan langsung ambruk ke tempat tidurku secara bersamaan.

Aku terbangun sekitar jam 10.30 malam, itupun karena batangku sedang dikecup oleh Lela yang sedang membersihkan sisa-sisa cairan yang masih melekat pada batangku, Lela layak anak kecil menjilati es loli. Aku usap kepalanya dengan lembut. Setelah agak kering Lela bergeser sehingga muka kami berhadapan. Dia pun menciumi pipi dan bibirku.

“Pak.. Lela puas deh… batang Bapak nikmat sekali pada saat menyodok-nyodok memek Lela, Lela jadi kepingin tiap hari deh, apalagi di saat air hangat mengalir deras di rahim Lela… kalau Bapak gimana? Puas nggak.. sama Lela…?”

“Yar.. Bapak pun puas sekali.. Bapak senang bisa ngebongkar vagina Lela yang masih rapat.. terus terang… baru kali ini Bapak puas sekali bermain, sejak dulu sama istriku aku belum pernah puas seperti sekarang… makanya saya mau Lela siap kalau saya datang dan siap jadi istri kedua saya… gimana..?”

“Saya mah terserah Bapak aja.”
“Sekarang saya pulang dulu yach.. Lela… besok aku ke sini lagi…”
“Oke… Pak.. janji yach… vagina Lela maunya tiap hari nich disodok punya Bapak…”
“Oke.. sayang…”

Kukecup pipi dan bibir Lela, aku mandi dan setelah itu kutinggal dia di apartemenku. Sejak itu setiap sore aku pasti pulang ke tempat Lela terlebih dahulu baru ke istriku, sering juga aku beralasan pergi bisnis keluar kota pada istriku, padahal aku menikmati tubuh Lela pembantuku yang juga istri keduaku, hal ini sudah kunikmati dari tiga bulan yang lalu dan aku tidak tahu akan berakhir sampai kapan, tapi aku lebih senang kalau pulang ke pangkuan Lela.

Kisah Taro – Diajari Sex Sama Tante Sangean

TAROSLOT Diajari Sex Sama Tante Sangean, Saat ini tinggal seorang karyawan yg baru bekerja di kota. Pemuda itu ganteng namun pendiam. aku lihat dari bodinya sepertinya dia aktif olah raga.Karena aku juga sering lihat dia pulang memakai celana pendek dan sepatu olahraga. Pagi ini dia terlihat habis olahraga jadi pasti di kamarnya dia sedang mandi. penghuni kamar lain pulang kampung karena yg lain mahasiswa pulang liburan. Jadi kami hanya berdua. Wahhh …. kesempatan nih.

Karena hari ini dirumah sepi membuat diriku makin kesepian tdk ada teman bicara. Sopir dan pembantuku pulang karena ada keperluan pribadi. Sedangkan tukang kebunku tdk menginap karena rumah dia dekat dengan rumahku. Aku tdk keberatan mereka pulang karena masih ada anak kost yg tinggal jadi tdk ada masalah aku sendirian. aku Penasaran dan ingin cari teman obrolan. aku cari alasan untuk ketemu pria itu, aku iseng dan bertanya tentang laptopku. Maka aku menuju ke kamarnya.

Karena di rumah sepi dan lagi santai aku hanya mengenakan lingerie warna hitam kesukaanku. Jika dilihat pasti kelihatan dalamannya.pria manapun yg melihat pasti akan terangsang. Aku tak ambil pusing. Jika dia memang pri sejati tak ada salahnya bercinta dengan pemuda ini. Perjaka lagi. hehehe .. senyumku dalam hati. Ternyata pintunya kamarnya tdk terkunci. Pelan-pelan kuketuk pintunya kubuka pintunya dan akupun masuk dengan rasa penasaran.

Rupanya dia sedang di kamar mandi dan dia tdk menyadari kehadiranku. Kemudian aku masuk. Terlihat dia sedang berdiri menghadap bak mandi. Tubuhnya dalam keadaan telanjang sepertinya mau mandi. Secara keseluruhan dia terlihat gagah. Akhirnya kudatangi dia. Terlihat matanya terpejam menikmati apa yg sedang dilakukannya. Dari gerakan pada lengannya kutahu dia sedang mengocok ‘penis’nya. Segera kutujukan mataku ke arah selangkangannya.

Cerita Sex Diajari Sex Sama Tante Sangean
Apa yg kulihat saat itu bikin aku kagum, bahkan membuat nafasku sesak tersengal-sengal. Tangannya sedang menggenggam ‘penisnya’nya, yg kelihatan besar dan panjang sekali. Ujung kepala ‘penis’nya bulat, terlihat keras dan mengkilat. Seperti orangnya warnanya juga cokelat tua agak kehitam-hitaman. Dia mengocok-ngocok ‘penis’nya yg mengagumkan itu. Rupanya dia sedang mandi dan membersihkan penisnya. woww ini gua suka, lelaki yg rajin membersihkan penisnya. Gerakan membersihkan penisnya seperti masturbasi membuat aku kedalam khayalan kenikmatan. Dan ku juga terbawa untuk memejamkan mataku. Terbayangkan olehku hal yg tdk-tdk yg juga membuatku terangsang. Jadi ingin aku merasakannya. ahhhh pasti nikmat.

Kurasa sesuatu yg menggelegak dalam diriku. Sekali lagi aku sampai menelanludah. Lalu kuberanikan diriku untuk menyapanya, …

“Randi Besar amat sih penismu?” Dia terlihat sangat terkejut. Tersipu-sipu ia berkata, …
“Aduh Tante kok ada di sini … !” Segera kutenangkan dia, …
“Gpp, Gpp kok.” Lalu aku mendekati dia sambil mengulurkan tanganku ke arah ‘penisnya’ aku berkata, …
“Coba Tante lihat dong! Ukurannya kok sampai segede ini sih?” Malu-malu dia berusaha menghindar, tapi terpegang juga olehku ‘barang kepunyaan’nya.

Setelah terpegang dia tdk terus berontak, malah dibiarkannya aku mengusap-usap ‘alat kejantanan’nya itu. Setelah aku usap-usap dia terlihat sudah mulai mampu menguasai diri lagi. Malah rupanya keberaniannya timbul. Dengan gaya lugunya dia bertanya, …

“tangan tante lembut sekali”
“Eh ngomong-ngomong mau diterusin nggak?” Dengan manis dan lugu bengong, …
“setengah bertanya”Maksud Tante.”
“Mau saya bantuin nggak?” Terlongo dia memandangku dan bertanya, …
“Emangnya bantu apa tante?” Sambil tersenyum genit aku berkata kepadanya, …
“Kalau kamu mau, tak bantu bersihin penismu … !” Bukan pakai sabun, tapi pakai lidah tante. Dijamin enak loh …. kataku.

Dia tdk perlu menjawabnya toh tetap aja aku akan memaksanya. Karena aku sudah memegang penisnya. Lalu kulepas dasterku.

“Kebetulan aku belum mandi, sekalian mandi disini boleh dunk”. Mandi asik bareng dia pasti asik.
“Kamu mau aku ajarin nggak?” kataku setengah bertanya. Kalaupun di bilang tdk mau, tetap akan aku paksa. Karena aku sudah tak tahan lagi.
“Ajarin apa tante” …Tak perlu aku jawab akhirnya kugarap penisnya
“Aduh tante, geli banget dan enakkk!” Erang Randi.
“Panggil aja aku Neng aja ya”. Kedua lengannya mengencang menygga tubuhnya, sampai terlihat otot-ototnya menonjol gagah.
“Randi! Randi! Besar amat ya kepunyaan kamu ini, kataku.

Beberapa saat hening tanpa ada suara, sementara aku terus mengocok-ngocok lembut ‘barang kepunyaan’ Randi. Sampai akhirnya terdengar lagi Randi bertanya, …

“Tante, katanya kalau orang bule seneng ngemutin pake mulut yah?” Pertanyaan ini kurasa semakin menjurus dan membuatku terusik oleh keinginan terpendam yg ada di hatiku.

Dengan singkat kujelaskan padanya, …

“Ah bukan orang bule aja, orang Indonesia juga mau.” Emang kamu pikir aku nggak mau.

Bodohlah aku jika tdk mau melumat penismu. Perjaka lagi. Ya iyalah …. rasanya beda gitu loh …. yg biasa aku pegang …. Berkahku hari ini aku sebentar lagi merasakan sperma perjaka …. woowwwww … pasti nikmat … Sambil sesekali penisnya aku cepit dengan susuku dan kugesek-kesekan sambil kuciumi dan kujilati ujung penisnya.

“Sarat sebagai laki-laki ya ITU-nya bisa bangun, besar, panjang, keras samakuat.” AKu sedikit menggurui. Kembali Randi nampak bersemangat, …
“Oh kalau itu sih Randi mampu … Aku membisikkan kesediaanku. Lalu Randi berkata dengan penuh keseriusan, …
“Aduh mau tante, !” Pada saat bibirku mendarat di atas ‘kepala kemaluan’nya dan mengecupnya Randi mendesah, …
“Aduh geli tante, enak.” Apalagi waktu mulai kujilat-jilat dengan lidahku, ia betul-betul merasakan nikmatnya.

Tubuhnya mengejang keras, …

“Aduh Tante geli sekali.” Begitu kumasukkan ‘ujung kemaluan’nya yg seperti ‘topi baja’ itu ke mulutku, lalu mulai aku kulum, Randi mengerang panjang. Karena keenakan dia sampai menekan kepalaku ke bawah. Dipenuhi oleh ‘ukuran kejantanan’ lelaki yg sebesar itu aku sampai sulit bernafas. Untung aku sudah cukup berpengalaman dalam hal ’seks oral,’ sehingga dengan mudah aku bisa menyesuaikan gerakan bibir, lidah dan mulutku.

Ketika ujung ‘tongkat kejantanan’nya menyentuh langit-langit mulutku, aku merasakan lonjakan gairah yg membawa nikmat.Manis sekali anak ini, akupun jadi semakin menyukainya. Langsung kuperhebat emutanku, sampai aku sendiri semakin terangsang. Sewaktu aku sudah mulai hanyut, ternyata masih juga kudengar permintaan Randi. “Neng,” … panggilnya, … “Tante.”

Karena sudah terangsang dari tadi, terutama setelah mulai mengemut ‘penisnya’, beberapa usapan saja sudah cukup untuk membawaku ke puncak rasa jasmaniku. Aku mengaduh, merintih dan mengerang sambil terus menjilati ‘barang kepunyaan’ Randi. Laki-laki itu sampai melihat aku dengan pandangan agak heran. Tapi tdk kuperdulikan lagi dirinya. Terus aku emuti ‘penis’ Randi di mulutku, sampai gelora rasaku mereda. Setelah itu yg aku sadar adalah betapa pegalnya rahang mulutku, karena dari tadi mengemuti kepunyaan Randi dengan tanpa henti.

Sedikit-sedikit mulai ada rasa jengkel juga karena daya tahan kejantanan lelaki itu kuat sekali. Hampir aku sentak dia ketika sekali lagi kudengar suaranya berbicara kepadaku.

“aaahhhh,” … katanya, …
”tante.”
“Saya hampir keluar tante.” Rasa gairah semakin merangsang diriku, semakin keras juga aku mengemut dan mengisap ‘alat kemaluan’ Randi.

Hingga akhirnya seluruh tubuh Randi mengejang keras, begitu juga batang kejantanannya di mulutku.

“Ahh … ahh … tante … tante … ahh … Aduhhh … aaahhhhh …,” … Randi mengerang keras dan panjang.

Rupanya dia sedang mengalami puncak kenikmatannya di mulutku. Semburan demi semburan sperma Randi memasuki rongga mulutku. Inilah sperma rasa perjaka, benar-benar nikmat apalagi masih hangat.

Banyak sekali, kental, dan asin rasanya. Supaya tdk terselak kutelan sebisa-bisanya. Tapi setelah aku tdk tahan lagi kubiarkan sebagian tertumpah dari mulutku dan terjatuh ke tubuh Randi. Kujilati sperma yg menempel di tubuhnya hingga tak tersisa. Beberapa saat kemudian keadaan mulai mereda. Kudengar suara nafas Randi lembut. Alat ‘kejantanan’nya yg masih berada dalam genggamanku ternyata masih keras juga. Sengaja tdk aku keluarkan semua spermanya agar dapat menikmati lebih lama di vaginaku.

Ber-oral seks di kamar mandi membuat kami kedinginan aku merasakan sperma pemuda lebih nikmat menghilangan rasa dingin. Penisnya masih aja tetap ngaceng sehingga ini membuat aku ingin menungganginya dan memasukkan dalam vagina. Lalu kuambil handuk yg sudah kubasahi dengan air panas dan kubersihkan seluruh tubuhnya.

Kutarik tangannya dan menuntunnya kembali ke kamar tidur. Kuarahkan supaya ia duduk di atas ranjang, lalu aku menelungkup di hadapannya. Kedua tanganku mulai mengusap-usap ‘batang kejantanan’ Randi. Ukurannya memang luar biasa. Tadi dalam keadaan Randi berdiri, kalau ‘batang keras’nya ditegakkan sepertinya panjangnya sampai ke pusarnya. Sekarang dalam keadaan dia duduk panjangnya jelas meliwati pusarnya itu.

Bibirnya kukulum,

”Hmmmhhhh… hmmhhhhhh…” dia mendesah-desah.

Setelah puasmelumat bibir dan lidahnya, aku mulai bergerak ke bawah, menciumi dagunya, lalu lehernya makin kebawah lalu kuciumi dadanya.

“Hmmmhhhhhh… aduuhhh enak ..” rintihnya.

Dia terus mendesah sementara aku mulai menciumi perutnya, lalu pusarnya, sesekali dia berteriak kecil kegelian. Akhirnya penisnya yg sudah ngaceng berat kupegang dan kukocok-kock,

“Ahhhhh… Hhhh…. Hmmhmh… Ohhh …” dia cuman bisa mendesah doang. penisnya langsung kukenyot-kenyot, sementara dia meremas-remas rambutku saking enaknya,
“Ehmm… Ehmm…” Mungkin sekitar 5 menitan aku ngemut penisnya, kemudian aku bilang,
“Randi… sekarang giliran kamu yach?” Gantian apa tante? Dia setengah tersentum. Gantian jilati vaginau” kataku.

Dia cuma tersenyum, lalu bangkit sedangkan aku sekarang yg ganti tiduran. Dia mulai nyiumin bibirku. kemudian mulai menciumi leherku sementara tangannya meraba-raba toketku dan diremasnya.

“Hmhmhhm… Hmhmhmh…” ganti aku yg mendesah keenakan.

Apalagi ketika dia menjilati pentilku yg tebal dan berwarna coklat tua. Setelah puas melumat pentilku bergantian, dia mulai menjilati perutku dan kemudian langsung menciumi vaginaku dengan penuh napsu, otomatis pahaku mengangkang supaya dia bisa mudah menjilati vagina dan it ilku.

“Ahh.. Ahhhh…” aku mengerang dan mendesah keras keenakan. Sesekali kudengar “slurrp… slurrp…” dia menyedot vaginaku yg sudah mulai basah itu.
”Ahhhh… om… Enak …” desahan ku semakin keras saja karena merasa nikmat, seakan tdk peduli kalau terdengar orang di luar. Napsuku sudah sampe ubun-ubun, dia kutarik untuk segera menancapkan penis besarnya di vaginaku yg sudah gatel sekali rasanya, pengen digaruk pake penis.

Tak sabar aku melihat, segera aku pingin merasakan nikmatnya penis gedenya. Kemudian aku pegang penisny da kumasukkan ke dalam vagina dan setelah itu kunaiki dia.

Auwwww …… luar biasa enaknyaaa …. Ahhhhhhh … setengah berteriak aku merasakan kenikmatan. Sambil duduk di ujung tempat tidur. Kugenjot vaginau dan Aksiku kubarengi dengan teriakan-teriak keras khas kenikmatan yg membuat aku mandi keringat.

Lama di atas staminaku drop juga, lalu kumimta dia ganti posisi. Kucabut penisnya kemudian aku terlentang. Pelan-pelan dia memasukkan penisnya ke dalam vaginaku dengan satu enjotan keras dia menancapkan seluruh penisnya dalam vaginaku.

“Uh… uhhh…. Ahhhhhhh…nikmat banget” desahku ketika dia mulai asyik menggesek-gesekkan penisnya dalam vaginaku.

Aku menggoyang pinggulku seirama dengan keluar masuknya penisnya di vaginaku. Dia mempercepat gerakannya. Gak lama dienjot aku sudah merasa mau nyampe,

“Ah…… sepertinya mau… ahhh…” dia malah mempergencar enjotan penisnya divaginaku,
“Bareng nyampenya ya, aku juga dah mau keluar”, katanya terengah.

Kakiku kunaikkan ke pundaknya yg kokoh hingga penisnya terasa mentok menyentuh rahimku. Nikmat yg kurasakan sungguh luar biasa. Dari penyebab awalnya dimana norma sopan dan adab tak lagi dijadikan batasan membuat aku juga bisa berlaku saenakku, kini kurenggut kepala nya yg berambut cepak itu. Kudekatkan ke wajahku dan kukenyoti bibirnya sambil kukasari kepalanya. Vaginaku yg gatalnya semakin nggak ketulungan membuat aku jadi buas, binal dan liar… suatu peristiwa yg tak pernah terjadi saat aku bersanggama dengan suamiku selama ini. Mungkin ini pengaruh dari tubuhnya yg atletis itu, atau aroma keringatnya yg maskulin itu, atau nikmatnya dientot dengan penisnya yg dahsyat itu? aku tak tahu….

Aku menggelinjang-gelinjang dengan sangat hebatnya. Aku berteriak histeris tertahan sebagai wujud pelampiasan nafsu birahiku yg tak terkendali ini. Aku ingin dipuaskan sejadi-jadinya. Aku berguling ke atas. Dengan rambutku yg telah lepas terurai dari ikatannya dan dengan keringat yg semakin membasah mengucur dari tubuhku, aku tumpakin tubuh nya. Aku desakkan habis-habisan vaginaku ke penisnya untuk menggaruk lebih keras kegatalan birahi di dalamnya. Aku sangat gelisah dan resah menunggu hadirnya orgasmeku.

Setiap kali aku mendongak dan menyibakkan rambutku kemudian kembali menunduk histeris. Tangan-tanganku mencekal bukit otot di dadanya hingga kuku-kukuku menancap dalam ke dagingnya. Randi seakan tak mau kalah. Dia membenamkan wajah tampannya ke payudaraku untuk menyusui kedua belah payudaraku yg ranum itu sepuasnya. Sementara di bawah sana, rasa gatal yg sangat nikmat mendesaki vaginaku.Aku tahu ini sebagai tanda bahwa tak akan lama cairan birahiku akan tumpah ruah. Aku sudah demikian lupa diriku. Enjotan penisnya makin cepat saja, sampe akhirnya,

“Randi, aku nyampe aah”, badanku mengejang karena nikmatnya, terasa vaginaku berdenyut meremas penisnya sehingga diapun menyodokkan penisnya dengan keras,
“ahhh, aku aah”, terasa semburan pejunya yg deres divaginaku.

Akhirnya kami sama-sama mencapai kepuasan puncak kami. Cairan hangat yg menyemprot dari penis Aldi ke dalam vaginaku langsung disambut dengan muntahan berlimpah cairan birahi vaginaku. Aku langsung tersungkur sementara kedutan-kedutan penisnya belum sepenuhnya usai.

Untuk sesaat kami memang beristirahat. Namun nafsu birahi yg masih berakar kuat di tubuh kami masing-maisng mendorong kami untuk melakukannya lagi dan lagi. Siang hari itu kami habiskan bak pengantin baru. Kami bercinta sepuasnya dalam berbagai gaya, diakhiri dengan doggy style yg spektakuler di ranjangku.

Sebelum tertidur Randi sempat memandangku mesra. Katanya lirih, …

“tante, Terima kasih!” Akupun tidur di ranjang bersamanya. Sambil kupegang penis dan bersandar dadanya.

Kami berpelukan dengan mesranya, sambil dia mencium rambutku. Indah sekali.

Sebelum tengah malam kami terbangun. Saat aku terbangung pemandangan tubuh telanjang Randi, yg sebagiannya telah terbungkus selimut, mengantarku ke dunia mimpi. Sekali lagi aku tdk bisa membiarkan penis ngaceng dibiarkan begitu saja. Tentuk saja mulutku gatel untuk ngemut dan jilat. Sebelum dia sempat bertanya lebih jauh lagi kuminta ia terlentang di ranjang.

Kesempatan ini tak kusiakan untuk menggarapnya sekali lagi. Tak sempat dia menolak kuemut dan kumainkan penisnya dengan tanganku. Setelah itu malam ini kita bertempur lagi dengan suasana lebih romantis yg menggairahkan.Karena aku mengajak dia bercinta di halaman dalam rumahku. Sungguh suasana yg tdk pernah aku lakukan. Di bawah sinar bulan aku beraksi sesuka hati, sementara dia pasrah pada apa yg aku lakukan termasuk mengajari gaya favourtiku Doggy style, woman on top dan kuda liar kulakukan dan dia hanya bisa menurut apa yg aku perintahkan. Bagiku yg penting aku menikmati kepuasan, sesuatu yg lama tdk aku dapatkan.

Bahkan kali ini lebih special karena bercinta dan merasakan sperma dengan seorang perjaka. Sungguh suatu kenikmatan yg tiada tara. Walaupun aku harus menuntunnya, tapi aku puas menikmati penis dan sperma seorang pemuda. Perjaka lagi. Malam ini aku menikmati pergumulan di taman rumahku.

Akhirnya kami sama-sama terkapar dan telanjang dengan peluh dan keringat keluar deras, walaupun sebetulnya hawanya dingin. Beberapa kali ke depan setdknya aku akan menikmati dan merasakan bercinta dengan daun muda ini.

Kisah Taro – Gairah Bersetubuh Dengan Tante Selvi

TAROSLOT Gairah Bersetubuh Dengan Tante Selvi, Namaku Derry Aku tinggal bersama kedua orang tuaku. Aku tinggal disebuah komplek diwilayah Jakarta, Dirumah tersebut kami tinggal hanya bertiga dirumah, rasanya hampa sekali mama dan papa jarang sekali dirumah kecuali Hari tertentu saja.


Mama pergi Arisan dan perawatan, sedangkan papa Selalu sibuk dengan urusan pekerjaannya.

Tetapi ada yang agak sedikit janggal Papa selalu pulang disiang hari bolong setiap mama tidak ada dirumah

Suatu hari Papa pulang dari kantor dengan seorang wanita yang kupikir adalah mamaku, Aku terkejut rupanya wanita itu adalah adik mamaku Tante Selvi aku sering melihat ayah dan Tante Selvi berpelukan saat sedang menonton tv, Kadang tangan ayah nakal mengelus Paha dan Toket Tante Selvi dengan penuh nafsu. Bagaimana tidak tertarik, tubuh Tante Selvi sangat semok toket yang besar seperti ingin meledak, pinggangnya yang ramping dan lekukan pantatnya yang sexy.

Semenjak Tante Selvi ke rumah, aku menjadi hobi coli dengan membayangkan Tante Selvi. Sudah 3 bulan berlalu mama dan papa cerai karena Tante Silvi, akhirnya ayah memberanikan diri mengajak Tante Selvi kerumah, Umurnya sekitar 38 tahun. Tubuhnya agak berisi dan wajahnya terlihat masih muda. Dia bekerja sebagai Busana Artis.

Pada hari minggu aku bangun dan melakukan aktivitasku seperti biasa, sewaktu aku menuruni tangga aku yang masih sedikit mengantuk, mataku terbelalak melihat pantat yang besar Tante Selvi yang saat itu memakai daster putih tipis dan tidak memakai Celana dalam terlihat jelas Vagina tante.

“Ehh? Kamu ngelihatin apa?” ujar Tante Selvi.

“Ehm, Nggak kok. cuma lihatin tante lagi nyapu” Jawabku tersentak. Padahal aku sedang memandangi Pantat dan gundukan memek tante Silvi yang kerlihat saat nyapu sambil nungging. Kontolku sudah tegang sekali rasanya ingin kumasukan batang ini kebelahan memeknya

“Kamu jangann nakal yah, tante ini ibu tiri kamu. karena dia sudah tau kalau aku memperhatikan Vaginanya

“Tante seperti Pemeran Bintang Porno itu hehe” Jawabku nyeplos “Tante Sudah masak belum?” Lanjut tanyaku

“Belum nih, yaudah kamu duduk saja dulu ntar siap nyapu tante masakin” katanya sambil menyapu serpihan kaca.

lalu aku berjalan menuju kamar mandi. Di kamar mandi aku langsung saja coli seperti biasa berhubung BH tanteku ada dikamar mandi jadi saat aku sudah mencapai puncak aku keluarkan dibh tanteku

Usai mandi dengan hanya melilitkan handuku dipinggang aku menuju dapur. tapi ketika sampai di dapur aku malah melihat pemandangan lain yang lebih indah, kulihat Daster tante selvi semakin tersingkap keatas dan telihat lagi memek tante yang bersih dan lubang anusnya

kulepaskan handukku dan memberanikan diri untuk memeluk tanteku daribelakang, Penisku yang sudah tak terhalang apapun dengan leluasa ku gesekan di selangkagan tante selvi

“Ihhh, kamuu ngapain ahhh, jangann perkosa tante dong… tantee orangnya nggak tahanan” katanya.

“Udahhh kamu nikmatin saja, kamu nggak cocok jadi istri papa. kamu cocoknya jadi lacurku saja” kataku geram.

“Kamuu jangan nakall sayang, masa tante harus ngentot dengan kamu” katanya sedikit berbisik

“Tantee aku udah sange banget ini ngelihat tante, udahh puasin aja aku sekarang aku gakmau tau. atau mau aku main paksa” bisikku pelan kulepas dasternya sambil terus kuelus pantat dan buah dadanya dari belakang.

“Jangann main kasar dong sayang sakit tau,” pintanya sambil melengkukkan pantatnya terus.

Tak kupedulikan omongan tante. aku terus saja mencumbu tante Mimi . Aku tahu kalau tante Mimi sangat liar kalau ngentot hanya saja saat ini dia belum begitu nafsu, Mimi butuh waktu sebentar saja untuk membangkitkan gairah nafsunya.

Terus saja kuciumi dan kujilati lehernya sambil tanganku meremas-remas buah dadanya dari belakang. lalu tanganku mengobok-gobok memeknya yang tebal itu telunjukku memainkan Clistorisnya yang membuat kontolku semakin mengeras.

Tak berlama-lama, kupaksa dia untuk menungging Kumulai memasukkan kontolku dari belakang.

“Oughh Jangannn masukin Kontol kamu Der” jaritnya lagi.

“Sudah nurut saja tan, aku mau kepuasan dari tante, aku lihat tante sangat galak kalau diranjang.” kataku sambil menyodokkan kontolku kudorong tubuhnya kedepan agar kontolku bisa masuk lebih dalam.

Kurasakan memek tante Selvi agak sedikit basah, nampaknya dia belum begitu terangsang dengan apa yang sudah kulakukan tadi. Kemudian kucabut kontolku lalu kuposisikan badanku berjongkok dari belakang pantatnya dan kujilati memeknya dari bawah.

“Aahhh…Kamuuu mmmauu apain memek tante” katanya dengan suara khas wanita yang sedang menahan nikmat.

Kujilati memeknya. Aku mencium bau memek yang khas. Aku bisa merasa kalau dia sudah mulai bernafsu, dia tak lagi berontak bahkan dia mengangkat kakinya sebelah keatas meja kompor dan memberikan celah agar memeknya lebih mudah dijilat. Dam akhirnya dia pun ikut kerasukan setan.

“Sudahlah, kalau kamu mau menikmati tubuhku yasudah lakukanlah. tapi aku minta jangan ayahmu sampai tau kalau kita pernah melakukan hubungan intim. kapan saja kamu mau merasakan tubuhku akan kuberikan asalkan kamu jangan main paksa apalagi ingin melakukannya sewaktu ada ayahmu” keluhnya.

Kemudian tante selvi membalikan badan dan duduk diatas meja kompor membuka lebar pahanya dan menyingkapkan kedua bibir memeknya sekaranglah baru terlihat jelas dengan ditumbuhi jembut yang lebat dan halus kulihat vaginanya sudah merah merekah

Tanpa alasan lagi aku berdiri dan kumasukkan kontolku ke lubang memeknya

“Sssttthhhh…aaahhh…nikmatnya…kontolmu benar-benar besar dan keras oughhhhh” rancunya keenakan.

Genjotankupun semakin ganas. Hampir 10menit aku menggenjotnya hingga akhirnya dia meraih orgasme. Tapi aku belum juga mencapai klimaksku.

“Tante aku belum bisa keluar….” keluhku padanya.

Seperti orang kelaparan dia langsung turun dari meja dan menjilati kontolku dengan ganasnya. Dia benar-benar mahir sponge kontol. Kontolku hampir habis ditelannya. Tak lama kemudian kutekan kepalanya dalam dalam, Ohhhhhhhhh

“Ooooohhh…tanteee aku keluaaaarrr….aahhh…” erangku. Kumuntahkan semua spermaku ke dalam tenggorokannya.

“Kita pindah ke kamar tan, nggak seru ngentotnya didapur” Tanyaku
Kugendong tante sampai kekamarnya, lalu kulanjutkan kumasukan kontolku lagi ke lubang memeknya dengan posisi aku masih diatas kugoyang dengan kencang sambil meremas remas payadaranya taklupa kupelintir lintir pentilnya yang keras sekali

”Oughhhhhh Aaaaahhhh Sayangg kamu nakall banget sihh, beraaa….nniiii jjuugaaa kaa….aaahhh muuu perrrkosaa tantemu” Godanya dengan terbata bata karena sodokanku semakin kencang membuat tante selvi mendesah nikmat

”Lah, siapa suruh tante Bahenol sekali siapa juga yang tahan kalau hanya bedua saja dirumah sama tante, posisi tante cuma pakai daster itupun nggak pakai daleman. Tentu aja kontol Derry udah ngacung pengen masukin ke memek tante montok” ^^Jawabku yang sedikit kacau sudah

”Kenapa kamu tidak bilang sih? kalau kamu sudah terangsang banget lihat tante, tidak harus sampai perkosa tantee!”

”Yasudah kamuu nikmatinn saja tubuh tante sepuaaasmu sayang, tante relaa kalau untuk kamu kentot saja”
Kupercepat tusukan ku sampai tante orgassme yang kedua kalinya

”Aaaakhhhhhhh Sayangggg tantee Keluarr lagiiiii nihhh Ahhrhhhhh” Desahannn kenikmatannya muncul lagi
Aku langsung menukar posisinya sekarang Tante yang diatas Derry yang dibawah ”gantiann tante Selvi yang muasin aku, aku belum juga orgasme nih tan”

Tak buang buang waktu tante langsung mengoyangkan pinggulnya maju mundur dengan cairan kewanitaannya belum juga habis.
Tante Silvi merubah Tekniknya dengan memompa kontolku naik turun naik turun, kuseiramakan dengan sodokanku dari bawah yang membuat pantat dan selangkanganku berbunyik

”Plakkk Pakk Pakk Pokk Plak Sayang enakan? emang kamu kuat kalau udah tante giniin?” Tanya tante sambil memperkuat hentakan memeknya

”Aaaaahhh tanntee akuuu keluarr!!” ”Kitaa Barengann yahh. Tante jugaaa mau keluar lagii” ”aku keluarinn dimana tan??.” Lirihku karena pertahananku sudah jebol

”iyahh sayang kamuu keluarin didalam saja, taburin benih kamu di rahim tante”

”Aaaaaghhhhhhhhh tanteeeeee Shhhttttt” Desahannku dan tante bercampur karena kami sudah mencapai puncakku

Kontolku yang masih menancap kubiarkan saja sampai dia mengecil sendiri. Setelah itu kami pun tidur layaknya suami istri sampai pagi
Kami tetap melakukannya hubungan intim sampai Tante Selvi menjadi istri ayahku, karena tante selvi terpuaskan denganku tante tak pernah menolak asalku ajak bersetubuh

kuberanikan diri untuk mencoba bersetubuh dibelkang ayahku yang sedang bersantai membaca koran, Seperti layaknya Film porno.

Kisah Taro – Gairah Sex Seorang Wanita Malam

TAROSLOT Gairah Sex Seorang Wanita Malam, Jam weker dimeja kamarku berdering pada jam 09.00 pagi, memang aku mensetting pada jam itu, karena tadi sampai terdengar adzan subuh aku masih belum bisa memejamkan mata untuk tidur.

Aku menggeliatkan tubuhku terdengar kerotokan pada pinggangku, dengan malas aku bangkit dari tempat tidur… ups.. aku lupa kalo aku tadi tidur dengan tubuh telanjang bulat… kulihat tubuhku dari pantulan cermin besar.. mmm… dalam usia hampir kepala 4, kulihat tubuhku masih bagus dilihat…

Buah dadaku yang berukuran bra 36 B masih cukup kenyal, pinggangku masih ramping tak berlemak, pinggul dan pantatku kata mas Seno, almarhum suamiku adalah bagian yang terindah dari tubuhku, sangat seksi dan serasi dengan sepasang kakiku yang panjang… wajahku…? kata mas Seno lagi, katanya wajahku lebih pantas dibilang seksi daripada cantik… entahlah penilaian lelaki memang susah dijabarkan oleh perempuan….

Sssssshhh… ooohhh… gila, lagi-lagi gairah birahiku meletup dengan tiba-tiba… di depan cermin besar itu aku meremasi buah dada montokku sendiri yang kian mengencang… ammpuuuun… sudah 2 hari 2 malam ini aku sangat menderita karena birahi gila ini… entah berapa belas kali selama 2 hari 2 malam ini aku bermasturbasi…sampe tubuhku benar-benar loyo.

Bahkan pada hari pertama aku sempat melakukan masturbasi di belakang kemudi mobil di tengah keramaian jalan tol, saking ngga ketahan… Semalam, dengan diiringi adegan-adegan syur film bokep koleksi almarhum mas Seno… aku melampiaskan hasrat birahiku secara swalayan, mungkin lebih dari 10 kali sampai pagi menjelang… Cerita Seks Gairah Sang Wanita Liar

Maka betapa jengkelku, sekarang belum setengah jam mataku terbuka, gelegak birahi itu meletup lagi… kali ini aku melawan, aku masuk kamar mandi, kuguyur tubuhku dengan shower air dingin… agak menggigil juga tubuhku…. Aku memang wanita berlibido tinggi.

Sejak ABG aku sudah kenal masturbasi… menjelang lulus SMU aku mengenal persetubuhan dan berlanjut menjadi doyan disetubuhi… Masa kuliahku adalah masa euphoria sex, karena aku kuliah di Bandung sementara orang tuaku di Jakarta… pada awal masa kuliahku, aku pantas dijuluki Pemburu Seks…

Beberapa kali aku diusir dari tempat kost yg berbeda, dengan sebab yg hampir sama… yang aku ingat, sore pulang kuliah diantar teman kuliahku, aku lupa namanya… pokoknya keturunan Arab…

Aku lupa bagaimana awal mulanya, aku bisa nyepong kemaluan Arab ganteng itu di dalam kamarku dalam keadaan pintu ngga terkunci dan Ipah pembantu ibu kost yg nyinyir itu nyelonong masuk kamarku utk menaruh pakaianku yg habis diseterikanya… aku tengah terkagum-kagum dengan volume batang kemaluan Arab ganteng yang lebih besar dari lenganku dan minta ampun panjangnya.

Malam itu juga aku disidang dan harus keluar dari rumah kost itu. Tapi buatku ga ada masalah karena malam itu si Arab ganteng memberikan tumpangan sementara di rumah kontrakannya… tentu saja gairah birahiku yang binal dimanjakan oleh Arab ganteng itu… sepanjang hari… bahkan sampai beberapa hari aku tinggal di rumah kontrakan si Arab ganteng yang berantakan…

Kejadian yg lain pernah juga tengah malam, lagi seru-serunya ML sama cowok baruku… tiba-tiba pintu didobrak petugas ronda yg rupanya sudah lama memperhatikan kebiasaanku masukin cowok malam-malam… cowokku dengan tengilnya berhasil kabur… sementara aku lagi-lagi terpaksa harus cari kost baru lagi…

Satu lagi yang ga bakal aku lupa, affairku dengan bapak kost, biar sudah tua tapi ganteng dan handsome.. dan yang membuatku bertekuk lutut… mmm… aksi ranjangnya boo’… selalu membuatku bangun kesiangan esoknya… sayang aku menikmati kencan ranjang dengan bapak kost baru tiga kali keburu ketangkap basah sama istrinya…

Cerita Dewasa – Abis siang bolong bapak itu ngajakin naik ranjang… apesnya lagi aku ga akan mampu menolak, kalo tetekku sudah kena diremasinya… baru mau dua kali aku mendapatkan orgasme… eeh…pintu di ketok-ketok dari luar dan terdengar suara ibu kost memanggil namaku…

Mendengar itu bapak kost yg sedang memainkan batang kemaluannya di liang sanggamaku, jadi gugup dan efeknya justru membuatnya orgasme, untung gak telat nyabut… pejunya berhamburan di atas perutku banyak sekali…. bisa ditebak endingnya… aku harus angkat kaki dari rumah kost saat itu juga…

Nasihat sahabat-sahabatku, banyak merubah perilaku seksualku yang liar… Dengan susah payah aku berhasil menekan hasrat birahiku yang memang luar biasa panas dan aku mengumbarnya… awalnya mana sanggup aku menahan seminggu tanpa aktivitas seksual… bakal uring-uringan dan kepala terasa pecah… Cerita Seks Gairah Sang Wanita Liar

Sampai akhirnya aku ketemu dengan mas Seno aktivis mapala kakak kelasku… ngga hanya sosoknya yang jantan… permainan ranjangnyapun luar biasa… permainannya yang agak kasar, mampu membuatku mengerang-erang histeris… Aku ga nyesel, harus married dengan mas Seno karena keburu hamil. Bola88

Buktinya aku berhasil menyelesaikan kuliah, walaupun sambil mengasuh Astari buah cintaku dengan mas Seno. Status ekonomi kamipun tergolong bagus… Sampai akhirnya 5 tahun yg lalu, kecelakaan mobil di jalan tol merenggut mas Seno dari kami berdua..

Selama 5 tahun menjanda, mungkin karena kesibukanku mengurus dan melanjutkan usaha mas Seno yang sedang menanjak pesat dan keberadaan Astari anak tunggalku sudah menginjak usia gadis remaja, aku hanya 2 kali terlibat affair dengan lelaki yg berbeda, itupun juga hanya having fun semata, penyegaran suasana disela-sela kesibukan bisnis…

Kehidupan seksualku datar, tanpa gejolak… sesekali aktivitas masturbasi cukup memuaskanku… Setelah tubuh terasa segar, kukenakan kimono dan keluar kamar… Cerita Seks Gairah Sang Wanita Liar

” Heee… Jack kamu disini..? kok ga sekolah..?”

Kudapati Jacky di belakang komputer Astari. Jacky adalah kakak kelas Astari yang hampir setahun ini akrab dengan anak gadisku itu. Anak muda yang sopan dan pandai cerminan produk dari keluarga yang cukup baik dan mapan.

” Iya tante, saya hari ini kebetulan banyak pelajaran kosong jadi bisa pulang lebih awal dan tadi Tari minta tolong saya nungguin tante yg lagi sakit.. kali aja butuh apa-apa”

Sahut Jacky sopan, membuatku terharu… Lumayan ngobrol dengan Jacky, penderitaanku agak berkurang…

” Jack, kamu bisa mijit ga..? tolongin pijitin tante dong bentar… leher tante kaku…”

Pintaku ke Jacky tanpa canggung, karena memang kami sudah akrab sekali, bahkan buatku Jacky kaya anakku sendiri. Jacky duduk menghadap punggungku pijatan demi pijatan kurasakan… tanpa kusadari sentuhan tangan lelaki muda itu terasa nikmat selayaknya sentuhan lelaki yang tengah membangkitkan birahi perempuan… Cerita Seks Gairah Sang Wanita Liar

Aku mulai mendesah resah… percikan api birahi dengan cepat membakarku tanpa ampun…. sementara tanpa kusadari kimonoku sudah semakin melorot, terdesak tangan Jacky yang kini memijit daerah pinggangku, atas permintaanku sendiri untuk memijit lebih turun….

Uuuhh… dadaku terasa sesak.. akibat tete’ku yang semakin mengencang…. aku ingin ada yang meremasinya… Sssshhh.. ooohhh… gilaaa… ngga tahaann… kupegang kedua tangan Jacky, tangan kiriku memegang tangan kirinya dan tangan kananku memegang tangan kanannya kutarik kedepan melingkari tubuhku dan kutangkupkan di buah dadaku… M88

” Eehh… tante…?” bisik Jacky bingung dari belakang tubuhku
” Jack… tolong remasi tete’ tante…” desisku resah… merasakan sentuhan tangan lelaki pada buah dadaku yg tengah mengencang…. Cerita Seks Gairah Sang Wanita Liar

Benar-benar hilang sosok Jacky yg sehari-hari adalah pacar Astari anakku.. yang ada dibenakku saat itu Jacky adalah lelaki muda bertubuh tegap… Ooouuh… Jacky mulai meremasi kemontokan buah dadaku…

” Yaaaaahh.. hhh…hhh… enaaaak Jack.. ulangi lagi sayaaang.. oooohhh….” tubuhku menggeliat resah… kugapai kepala Jacky dan kutarik ke arah tengkukku yang terbuka karena rambutku kusanggul keatas… Jacky tak menolak dan melakukan permintaanku untuk menciumi tengkukku..
” Ciumi leher tante… hhhmmm..sssshhh.. yaaahh.. kecupin sayaaang.. aaaaccchh… sssshhh..” bisikan dan desah mesraku menuntun Jacky melakukan apa yg kuminta…

Aku makin gemas, tubuhku gemetaran hebat… baju kimonoku tinggal menutupi tubuh bawahku karena tali pinggangnya masih terikat. Kubalikkan tubuhku, sejenak kupandangi wajah ganteng Jacky yang matanya terbelalak liar menatap nanar tubuh bagian depanku dengan mimik ngga karuan.

Kulingkarkan kedua lenganku di lehernya dan dengan penuh gairah kusosot bibir manisnya… anak muda ini gelagapan menghadapi liarnya bibirku yang mengulum bibirnya dan nakalnya lidahku yang menggeliat menerobos masuk rongga mulutnya…

Tapi insting lelakinya segera mengantisipasi, segera dapat mengatasi seranganku.
Baju seragam Jacky dengan cepat kulolosi dan… ooohh… dada yg gempal dan bidang dari salah satu tim inti basket di sekolahnya ini membuat gairahku semakin binal… Kudorong tubuh Jacky untuk rebah disofa… nafas jantannya mulai tak beraturan.. Mmm…

Pejantan muda ini mulai mengerang-erang dan tubuhnya menggelepar, tatkala bibir dan lidahku menjelajahi permukaan kulit dadanya, bungkahan dada jantannya kuremas dengan gemas.. Aksi bibir dan lidahku terus melata sampai ke pusarnya… Sssshhh… celananya tampak menggembung besar.. entah ada apa dibaliknya..? Dewapoker

Jantungku berdegup semakin kencang melihatnya… dan mataku terbelalak dibuatnya, sampai aku harus menahan nafas, ketika retsluiting celana abu-abu itu terbuka… kepala kemaluan jantan menyembul keluar dari batas celana dalamnya…. aku dengan tergopoh-gopoh karena tak sabar melorotin celana seragam sekalian dengan celana dalam putihnya sampai ke lutut Jacky…

Ooooohhh my God..! teriakku dalam hati… menyaksikan batang kemaluan Jacky yang mengacung di antara pahanya… begitu macho, begitu gagah, begitu indah bentuknya… dengan kepala kemaluannya yang besar tampak mengkilat…

Tanganku terasa gemetaran ketika hendak menyentuh nya… Kembali tubuh Jacky menggerinjal kecil ketika tanganku bergerak mengocok batang kemaluannya… aku makin binal, kudekatkan wajahku untuk mengulum kepala kemaluan yang menggemaskan itu, sambil tetap tanganku bergerak mengocok batang kemaluannya…

Mendadak tubuh tegap itu meregang hebat diiringi erangan keras… dan bibirku yang setengah terbuka dan tinggal beberapa sentimeter dari kepala kemaluan itu merasakan semburan cairan hangat dengan menyebarkan aroma khas yg sangat kukenal dan kurindukan…

Apalagi kalo bukan peju lelaki… tanganku refleks mengocok batang kemaluan Jacky makin cepat sambil tanganku yang lain mengurut lembut kantung pelirnya…
Sementara kubiarkan peju yang sangat kental itu menyembur wajahku…. sesekali kusambut dengan lidahku… mmmm… rasa khas itu kembali dikecap oleh lidahku…

Terus terang aku sempat kecewa, dengan bobolnya peju Jacky….Tapi beberapa saat batang kemaluan yang masih dalam genggamanku, kurasakan tak menyusut sedikitpun masih tetap keras… tanpa buang waktu, aku merangkak diatas tubuh Jacky yang menggelosoh di sofa…

Agen Judi Online – Dengan posisi tubuhku jongkok mengangkangi tubuh Jacky, di atas kemaluan Jacky… kutuntun batang kemaluan perkasa yang masih belepotan peju itu kearah liang sanggamaku yang sudah basah kuyub dari tadi… wooohh… ternyata kepala kemaluan itu terlalu besar untuk masuk ke liang sanggamaku…

Akhirnya dengan sedikit menahan perih, akibat otot liang sanggama yang dipaksa membuka lebih lebar.. kujejalkan dengan sedikit memaksa ke liang sanggamaku yang sudah tak sabar untuk segera melahap mangsanya…. Cerita Seks Gairah Sang Wanita Liar

” Iiiiihhh… bantu dorong sayang…. Oooooowwwwww…”

Aku merengek panjang ketika sedikit demi sedikit amblas juga batang kemaluan Jacky menembus liang sanggamaku.. diiring rasa perih yang menggemaskan…

” Sssshhh… mmmhh… ayun pinggulmu keatas sayaaang..” kembali aku menuntun pejantan muda ini untuk memulai persetubuhan…
” Aaaww… aahh… ooww.. pelahan duluuu sayaaang… burung kamu gede banget… perih tauuk..” aku ngedumel manja… ketika Jacky mengayun pinggulnya kuat sekali…

Terasa tubuhku bagaikan baterai yang baru dicharge… aliran energi aneh itu mengalir menyebar ke seluruh tubuhku… membuat aku semakin binal memainkan goyangan pinggulku…

Sementara Jacky ternyata cukup cerdas menyerap pelajaran, bahkan mampu segera mengembangkan… dengan posisi tubuhku diatas, membuatku sangat cepat mencapai orgasme… entahlah atau karena besarnya batang kemaluan Jacky yang menyungkal rapat liang sanggamaku, sehingga seluruh syaraf dinding liang sanggamaku rata dibesutnya…

Luar biasa..! dalam waktu kurang dari lima menit setelah orgasmeku yg pertama, kembali aku tak dapat menahan jeritku mengantar rasa nikmatnya orgasme yang kedua… dan… hhwwwoooo…. aaaammmpppuuunnn..!!!! Rupanya Jacky tak mampu menahan lebih lama bobolnya tanggul pejunya…

Tubuhku dihentak-hentaknya kuat sekali… seakan ingin memasukkan seluruh batang kemaluan sepeler-pelernya ke liang sanggamaku… diiringi erangan mirip suara binatang buas sekarat…

Bola88 – Aku menangis menyesal setelahnya, berkali-kali Jacky memohon maaf atas kejadian yang terjadi siang itu…Tapi anehnya gairah seksualku yang meletup-letup tak terbendung itu, mereda setelah kejadian siang itu… Aktivitas berjalan normal kembali, tapi sudah hampir seminggu ini, aku tak pernah melihat Jacky datang ke rumah.

” Dia lagi sibuk Ma… dapat tugas antar jemput saudara sepupunya yang masih SD…” Jawab Astari ketika aku menanyakan tentang Jacky yang tak pernah muncul… Cerita Seks Gairah Sang Wanita Liar

Terus terang saja, sejak kejadian itu… pikiranku sangat kacau, disisi aku sebagai Mama Astari aku sangat menyesal dan sedih atas kejadian itu, tapi disisi aku sebagai seorang wanita yang masih punya hasrat dan naluri betina yang utuh… aku tak ingin melupakan kejadian itu… bahkan aku berharap kejadian itu terulang lagi….

Hampir sebulan lamanya Jacky tak muncul ke rumah, akupun maklum, Jacky sebagai remaja hijau, tentu mengalami shock dengan kejadian itu… disitulah muncul rasa berdosaku kepada Jacky dan Astari anakku… Tapi jujur sejujurnya ada terselip rasa rinduku memandang wajah anak muda itu…

Aku sering mengintip dari balik gordiyn jendela, saat Astari turun dari boncengan Jacky… kenapa hatiku berdebar-debar dan sedikit desiran birahiku menggelegak…
Pikiranku makin kacau… setelah beberapa kali kulihat Jacky mulai nongkrong lagi dirumah…

Kulihat Jacky masih salah tingkah di depanku, walaupun aku sdh berusaha menetralisirnya.. iiihhh tapi buat aku… otakku jadi ngeres begitu melihat wajah Jacky yg innocent… betapa tidak… terbayanglah ekspresi wajahnya ketika tengah menyetubuhiku beberapa waktu yang lalu…

Ekspresi wajahnya yang begitu sensual dimataku pada saat dia melepas semburan spermanya… suara erangan dan nafas birahinya seakan nempel ditelingaku… maka kekacauan inilah yang mendorongku menerima tawaran Adrian seorang rekan bisnisku untuk makan siang di sebuah hotel berbintang dan setelahnya akupun tak menolak ketika ia mengajakku memasuki sebuah president suite di hotel itu, dengan alasan untuk mencari ketenangan membicarakan pekerjaan… W88

Walaupun yang terjadi kemudian adalah rayuan-rayuan mautnya yang kusambut positif… dari remasan tangan… kecupan bibir… jilatan lidahnya yang nakal pada leherku… desah resahku… remasan gemasku… dan… lolosnya pakaian kami satu persatu… payudaraku yang mengencang akibat remasan tangan dan cumbuan bibirnya…

Hhhmmm… jilatannya pada clitorisku… batang kemaluannya yang berbentuk indah, perkasa… memaksa bibirku untuk mengulumnya… ooowww… nikmat hentakan tubuhnya menekan tubuhku… sodokan kejantanannya pada liang sanggamaku mengantarkan kenikmatan orgasmeku dua kali berturut-turut…

2 jam kami melewatkan waktu untuk making love siang itu, kekaguman Adrian atas permainan ranjangku yang begitu hot dan lihay… beberapa kali aku berkencan ranjang dengan Adrian lelaki tinggi besar berstyle dandy… kepuasan sex kuraih dengan sempurna dengan kelihayannya dia memperlakukan perempuan di atas ranjang…

Tapi bayangan sensual wajah bocah innocent bernama Jacky itu tak juga sirna…
Sampai pada suatu malam hujan turun dengan deras… rupanya malam itu Jacky sedang dirumah, berbincang dengan Astari di ruang tamu… sedangkan aku nonton TV diruang belakang…

” Ma, mas Jacky mo pulang tuh…” terdengar suara Astari dari belakangku…
” Eh… pulang..? hujannya gede banget, tunggu reda aja.. jauh lagi rumah Jacky..” jawabku spontan sambil bangkit dari dudukku berjalan ke ruang depan…

Kulihat jam memang sudah terlalu malam untuk bertamu… Cerita Seks Gairah Sang Wanita Liar

” Jaaacccckkk… ujan begini lebat, udah malem lagi… ntar ada apa-apa di jalan… sudah deh Mama kasih kamu nginep disini, tidur di kamar atas, besok subuh Mama bangunin kamu…” ujarku, terdorong rasa sebagai orang tua yg khawatir kepada anaknya…

Jacky menunduk salah tingkah ga berani menolak..

”Tapi Jacky harus telpon rumah dulu tante…” sahutnya pelan… dan akhirnya justru aku yang menelpon kerumah Jacky memintakan ijin orang tua Jacky, yang ternyata menyambut baik…

Malam semakin larut, sementara hujan semakin hebat diserta guntur dan kilatan petir… Aku tergolek di ranjang, tak dapat memicingkan mata… Siang tadi kembali Aku melewati kencan ranjang dengan Adrian…. tapi… entah kenapa kali ini… susah sekali aku mencapai orgasme…

Sampai 2 kali Adrian menumpahkan spermanya… sedangkan aku tak sekalipun.. Gilaaa… kenapa justru sekarang wajah bocah itu yang terbayang-bayang di malam dingin ini… iiihhh… birahiku meletup- letup gila… ampuuunn… sekarang bocah itu ada dilantai atas… tunggu apa lagi..??? mmmm… bisikan setan..

Aku tak mampu menahan tubuhku yang berjalan manapaki tangga… dan kini aku di depan pintu kamarnya… tanpa mengetuk kubuka pintu… ternyata Jackypun masih belum tidur…

”Jacky kamu belum tidur..?” tanyaku gagap… kenapa aku jadi salah tingkah sekarang…?
”Tante juga belum tidur…?” sahutnya… iiihh… jawabannya begitu tegas… aahh… siapa yg menuntunku duduk diranjangnya… mmm…

Darahku berdesir ketika tahu mata Jacky menatap dada montokku yg memang tak mengenakan bra, sehingga puting susuku tercetak menonjol dibalik gaun tidurku yg memang berbahan tipis, sehingga semburat kecoklatan aura puting susukupun nampak jelas, kembali aku kehilangan kontrol…

Dan entahlah bagaimana awalnya dan siapa yang mengawali…. bibirku sudah dalam lumatan bibir Jacky… sergapan nafsu birahiku tak dapat kuelakkan dan remasan lembut tangan lelaki muda pada buah dadaku melambungkan gairah seksualku… gelitikan lidah nakalnya pada puting susuku membuat tubuhku menggeliat erotis disertai erangan manjaku…

Satu demi satu pakaian beterbangan meninggalkan tubuh kami… aku begitu hot dan bergairah mencumbui tubuh pacar anakku itu… tapi aku sudah melupakan siapa Jacky, yang aku tahu Jacky adalah lelaki muda yang siap memenuhi kebutuhanku.

ooowww… aku tak menyangka kali ini Jacky lebih lihay dan lebih berinisiatip melakukan serangan, sampai aku hampir tak percaya ketika Jacky menyurukkan wajahnya di selangkanganku dan mencumbui bibir kemaluanku… Cerita Seks Gairah Sang Wanita Liar

”Jackkk…. sssshhh…. kamu piiiinteer sekarangg… ooohh.. ammpuunn nikmaaaatnyaa…” desahku merasakan nikmat cumbuan lidahnya pada clitorisku, membuat Jacky tambah semangat…

Ketika permainan yang sesungguhnya berjalan… sebagai wanita dewasa yang telah berpengalaman menghadapi gairah lelaki… aku dibuat megap-megap menghadapi serangan pejantan muda ini… hajaran batang kemaluannya yang perkasa pada liang sanggamaku tak kenal ampun…

Membuat aku mengerang merintih bahkan menjerit setengah histeris… untung suara hujan yang lebat di timpa suara guruh meredam suaraku…. luluh lantak tubuhku dihajar aksi ganas Jacky…

Tapi buatku adalah sebuah sensasi seksual yg sangat luar biasa.. yang mengantarku meraih dua kali kenikmatan orgasme…. tubuh telanjang kami terkapar lunglai di ranjang yang kusut spreinya, tak ada sesal kali ini…

“Jacky jujur sama Tante… setelah waktu itu kamu maen sama perempuan mana…?” tanyaku datar dg nada dingin.
” Aaah… nggak, sekali-sekalinya cuma sama Tante Arsanti..” jawab Jacky agak gugup menyebut namaku..
” ga mungkin, kamu mendadak bisa begitu canggih mencumbu Tante…?” desakku… dan akhirnya Jacky menceritakan pengalaman setelah pengalaman seksualnya yang pertama, Jacky banyak nonton blue film dan otak cerdasnya banyak menyerap gaya dan cara bercinta dari film-film biru yang ditontonnya…
“Mmmmm… kaciaaan… kamu tentunya kangen mencumbu Tante ya sayaang…?” bisikku sambil kudaratkan kecupanku ke bibirnya.

Tubuhku bergerak menindih tubuh atletis Jacky, tubuhku direngkuh dan tubuh kami menempel ketat… kuajarkan permainan lembut… mmmm… anak pintar ini dengan cepat menguasai permainan baru yg kuajarkan… dengan telaten setiap inchi tubuhku dirambahnya dengan remasan, gerayangan tangannya yang nakal…

Jilatan dan kecupannya merambah setiap bagian tubuhku yang sensitif… tubuhku menggeliat erotis… kadang menggelepar liar… rintihanku mulai terdengar… tak dapat kutahan desah gelisahku… diselingi jeritan gemas…

”Ayo sayaang…hh..hhh… Tante udah ga tahan…” bisikku lembut, setelah aku nggak tahan lagi merasakan kuluman dan jilatan Jacky pada clitorisku…
” Aoooouuuhhh… Jaaccckkkk….hhh…hhhh…” suaraku terdengar bergetar memelas…

Mataku meredup sayu menatap wajah imut Jacky, manakala liang sanggamaku untuk kesekian kalinya ditembus batang kemaluan bongsor milik Jacky, namun kali ini Jacky menekan pelan sekali, sehingga terjadi gesekan nikmaaaaat yang lama sekali… sehingga kedua kakiku yang melingkari pinggangnya seakan mengejang, tak tahan menahan kenikmatan yang luar biasa…

“Enaaak Tante..?” bisiknya lembut sambil tersenyum manis.

Ketika liang sanggamaku sudah tak ada tempat lagi bagi batang kemaluannya… iiih… menggemaskan bibirnya… aku menjawab dengan mengangkat alis… bibirku kembali menyambar bibir yang menggemaskan itu…

Ciuman dan kuluman panjang dimulai, dorongan gelegak birahi kami memang luarbiasa, permainan semakin panas dan semakin liar, ekspresi kami total menyembur tanpa kendali…kembali tubuhku dihentak-hentak oleh tenaga perkasa Jacky dengan garangnya… jeritan dan rintihanku silih berganti ditimpa dengus nafas birahi Jacky yang mengeros buas…

“Aaaahhhkkk…. Jaacccckkk ssaayaang…. aammppuuunn…ooowww… ssshhh… niiikmaaat banggeet ssiih…???” rengekku dengan suara memelas.

Namun tarian pinggulku dengan gemulai masih dengan sengit mengcounter rajaman batang kemaluan Jacky di liang sanggamaku sehingga terdengar bunyi berceprotan di selangkanganku… gillaaa.. susah untuk kuceritakan sensasi malam itu…

“Tante…hhh…hh.. Jacky ampiir… sssshhh..” desis Jacky dengan suara bergetar… matanya garang menatapku… iiihhh mengerikan, tapi aku sngat menyukai ekspresi ini
”Ayoooo sayaanggg…. semburkan bareng Tante… ooouuuuhhhh….!!”

Ya ammppuuun… mengerikan sekali… tubuhku terguncang-guncang hebat, akibat hentakan tubuh Jacky menghajar liang sanggamaku pada detik puncak… mulutku menganga lebar tanpa suara, tanganku mencengkeram erat pinggiran ranjang….

Dan entah apa yang terjadi, karena pada saat itu orgasmeku pun meletus dahsyat…
Entah berapa lama suasana hening, hanya suara nafas kami terengah-engah yg terdengar…. hujan di luar rupanya sudah berhenti juga…. Cerita Seks Gairah Sang Wanita Liar

”Tante… boleh Jacky pulang sekarang, hujan kayanya sudah berhenti…” suara Jacky memecah keheningan…
” Hmmm… sebenernya Tante masih pingin meluk kamu, pingin cumbuin kamu sayaaang… ini ditinggal buat Tante aja yah..?” sambil kuremas batang kemaluan yg masih sembab…
“Titit kamu buat Tante aja ya sayaang… jangan buat orang lain… apalagi buat Astari… awas Tante bisa marah besar..” sambungku dengan nada serius…

Jacky pun mengangguk tegas. Kuantar Jacky ke garasi tempat motornya diparkir, kubiarkan tubuhku Bugil, telanjang bulat…. Gila… digarasi masih sempat kulakukan oral sex… kutelan habis peju segar yg menyembur di dalam mulutku…. Capek yang luar biasa kurasakan setelahnya, badan rasanya lengket-lengket dengan bau gak jelas…